HUBUNGAN STUNTING DENGAN PERKEMBANGAN BAHASA DAN SOSIAL PADA BALITA USIA 1-3 TAHUN DI DESA MONCONGKOMBA KECAMATAN POLONGBANGKENG SELATAN KABUPATEN TAKALAR
The Relationship Between Stunting And Sociald Development In Toddlers Aged 1-3 Years In Moncongkomba Village, Polongbangkeng Selatan District, Takalar Regency
DOI:
https://doi.org/10.32382/jmk.v17i01.2285Kata Kunci:
Stunting, perkembangan bahasa, sosial balita 1-3 tahunAbstrak
Latar Belakang: Jumlah anak balita 1-3 tahun di Wilayah Moncongkomba, Kecamatan Polongbangkeng Selatan, Kabupaten Takarar mencapai 115 balita pada tahun 2024. Anak usia 1-3 tahun merupakan periode perkembangan otak yang sangat penting dan mencakup perkembangan motorik, bahasa, sosial, dan kognitif. Anak harus makan makanan yang bergizi agar proses perkembangan dan pertumbuhan mereka tidak terganggu. Jika asupan makanan tidak mencukupi, anak bisa menderita gangguan pertumbuhan disebut stunting. Tujuan: untuk mengetahui hubungan stunting dengan perkembangan bahasa dan sosial pada anak usia 1-3 tahun. Metode : pendekatan cross-sectional digunakan untuk penelitian deskriptif dan analitis. Dengan subjek penelitian sebanyak 115 responden yang berusia 1-3 tahun. Data diolah menggunakan uji statistic Fisher’s Exact Test. Hasil: hasil penelitian membuktikan bahwa ada hubungan stunting dengan perkembangan bahasa dan sosial pada balita usia 1-3 tahun dengan skor p=0,001 dimana α<0,05. Kesimpulan: ada hubungan signifikan anatara stunting dengan perkembangan bahasa dan sosial pada balita usia 1-3 tahun di Desa Moncongkomba, Kecamatan Polongbangkeng Selatan, Kabupaten Takalar
Referensi
1. Citrakesumasari, C., Nasrah, N., Lestari, D., Sahabuddin, S. M. N., Rahmah, N., Wijaya, M., Asysa, N., Hasim, S. N., Kurniati, Y., & Rachmat, M. (2023). Edukasi dan Inovasi Pangan untuk Pencegahan Stunting pada Ibu Hamil di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Jurnal Inovasi Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat, 3(1), 1–12. https://doi.org/10.53621/jippmas.v3i1.209
2. Hasanah, E. N. (2023). Hubungan Perkembangan Motorik Halus, Perkembangan Motorik Kasar dan Sosial Emosional terhadap Kejadian Stunting pada Usia 24 – 59 Bulan di Puskesmas Karet Kuningan Kecamatan Setiabudi Tahun 2022. Open Access Jakarta Journal of Health Sciences, 2(4), 681–687. https://doi.org/10.53801/oajjhs.v2i4.128
3. Maryani, D. (2023). Status Gizi Dalam Perkembangan Motorik Kasar, Motorik Halus, Personal Sosial dan Bahasa Pada Anak Usia Toddler. Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada, 9(1), 18–27. https://doi.org/10.56861/jikkbh.v9i1.106
Murniati, C. (2022). Perkembangan Motorik, Bahasa, Psikososial Balita Stunting: Literature Review. Jurnal Keluarga Berencana, 7(1), 11–21. https://doi.org/10.37306/kkb.v7i1.123
4. Pokhrel, S. (2024). Pengetahuan Ibu mengenai gizi seimbang mengenai pengukuran antropometri (TB/U) Balita. Αγαη, 15(1), 37–48.
5. Rahmidini, A. (2020). Hubungan stunting dengan perkembangan motorik dan kognitif anak. Seminar Nasional Kesehatan, 2(1), 90–104.
6. Sari, D. I., & Sari, I. P. (2022). Stunting dan Perkembangan Balita Usia 36-59 Bulan di Jakarta dan Papua. Nutri-Sains: Jurnal Gizi, Pangan Dan Aplikasinya, 6(2), 113–124. https://doi.org/10.21580/ns.2022.6.2.9183
7. Zakiyya, A., Widyaningsih, T., Sulistyawati, R., & Pangestu, J. F. (2021). Analisis Kejadian Stunting Terhadap Perkembangan Anak Usia 6-24 Bulan. Jurnal Sains Kebidanan, 3(1), 6–16. https://doi.org/10.31983/jsk.v3i1.6892
.jpg)
.jpg)
2.jpg)
2.jpg)
2.jpg)
_(1)1.jpg)
.jpg)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
1.jpg)
2.jpg)
4.png)
.jpg)
1.jpg)
.png)
.png)
.jpg)
1.png)
.jpg)
