Analysis of the Conformity of HACCP Implementation with Food Safety Standards in the Food Service Industry at PT. Pangansari Utama

Authors

  • Inayah Jurusan Kesehatan Lingkungan, Poltekkes Kemenkes Makassar
  • Erwinda Alwi Rachman Jurusan Kesehatan Lingkungan, Poltekkes Kemenkes Makassar
  • Wahyuni Sahani Jurusan Kesehatan Lingkungan, Poltekkes Kemenkes Makassar
  • Al Israq Jurusan Kesehatan Lingkungan, Poltekkes Kemenkes Makassar

DOI:

https://doi.org/10.32382/sulo.v26i1.2209

Keywords:

HACCP, keamanan pangan, jasa boga, titik kendali kritis, sanitasi

Abstract

The implementation of Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) is a systematic approach to ensuring food safety in food service industries. The high risk of food contamination throughout food handling processes requires effective control at every stage of food management. This study aimed to evaluate the implementation of HACCP in controlling Critical Control Points (CCPs) during food production at PT. Pangansari Utama. A descriptive observational design was employed in 2025 at PT. Pangansari Utama. Observation units consisted of 66 indicators covering food selection, food storage, food processing, cooked food storage, food transportation, food serving, sanitation of ingredients and utensils, and cooking temperature-time control. Data were collected using an observation checklist developed based on HACCP principles, the Indonesian Ministry of Health Regulation No. 2 of 2023, and food service sanitation guidelines. Data were analyzed using univariate frequency distribution. The results showed that all indicators for food selection (100%), food processing (100%), cooked food storage (100%), food serving (100%), and cooking temperature-time control (100%) met the required standards. Food storage achieved 92.3% compliance, while sanitation of ingredients and utensils reached 93.3% compliance. Several non-conformities were identified in food transportation activities. Overall, HACCP implementation at PT. Pangansari Utama complied with food safety principles; however, improvements in storage systems, sanitation practices, and food transportation controls are required to strengthen risk prevention measures.

References

Alang, A. (2023). Penerapan Sistem HACCP Dalam Industri Jasa Boga Untuk Meningkatkan Keamanan Pangan. Jakarta: Prenadamedia Group.

Alwi, K., Ismail, E. And Palupi, I.R., 2019. Pengetahuan Keamanan Pangan Penjamah Makanan Dan Mutu Keamanan Pangan Di Pondok Pesantren. Darussalam Nutrition Journal, 3(2), Pp.72-83.

Amalia, R. (2023). Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) Sebagai Piranti Pencegahan Bahaya Pangan. Bandung: Alfabeta.

Aminah, S., & Yuliani, R. (2021). Kepatuhan Penerapan Suhu Masak Di Rumah Sakit Pemerintah. Jurnal Gizi dan Pangan, 16(2), 112–120.

Andini, P., & Rahmad, H. (2022). Evaluasi Proses Memasak Di Dapur Industri Katering Swasta. Jurnal Teknologi Pangan, 13(1), 45–53.

Auliya, F. (2020). Implementasi HACCP Dalam Pengolahan Makanan. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.

Codex Alimentarius Commission. (2003). Recommended International Code of Practice: General Principles of Food Hygiene (CAC/RCP 1-1969, Rev. 4-2003), Annex on Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) System and Guidelines for Its Application. Rome: Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO) & World Health Organization (WHO).

Fitria, L., & Nia, K. (2022). Pengawasan Suhu Dalam Penyimpanan Bahan Makanan Di Jasa Boga. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 14(3), 210–219.

Inayah, S., Rahmawati, N., & Lestari, A. (2025). Pengawasan Mutu Makanan Dalam Menjamin Keamanan Pangan. Surabaya: Airlangga University Press.

International Organization for Standardization. (2018). ISO 22000:2018 Food Safety Management Systems—Requirements for Any Organization in the Food Chain. Geneva: ISO.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Peraturan Menteri Kesehatan Tentang Penyelenggaraan Jasa Boga. Jakarta: Kemenkes RI.

Lestari, D., Pratiwi, H., & Yusuf, A. (2023). Penyakit Akibat Pangan Dan Upaya Pencegahan Melalui HACCP. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 15(2), 112–124.

Lubis, A., & Siahaan, R. (2022). Tantangan Pengendalian Suhu Dalam Industri Pengolahan Pangan. Jurnal Teknologi dan Industri Pangan, 11(2), 98–107.

Nurhaliza, A., & Hidayat, M. (2021). Evaluasi Pengangkutan Makanan Di Layanan Katering Industri Di Jakarta. Jurnal Higiene dan Sanitasi, 9(2), 155–163.

Rizkiani, N., Dewi, A., & Putra, B. (2021). Pengendalian Suhu Penyimpanan Dan Pemrosesan Pada Industri Pangan. Jurnal Gizi Indonesia, 10(1), 77–85.

Sari, M. (2023). Penerapan HACCP Pada Usaha Catering Sebagai Upaya Pengendalian Risiko Pangan. Jurnal Gizi Dan Pangan, 12(1), 45–55.

Sartika, D. (2020). Sejarah Dan Penerapan HACCP Dalam Industri Pangan. Jurnal Teknologi Pangan, 8(2), 89–97.

Sholikah, S. (2021). Pemilihan Bahan Makanan Sesuai Standar Keamanan Pangan Di Jasa Boga Rumah Sakit. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 9(1), 65–72.

Sutrisno, A., & Lestari, D. (2021). Evaluasi Penyimpanan Makanan Jadi Pada Penyedia Katering Pesta. Jurnal Gizi dan Kesehatan, 12(2), 134–142.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Jakarta: Pemerintah Republik Indonesia.

Wahyuni, S., & Rizka, M. (2020). Kendala Pengawasan Suhu Dalam Penyimpanan Bahan Pangan Di Sektor Jasa Boga. Jurnal Ilmu Kesehatan, 8(2), 101–110.

World Health Organization. (2015). Estimates Of The Global Burden Of Foodborne Diseases. Geneva: WHO Press.

Wulandari, F., & Saputra, J. (2021). Kepatuhan Penyajian Makanan Di Rumah Sakit Pemerintah Terhadap Standar Higiene Sanitasi. Jurnal Gizi Klinik, 15(3), 187–195.

Zulfa, N., & Kartini, Y. (2022). Sanitasi Dapur Katering Institusi Pemerintah. Jurnal Sanitasi dan Higiene, 13(1), 56–64.

Published

2026-06-27

How to Cite

Inayah, I., Rachman, E. A., Sahani, W., & Al Israq, A. I. (2026). Analysis of the Conformity of HACCP Implementation with Food Safety Standards in the Food Service Industry at PT. Pangansari Utama. Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika Dan Masyarakat, 26(1), 125–134. https://doi.org/10.32382/sulo.v26i1.2209