https://ojs3.poltekkes-mks.ac.id/index.php/medkasi/issue/feed Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat 2024-01-02T22:56:01+08:00 Andi Ruhban ruhbansaja@gmail.com Open Journal Systems <p>Penamaan Jurnal SULOLIPU berasal dari bahasa daerah Nusantara dengan akar kata <strong>Sulo</strong> yang berarti <strong>suluh</strong> (bahasa Bugis dan Toraja), <strong>obor </strong>(bahasa Makassar), <strong>lampu</strong> atau <strong>pelita</strong> (bahasa Mandar); yang kesemuanya dapat berarti <strong>Penerang</strong> atau <strong>Pencerahan</strong>. Selanjutnya, <strong>Lipu</strong> diartikan <em><strong>tanah</strong></em> atau <em><strong>bumi</strong></em> (bahasaToraja) dan <strong>negeri </strong>atau <strong>kampung</strong> (bahasa Bugis), yang berkonotasi kearah arti <em><strong>alam sekitar</strong> atau <strong>lingkungan</strong>; Lengkapnya, buletin SULOLIPU mengandung makna sebagai media atau wahana komunikasi penyebarluasan informasi higiene sanitasi kesehatan lingkungan dan terkait upaya untuk menciptakan sekaligus menikmati lingkungan sehat, yang dilahirkan dari seputar wilayah Sulawesi Selatan Indonesia.</em></p> <p>Tulisan yang diterima melingkupi rumpun Ilmu Kesehatan Lingkungan dengan diberi kode 359 oleh Kementerian Riset Teknologi Pendidikan Tinggi, yang dapat berupa Artikel Hasil Riset, Book Review, Literatur Review, Komentari/Opini, Berita Ilmiah (Scientific News), dan Letter to Editor. Tulisan tersebut menyangkut Sanitasi Dasar (penyehatan air, pengelolaan limbah cair, pembuangan tinja, penanganan sampah, penyehatan makanan minuman, pengendalian vektor), penyehatan udara, pengamanan pestisida, rumah sehat dan tata graha, perilaku hidup bersih dan sehat, higiene perorangan, sanitasi tempat umum-wisata-matra, sanitasi transportasi, sanitasi industri dan keselamatan kerja, sanitasi rumah sakit, sanitasi kawasan pesisir pantai dan laut, penyakit berbasis lingkungan, analisis mengenai dampak lingkungan, manajemen risiko lingkungan, epidemiologi kesehatan lingkungan, Mikrobiologi Lingkungan</p> <p>Sulolipu : Media Komunikasi sivitas Akademika dan masyarakat merupakan jurnal ilmiah berkala yang diterbitkan oleh Politeknik Kesehatan Kemenkes Makassar Jurusan Kesehatan Lingkungan dengan <a title="pISSN" href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/1180432075" target="_blank" rel="noopener">pISSN : 0854-624X </a><strong>( Cetak )</strong>, dan <a title="e-ISSN" href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/1532662765" target="_blank" rel="noopener">e-ISSN : 2622-6960 </a><strong>( Online )</strong></p> https://ojs3.poltekkes-mks.ac.id/index.php/medkasi/article/view/407 ANALISIS KONDISI FASILITAS SANITASI PADA OBJEK WISATA PANTAI DEWATA WAKKA DI KABUPATEN PINRANG 2024-01-01T13:15:09+08:00 Andi Ruhban Rismayanti0112@gmail.com Ni Luh Astri Indraswari Rismayanti0112@gmail.com Rismayanti Rismayanti Rismayanti0112@gmail.com <p>Kenyamanan dan kesehatan wisatawan didukung dengan keutuhan fasilitas yang ada. Fasilitas sanitasi di objek wisata meliputi tempat sampah yang tidak tersedia, kamar mandi yang tidak bersih, air bersih yang tidak memenuhi syarat serta kurangnya penanganan air limbah dapat menjadi penyebab terjadinya penularan penyakit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis fasilitas lingkungan pada objek wisata di pantai Dewata Wakka Pinrang. Penelitian dilakukan dengan metode survey deskriptif, sampel menggunakan teknik total sampling dimana semua fasilitas yang ada pada objek wisata pantai wakka menjadi sampelnya dengan analisis data secara kualitatif mengacu pada referensi yang relevan.Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa air bersih pada objek Pantai Dewata Wakka Pinrang kecamatan Cempa kabupaten Pinrang tersedia dengan jumlah cukup, memenuhi persyaratan fisik karena menggunakan air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), kondisi toilet umum tidak bersih dan tidak terpelihara karena kurangnya perhatian oleh pengelola toilet, pembuangan sampah tidak tersedia tempat sampah dengan jumlah yang cukup, tidak kuat, tidak tahan karat, tidak kedap air, permukaan tidak halus dan tidak berpenutup, tidak tersedia tempat penampungan sementara (TPS) yang memenuhi syarat dan kondisi saluran air limbah tidak dilakukan pengelolaan sendiri dan tidak disalurkan dengan saluran tertutup, kedap air dan lancar.Diharapkan untuk pihak pengelola objek wisata dapat memperbaiki kondisi fasilitas sanitasi objek wisata, dengan memperhatikan kebersihan dan kenyamanan bagi pengunjung dan diharapkan juga kepada pengunjung agar tetap menjaga kebersihan.&nbsp;</p> <p><strong>Kata Kunci : Objek Wisata, Air Bersih, Toilet,&nbsp; Air Limbah, Sampah</strong></p> 2024-01-01T00:00:00+08:00 Hak Cipta (c) 2023 Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat https://ojs3.poltekkes-mks.ac.id/index.php/medkasi/article/view/408 ANALISIS KONDISI SANITASI KAPAL PENUMPANG YANG SANDAR DI PELABUHAN KEPULAUAN SELAYAR 2024-01-01T13:19:38+08:00 Andi Nur Fadilah erlanirappe66@gmail.com Erlani Erlani erlanirappe66@gmail.com <p>Masalah sanitasi merupakan hal penting yang mendukung tercapainya kesehatan masyarakat baik yang ada diwilayah pelabuhan maupun sekitarnya, pelabuhan yang bersih aman dan nyaman dapat menciptakan pekerja pelabuhan yang sehat dalam melaksanakan aktifitasnya. Kondisi sanitasi pada kapal masih kategori buruk dimana sampah di atas kapal masih ada yang berserakan sehingga kotor serta kondisi toilet diatas kapal berbau dan terlihat kotor.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi sanitasi kapal penumpang yang sandar di pelabuhan Kepulauan Selayar. Desain penelitian ini adalah penelitian deskriptif, dan penentuan sampel secara <em>purposive sampling.</em> Jumlah kapal yang diperiksa sebagai sampel sebanyak 5 dengan instrumen pengukuran &nbsp;menggunakan lembar observasi. Hasil penelitian menujukkan bahwa kondisi sanitasi kapal pada variabel ruangan terdapat 1 kapal yaitu K.M Kormolin ada dua komponen yang tidak memenuhi syarat yaitu dapur dan ruang fasilitas medis, kondisi toilet/wc dari 5 kapal 1 kapal tidak memenuhi syarat, vektor dan binatang penular penyakit 1 kapal tidak memenuhi syarat, pengelolaan makanan minuman dari 5 kapal telah memenuhi syarat dan pengelolaan limbah dari 5 kapal dua komponen yang tidak memenuhi syarat yaitu pengelolaan limbah cair dan pengelolaan air ballast. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat 4 kapal yang memenuhi syarat dan 1 kapal tidak memenuhi syarat yaitu K.M Kormolin. Saran sebaiknya pihak terkait melakukan upaya pengelolaan limbah cair dan air ballast karena mengandung bahan kimia yang bisa mencemari lingkungan olehnya itu dibutuhkan pengelolaan sebelum dibuang.</p> <p><strong>Kata kunci : </strong>Sanitasi, Kapal Penumpang</p> 2024-01-01T00:00:00+08:00 Hak Cipta (c) 2023 Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat https://ojs3.poltekkes-mks.ac.id/index.php/medkasi/article/view/409 FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) PADA PENGANGKUT SAMPAH WILAYAH KOTA DINAS LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN JENEPONTO 2024-01-01T13:23:26+08:00 Muhammad Ikbal Arif mikbalarif@gmail.com Selpianriani Selpianriani mikbalarif@gmail.com Haidina Ali mikbalarif@gmail.com <p><strong>AB</strong><strong>STRAK</strong></p> <p>Alat pelindung diri adalah alat atau perlengkapan yang digunakan untuk melindungi diri dan menjaga keselamatan pekerja saat melakukan pekerjaan yang memiliki potensi bahaya atau resiko kecelakaan kerja. Alat-alat pelindung diri (APD) yang digunakan harus sesuai dengan potensi bahaya dan resiko pekerjaanya sehingga efektif melindungi pekerja sebagai penggunannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan penggunaan Alat pelindung diri (APD) pada pengangkut sampah Wilayah Kota Dinas Lingkungan Hidup Kab. Jeneponto. Jenis penelitian yang digunakan yaitu observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dan populasi penelitian ini adalah pekerja pengangkut sampah di Wilayah Kota Dinas Lingkungan Hidup Kab. Jeneponto. Sampel penelitian berjumlah 98 responden, data diolah menggunakan analisis statistik dengan uji chi square. Berdasarkan hasil uji chi square yang menunjukkan p value = 0,01 &lt; 0,05 bahwa ada hubungan pengetahuan dengan penggunaan alat pelindung diri. Sikap yang didapatkan p value = 0,04 &lt; 0,05 menunjukkan bahwa ada hubungan sikap dengan penggunaan alat pelindung diri. Dan pada tindakan p value = 0,08 &gt; 0,05 menunjukkan tidak ada hubungan antara tindakan dengan penggunaan alat pelindung diri pada pengangkut sampah wilayah Kota Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jeneponto. Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan pengetahuan dan sikap dengan penggunaan alat pelindung diri pada pekerja pengangkut sampah. Diharapkan kepada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jeneponto untuk menyediakan APD lebih pada pekerja pengangkut sampah dan dapat lebih tegas lagi dalam penerapan penggunaan APD pada pekerja pengangkut sampah.</p> <p><strong>Kata kunci </strong>: Dinas, Penggunaan APD, Pekerja, Sampah</p> 2024-01-01T00:00:00+08:00 Hak Cipta (c) 2023 Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat https://ojs3.poltekkes-mks.ac.id/index.php/medkasi/article/view/410 HUBUNGAN FAKTOR LINGKUNGAN DAN KEBIASAAN MASYARAKAT DENGAN KEBERADAAN JENTIK AEDES AEGYPTI DI KECAMATAN MAJAULENG KABUPATEN WAJO 2024-01-01T13:29:41+08:00 Ashari Rasjid asharirasjid21@gmail.com Ain Khaer asharirasjid21@gmail.com Reski Febrianti asharirasjid21@gmail.com <p>Nyamuk Aedes aegypti mampu membawa virus dengue penyebab demam berdarah atau DBD yang sering menimbulkan kejadian luar biasa (KLB) di Indonesia dan menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di berbagai daerah. Dengan mengganggu siklus hidup nyamuk, terutama pada tahap larva, seseorang dapat mencegahnya. Dengan adanya jentik Aedes aegypti di Kecamatan Majuleng Kabupaten Wajo, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor lingkungan dengan adat masyarakat. Untuk mengetahui hubungan antara faktor lingkungan dan perilaku masyarakat dengan keberadaan jentik Aedes aegypti di Kecamatan Majauleng Kabupaten Wajo digunakan penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Berdasarkan temuan, larva Aedes aegypti ditemukan di 26% rumah responden. Kelembaban (p value 0,019) dan curah hujan merupakan faktor dalam penelitian ini yang berhubungan dengan keberadaan jentik Aedes aegypti. Sedangkan kebiasaan 3M (P value 0,716) dan suhu udara (P value 0,226) pada penelitian ini tidak memiliki hubungan dengan keberadaan jentik Aedes aegypti. Studi ini menemukan bahwa meskipun ada hubungan antara kelembaban dan curah hujan dengan keberadaan jentik Aedes aegypti, tidak ada hubungan antara suhu udara dan 3M Plus. masyarakat harus bekerjasama untuk mencegah keberadaan jentik Aedes aegypti dengan menjaga pola hidup bersih dan sehat. Ini akan membantu mereka menyingkirkan area mana pun di mana siklus hidup nyamuk dapat berlanjut.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>Jentik <em>Aedes aegypti, </em>Kebiasaan, Lingkungan</p> 2024-01-01T00:00:00+08:00 Hak Cipta (c) 2023 Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat https://ojs3.poltekkes-mks.ac.id/index.php/medkasi/article/view/411 KOMBINASI FITOREMEDIASI MELATI AIR (ECHINODORUS PALAEFOLIUS) DAN FILTRASI DALAM MENURUNKAN KADAR BOD DAN TSS AIR LIMBAH DOMESTIK 2024-01-01T13:35:05+08:00 Muh. Fadlil Sumarta ronnymuntu@gmail.com Ronny Ronny ronnymuntu@gmail.com <p>Mayoritas masyarakat Indonesia membuang sampah domestiknya baik langsung ke lingkungan maupun ke sungai melalui sistem drainase tanpa melakukan pengelolaan air limbah domestik secara komunal. Sehingga ekosistem perairan terganggu akibat tingginya kadar pencemar BOD dan TSS air limbah domestik. Selain itu, air limbah domestik juga mencemari sumber&nbsp; air bersih sehingga menimbulkan penyakit yang disebabkan penggunaan air yang tercemar sehingga tidak layak untuk digunakan. Jenis&nbsp; penelitian adalah&nbsp; eksperimen semu dengan&nbsp; tujuan&nbsp; penelitian untuk&nbsp; mengetahui&nbsp; kemampuan kombinasi&nbsp; fitoremediasi&nbsp; melati air <em>(Echinodorus&nbsp; palaefolius) </em>dan&nbsp; filtrasi&nbsp; dalam&nbsp; menurunkan&nbsp; kadar&nbsp; BOD&nbsp; dan&nbsp; TSS&nbsp; Air&nbsp; Limbah Domestik. Hasil penelitian menunjukkan penurunan rata-rata kadar awal BOD setelah pengolahan dengan kombinasi fitoremediasi melati air <em>(Echinodorus palaefolius) </em>dan filtrasi, rata- rata kadar BOD turun hingga 14,89 mg/l (96,92%). Sedangkan rata-rata kadar TSS turun hingga 6,33 mg/l (96,97%). Disimpulkan bahwa penelitian kombinasi fitoremediasi melati air <em>(Echinodorus&nbsp; palaefolius) </em>dan&nbsp; filtrasi&nbsp; mampu&nbsp; menurunkan&nbsp; kadar&nbsp; BOD&nbsp; dan&nbsp; TSS&nbsp; air&nbsp; limbah domestik berdasarkan&nbsp; Peraturan Menteri Lingkungan Hidup RI Nomor 68 Tahun 2016 sehingga disarankan kepada masyarakat untuk menggunakan pengolahan tersebut dalam mengolah air limbah domestik dan untuk penelitian selanjutnya sebaiknya tanaman melati air diaklimatisasi sebelum digunakan.</p> <p>&nbsp;<strong>Kata Kunci </strong>: Limbah Domestik, Filtrasi, Fitoremediasi</p> 2024-01-01T00:00:00+08:00 Hak Cipta (c) 2023 Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat https://ojs3.poltekkes-mks.ac.id/index.php/medkasi/article/view/412 HUBUNGAN STBM PILAR IV DENGAN KEJADIAN PENYAKIT ISPA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SALUPANGKANG KEC.TOPOYO KABUPATEN MAMUJU TENGAH 2024-01-01T13:40:55+08:00 Hidayat Hidayat risikolingkungan@gmail.com Sulasmi Sulasmi risikolingkungan@gmail.com Andi Rafika. RA risikolingkungan@gmail.com <p>STBM merupakan suatu program dengan pendekatan kepada masyarakat untuk mengubah perilaku higienis dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat. Pengelolaan sampah di permukiman pedesaan banyak menerapkan pola individual cara pewadahan sampah secara individual dengan cara membakar, mengubur dan atau membuangnya ke saluran air atau sungai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan STBM pilar IV Tindakan pembakaran dan buang sampah secara sembarangan dengan kejadian ISPA di wilayah kerja salupangkang Kecamatan Topoyo Kabupaten Mamauju Tengah. Adapun jenis penelitian ini adalah Observasional analitik yang menganalisis data variabel yang dikumpulkan pada satu titik waktu tertentu di seluruh populasi sampel atau subset yang telah ditentukan. Berdasarkan hasil penelitian bahwa ada hubungan antara pembakaran sampah dengan kejadian penyakit ISPA dan Tindakan buang sampah secara sembarangan dengan kejadian ISPA. Setelah dilakukan uji statistik (uji chi-suare) diperoleh hasil nilai tindakan pembakaran sampah p=0.009 (p&lt;0.05) serta hasil nilai tindakan buang sampah sembarangan dengan kejadian ISPA p=0.000 (p&lt;0.05). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada hubungan antara Tindakan pembakaran sampah dan buang sampah secara sembarangan dengan kejadian ISPA. Diharapkan bagi masyarakat yang berada di Desa Tabolang dapat menerapkan STBM pilar IV yaitu pengolahan sampah rumah tangga dengan 4R: reduce, reuse, recycle, dan replace sebagai akternatif untuk pengelolaan sampah dalam skala pengelolaan sampah rumah tangga.</p> <p><strong>Kata Kunci :</strong> STBM, ISPA</p> 2024-01-01T00:00:00+08:00 Hak Cipta (c) 2023 Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat https://ojs3.poltekkes-mks.ac.id/index.php/medkasi/article/view/413 RANCANGAN PROGRAM BAGI KEBERHASILAN GERAKAN MENCUCI TANGAN YANG SEHAT BAGI PARA IBU DAN ANAK 2024-01-01T13:45:52+08:00 Rita Komalasari rita.komalasari161@gmail.com <p>Rancangan program bagi keberhasilan gerakan mencuci tangan bagi para ibu dan anak adalah fokus dari tinjauan literatur yang bertujuan membantu para ibu dan anak dalam mengelola kesehatan mereka. Metode tinjauan liteartur digunakan dalam penulisan artikel ini. Sebuah studi tinjauan sistematis tentang program bagi keberhasilan gerakan mencuci tangan untuk populasi ini belum dilakukan. Bukti materialitas dipertimbangkan selama proses evaluasi. Hasil penelitian menunjukan potensi keberhasilan gerakan mencuci tangan yang sehat bagi para ibu dan anak. Sebagai simpulan artikel ini untuk pertama kalinya mengeksplorasi pendekatan intervensi yang cukup berhasil yakni intervensi yang melibatkan masyarakat lokal.</p> <p><strong>Kata kunci :</strong> gerakan mencuci tangan, ibu dan anak</p> 2024-01-01T00:00:00+08:00 Hak Cipta (c) 2023 Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat https://ojs3.poltekkes-mks.ac.id/index.php/medkasi/article/view/414 HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT RUMAH TANGGA 2024-01-01T13:49:47+08:00 Nining Ade Ningsih niningadeningsih@stiktamalateamks.ac.id Andi Yusuf niningadeningsih@stiktamalateamks.ac.id Rismawati Rismawati niningadeningsih@stiktamalateamks.ac.id Hadzmawaty Hamzah niningadeningsih@stiktamalateamks.ac.id Surya Syarifuddin niningadeningsih@stiktamalateamks.ac.id <p>PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) di tatanan rumah tangga adalah upaya untuk menyadarkan keluarga dan masing-masing anggota keluarga agar memilki kemauan dan kemampuan dalam mempraktikkan PHBS. Angka kesakitan dan kematian penyakit infeksi dan non infeksi dapat dicegah dengan PHBS. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap dengan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) di Desa Wale-Ale Kecamatan Tongkuno Selatan Kabupaten Muna Sulawesi Tenggara. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan <em>cross sectional study</em>. Populasi sebanyak 409 ibu rumah tangga sedangkan sampel sebanyak 80 ibu rumah tangga yang diambil dengan <em>purposive sampling</em>. Analisis data menggunakan univariat dan bivariat dengan uji <em>chi-square</em>. Hasil penelitian diperoleh ada hubungan pengetahuan dengan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) dengan nilai <em>p</em>=0.000 dan ada hubungan sikap dengan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) &nbsp;dengan nilai <em>p</em>=0.000. Terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat). &nbsp;Diharapkan kepada rumah tangga khususnya ibu untuk lebih meningkatkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat melalui peningkatan pengetahuan dan sikap.</p> <p><strong>Kata</strong> <strong>kunci</strong> : Pengetahuan, Sikap, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)</p> 2024-01-01T00:00:00+08:00 Hak Cipta (c) 2023 Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat https://ojs3.poltekkes-mks.ac.id/index.php/medkasi/article/view/415 KANDUNGAN KLORIN PADA BERAS DI PASAR TRADISIONAL SIDRAP 2024-01-01T13:57:18+08:00 Rafidah Rafidah rafidah1@poltekkes-mks.ac.id Chalina Diza Azzahrah rafidah1@poltekkes-mks.ac.id Haderiah Haderiah rafidah1@poltekkes-mks.ac.id <p>Beras merupakan suatu bahan pokok makanan yang berguna sebagai sumber energy tubuh manusia. Dari khasiat yang terkandung pada beras, tidak produsen menggunakan bahan tambahan pangan dengan tujuan memperpanjang masa simpan atau memperbaiki tekstur, cita rasa, dan warna. Salah satu bahan tambahan pangan yang dilarang ditambahkan pada beras adalah klorin. Penambahan klorin ini bertujuan agar beras yang standar medium terlihat seperti beras yang berkualitas super. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui adanya Zat Klorin pada beras Medium dan Premium yang Dijual Di Pasar Tradisional Sidrap.Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan uji pemeriksaan laboratorium. Sampel yang akan diteliti sebanyak 25 sampel. Hasil penelitian yang menunjukkan dari 25 sampel beras yang diperiksa negative mengandung klorin. Dan hasil observasi pedagang beras yaitu sumber beras berasal dari pabrik, lama penjualan yaitu 2 – 3 minggu, 4 pedagang melakukan pengolahan beras seperti mencuci kembali sisa beras. Kesimpulan bahwa dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pada 25 sampel beras yang beredar di pasar tradisional di Kabupaten Sidrap membuktikan bahwa beras tersebut negatif mengandung klorin.</p> <p><strong>Kata kunci : </strong>Beras, Klorin</p> 2024-01-01T00:00:00+08:00 Hak Cipta (c) 2023 Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat https://ojs3.poltekkes-mks.ac.id/index.php/medkasi/article/view/416 HUBUNGAN SARANA PENANGANAN SAMPAH TERHADAP TINGKAT KEPADATAN LALAT DI PUSAT NIAGA DAYA KOTA MAKASSAR 2024-01-01T14:01:18+08:00 Juherah Juherah kesling.mks@gmail.com Karmila Pamin kesling.mks@gmail.com Rasman Rasman kesling.mks@gmail.com <p>Pasar adalah sekelompok pembeli dan penjual (pedagang) barang atau jasa tertentu. Pembeli adalah kelompok yang menentukan permintaan produk atau barang dan penjual adalah kelompok yang menentukan penawaran produk. Metode penelitian yaitu Observasional dengan pendekatan <em>deskriptif </em>dimana penelitian ini untuk menjelaskan suatu keadaan dan situasi. Tujuan penelitian yaitu mencari hubungan antara penanganan sampah terhadap tingkat kepadatan lalat. Jenis analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah disajikan dalam bentuk tabel, selanjutnya dianalisa secara deskriptif untuk mengetahui hasil dari variabel yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pengukuran sarana penampungan sampah yang memenuhi syarat sebanyak 1 (100%) titik pengukuran dengan kategori indeks populasi lalat yang tinggi. Sarana pengumpulan sampah yang tidak memenuhi syarat sebesar 3 (33,3%) titik pengukuran dengan indeks populasi lalat yang rendah. Dan pada sarana pengumpulan sampah yang tidak menuhi syarat sebesar 6 (66,6%) titik pengukuran dengan tingkat kepadatan lalat yang tinggi. pengukuran sarana penmpungan sampah sementara yang tidak memenuhi syarat sebanyak 3 (100%) titik pengukuran dengan kategori tingkat kepadatan lalat yang tinggi.Kesimpulan menunjukkan bahwa ada hubungan sarana pengumpulan, sarana pemilahan dan sarana penampungan sampah sementara terhadap tingkat kepadatan lalat. Oleh karena itu disarankan kepada pengelola Pusat Niaga Daya untuk melakukan pemilahan sampah berdasarkan jenisnya dan menyediakan sarana penanganan sampah yang memenuhi syarat.</p> <p><strong>Kata kunci</strong> : Pasar, Pengumpulan Sampah, Pemilahan Sampah, Tingkat Kepadatan Lalat</p> 2024-01-01T00:00:00+08:00 Hak Cipta (c) 2023 Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat https://ojs3.poltekkes-mks.ac.id/index.php/medkasi/article/view/417 PENGGUNAAN ALAT PEMBAKARAN SAMPAH TANPA ASAP UNTUK MENGATASI PENCEMARAN LINGKUNGAN 2024-01-01T14:46:15+08:00 Abdur Rivai abdur60rivai@gmail.com Muhammad Fausy abdur60rivai@gmail.com Mulyadi Mulyadi abdur60rivai@gmail.com <p>Alat pembakaran sampah tanpa asap atau Insinerator adalah alat yang digunakan untuk mengubah bentuk sampah menjadi ukuran yang lebih kecil. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana proses modifikasi penggunaan alat pembakaran sampah tanpa asap untuk mengatasi pencemaran lingkungan. Jenis penelitian ini adalah eksperimen terapan dengan melakukan pengukuran pembakaran sampah tanpa asap untuk mengetahui setiap perbedaan variasi waktu yang paling optimal dari pembakaran yang akan dilakukan. Pengujian ini dilakukan dengan waktu 5 menit, 10 menit, 15 menit, 20 menit dan 25 menit untuk menentukan jumlah partikel asap dan suhu tungku pembakaran yang di dapatkan. Hasil pengujian penggunaan alat pembakaran sampah tanpa asap dengan menggunakan jenis sampah organik kering seberat 750 gram untuk mengetahui partikel asap yang di hasilkan dari setiap perbedaan variasi waktu, yang memiliki partikel asap tertinggi pada percobaan 5 menit nilai partikel asap 47,97pt dengan suhu 75<sup>o</sup>C, untuk percobaan 10 menit nilai partikel asap 29,82pt dengan suhu 105<sup>o</sup>C, kemudian percobaan 15 menit nilai partikel asap 23,89pt dengan suhu 129<sup>o</sup>C, kemudian percobaan 20 menit nilai partikel asap 20,84pt dengan suhu 179<sup>o</sup>C dan partikel asap yang terendah pada percobaan 25 menit nilai partikel asap 19,04pt dengan suhu 190<sup>o</sup>C. Dalam Penelitian ini disimpulkan efektif apabila kecepatan aliran asap di dapatkan rendah dan partikel asap yang di dapatkan sangat lambat dengan suhu tungku pembakaran &lt;800<sup>o</sup>C. Disarankan untuk mencari output yang lain bukan hanya untuk menghilangkan asapnya dan akan lebih bagus lagi jika bisa di atur secara otomatis di era perkembangan zaman ini agar dapat lebih menarik.</p> <p><strong>Kata Kunci :</strong> Pembakaran Sampah Tanpa Asap</p> 2024-01-01T00:00:00+08:00 Hak Cipta (c) 2023 Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat https://ojs3.poltekkes-mks.ac.id/index.php/medkasi/article/view/418 GAMBARAN DENSITAS NYAMUK AEDES AEGYPTY DENGAN KEJADIAN DBD DI DAERAH ENDEMIS DESA PASUI KECAMATAN BUNTU BATU KABUPATEN ENREKANG 2024-01-01T14:49:39+08:00 Hamsir Ahmad ahmadhamsir@gmail.com Juherah Juherah ahmadhamsir@gmail.com Wahyuni Sahani ahmadhamsir@gmail.com <p>Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang cenderung meningkat dengan jumlah penderita dengan penyebaran yang luas. Masalah ini sering muncul dan berulang dengan datangnya musim hujan. Di Indonesia, dengan kurangnya kesadaran akan pentingnya anjuran pemberantasan nyamuk sebagai upaya pencegahan penyakit demam berdarah. Penyakit ini merupakan penyebab utama kematian anak-anak di beberapa negara Asia. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang kepadatan nyamuk <em>Aedes aegypty</em> dengan kejadian demam berdarah dengue di daerah endemis, Desa Pasui, Kecamatan Buntu Batu, Kabupaten Enrekang. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah kepala keluarga di Desa Pasui sebanyak 441 kepala keluarga. Sampel yang digunakan adalah 82 rumah. Data diolah dengan tabel SPSS yang diperoleh dari observasi dan wawancara dari jawaban 82 responden kemudian diolah dan disajikan dalam bentuk SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Angka Bebas Jentik (ABJ) untuk semua lokasi baik Dusun maupun Kecamatan berada pada &lt;95 sedangkan indikator kinerja atau target pengendalian RPJMN adalah Angka Bebas Jentik (ABJ) &lt;95. dan HI berada pada rentang poin 4 dan 5 sehingga dikategorikan kepadatan sedang pada nyamuk aedes aegypty. Untuk kejadian DBD di Kecamatan Buntu Batu ditemukan 12 orang yang pernah mengalami Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD). Kesimpulan dari penelitian ini adalah ABJ di Desa Pasui Kecamatan Buntu Batu belum memenuhi indikator yaitu bebas dari jentik nyamuk dan untuk House indek rumah masih berada pada kepadatan sedang. Angka kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) &nbsp;dalam satu tahun terakhir masih ditemukan sebanyak 12 orang di Daerah Endemis, Desa Pasui, Kecamatan Buntu Batu, Kabupaten Enrekang.</p> <p><strong>Kata kunci: </strong>Kepadatan Nyamuk Aedes Aegypty, DBD</p> 2024-01-01T00:00:00+08:00 Hak Cipta (c) 2023 Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat https://ojs3.poltekkes-mks.ac.id/index.php/medkasi/article/view/419 HUBUNGAN PENGETAHUAN PERILAKU CUCI TANGAN PAKAI SABUN (CTPS) DENGAN KEJADIAN PENYAKIT DIARE PADA ANAK USIA 6-12 TAHUN DI WILAYAH PUSKEMAS BAJENG KABUPATEN GOWA 2024-01-01T14:54:23+08:00 Nur Haidah nurhaidah2@gmail.com Nurwahidah Nurwahidah nurhaidah2@gmail.com Hidayat Hidayat nurhaidah2@gmail.com <p>Diare merupakanisalah satu penyakit berbasis lingkungan, Oleh karena itu pentinnya menjaga kondisi lingkungan dari penyakit menular seperti penyakit diare yang dapat dicegah dengan berperilaku hidup bersih dan sehat seperti mencuci tangan pakai sabun (CTPS). Tujuan penelitian ini untuk hubungan perilaku cuci tangan pakai sabun (CTPS) dengan kejadian penyakit diare pada Usia 6-12 Tahun di Wilayah Puskesmas Bajeng&nbsp; Kab. Gowa. Jenis penelitian adalah observasional Analitik dengan pendekatan case control&nbsp; jumlah keseluruhan sampel 132 sampel, 66 sampel kasus dan 66 sampel kontrol. Sampel pada penelitian ini menggunakan teknik Simple random sampling. Berdasarkan penelitian yang dilakukan didapat hasil bahwa ada hubungan antara pengetahuan dengan kejadian penyakit diare pada anak usia 6-12 tahun dengan p=0.000 (&lt;0.05), tidak ada hubungan antara sikap dengan kejadian penyakit diare pada anak usia 6-12 tahun dengan p=0.239 (&gt;0.05) dan ada hubungan antara tindakan dengan kejadian penyakit diare pada anak usia 6-12 tahun dengan p=0.000 (&lt;0.05). Kesimpulan dari penelitian yang telah dilakukan adalah ada hubungan antara pengetahuan dengan kejadian penyakit diare pada anak usia 6-12 tahun, tidak ada hubungan antara sikap dengan kejadian penyakit diare pada anak usia 6-12 tahun, dan ada hubungan antara tindakan) dengan kejadian penyakit diare pada anak usia 6-12 tahun. Diharapkan kepada Puskemas Bajeng dapat memberikan penyuluhan di setiap sekolah tentang pentingya berperilaku hidup bersih dan sehat agar dapat mencegah penyakit seperti diare serta diharapkan kepada anak-anak agar selalu berperilaku hidup bersih dan sehat.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> DiareiPerilaku Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), Anak Usia 6-12 tahun</p> 2024-01-01T00:00:00+08:00 Hak Cipta (c) 2023 Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat https://ojs3.poltekkes-mks.ac.id/index.php/medkasi/article/view/420 PENGARUH VARIASI UMPAN TERHADAP KEPADATAN LALAT PADA PERANGKAP BOTOL PLASTIK AIR MINERAL 2024-01-01T14:57:49+08:00 Sulasmi Sulasmi laksmi.kesling@gmail.com Eka Ayu Astuti laksmi.kesling@gmail.com La Taha La Taha laksmi.kesling@gmail.com <p>Lalat merupakan salah satu jenis serangga pengganggu. Aktivitas lalat dipengaruhi oleh sinar matahari, suhu, kelembaban, air, makanan dan tempat berkembang biak. Lalat mampu berproduksi dengan cepat yaitu selama 15 hari. Lalat merupakan vektor penyakit bawaan makanan termasuk disentri, diare, muntah, tipus dan beberapa spesies dapat menyebabkan myiasis. Lalat tidak dapat sepenuhnya dimusnahkan tetapi dapat dikendalikan ke tingkat yang tidak terlalu berbahaya dan tidak berbahaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi umpan terhadap kepadatan lalat pada perangkap botol plastik air mineral. Penelitian &nbsp;eksperimen semu &nbsp;menggunakan desain penelitian Post Test Only With Control Group. Desain penelitian ini,&nbsp; untuk mengukur preferensi jenis umpan yang digunakan. Sampel yang&nbsp; dalam penelitian ini adalah seluruh lalat yang tertangkap dalam botol plastik air mineral sebanyak 541 ekor dan analisis datanya akan diuji dengan melakukan uji statistik. Hasil uji One way Anova menunjukkan nilai signifikansi p = 0,000 &lt; 0,05 hal ini berarti terdapat pengaruh variasi umpan terhadap kepadatan lalat, umpan gula merah yang paling menarik dan menangkap lalat. Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh variasi umpan terhadap kepadatan lalat pada perangkap botol plastik air mineral. peneliti menyarankan agar pedagang di pasar dapat menggunakan perangkap botol plastik berisi air mineral untuk mengurangi kepadatan lalat.</p> <p><strong>Kata kunci : </strong>Lalat, Pasar,&nbsp; Perangkap lalat, Umpan.</p> 2024-01-01T00:00:00+08:00 Hak Cipta (c) 2023 Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat https://ojs3.poltekkes-mks.ac.id/index.php/medkasi/article/view/421 UJI EFEKTIVITAS SARI DAUN PERIA (Momordica Charantia) TERHADAP MORTALITAS JENTIK AEDES AEGYPTI 2024-01-01T15:02:04+08:00 Rostina Rostina rostinas233@gmail.com Khiki Purnawati Kasim rostinas233@gmail.com Azmi Awaliyah rostinas233@gmail.com <p>Demam Berdarah Dengue (DBD) masih merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang utama di Indonesia. Jumlah penderita dan luas daerah penyebarannya semakin bertambah seiring dengan meningkatnya mobilitas dan kepadatan penduduk, maka dari itu perlu dilakukan pengendalian dan pembasmian terhadap vektor melalui pembrantasan jentik <em>Aedes aegypti</em> dengan menggunakan larvasida alami.&nbsp; Daun peria memiliki zat aktif yang terkandung didalamnya yaitu <em>flavonoid, saponin dan alkaloid</em> memiliki sifat antimikroba dan insektisida dalam mekanisme larvasida. Tujuan penelitian untuk mengetahui efektivitas sari daun peria terhadap mortalitas jentik <em>Aedes aegypti, </em>dengan menggunakan indikator penilaian sesuai panduan Permenkes No. 50 Tahun 2017 untuk penelitian ini menggunakan 320 ekor jentik dengan 3 kali pengulangan dengan&nbsp; menggunakan konsentrasi 10%, 20%, 30%, dan Kontrol (0%). Hasil penelitian menunjukkan rata rata kematian jentik konsentrasi 10% ialah 9 ekor jentik atau 45%, konsentrasi 20% ialah 19 ekor jentik&nbsp; atau 95%, konsentrasi 30% ialah 20 ekor jentik&nbsp; atau 100%. Sebelum dan setelah penelitian dilakukan pengukuran suhu dan kelembaban dan didapatkan hasil rata rata suhu ialah 28,5 °C dan rata rata kelembaban ialah 83%. Kesimpulan penelitian menggunakan sari daun peria dengan konsetrasi 20% dan 30% efektif terhadap mortalitas jentik <em>Aedes aegypti </em>dan konsentrasi 10% tidak efektif, disarankan masyrakat menggunakan konsentrasi&nbsp; 20% karena efektif terhadap mortalitas jentik <em>Aedes agypti</em> dan memanfaatkan daun peria (<em>Momordica Chrantia</em>) sebagai insektisida alami karena mudah didapatkan dan sangat sederhana cara pembuatannya serta ramah lingkungan.</p> <p><strong>Kata kunci: </strong>Efektivitas, Jentik <em>Aedes aegypti, </em>Sari Daun Peria</p> 2024-01-01T00:00:00+08:00 Hak Cipta (c) 2023 Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat https://ojs3.poltekkes-mks.ac.id/index.php/medkasi/article/view/422 RISIKO GANGGUAN MUSCULOSKELETAL DISORDERS (MSDs) PADA PEKERJA KULI PANGGUL DI PELABUHAN NUSANTARA KOTA PAREPARE 2024-01-01T15:33:03+08:00 Rinaldi Hitman heni02_epidUH@yahoo.com Henni Kumaladewi Hengky heni02_epidUH@yahoo.com Fitriani Umar heni02_epidUH@yahoo.com Haniarti Haniarti heni02_epidUH@yahoo.com <p>Gangguan <em>musculoskeletal disorders</em> adalah cedera atau nyeri dan gangguan yang mempengaruhi gerakan tubuh manusia atau sistem <em>musculoskeletal</em>. Gangguan ini merupakan hal umum yang terjadi pada berbagai jenis pekerjaan, salah satunya kuli panggul. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berpengaruh terhadap gangguan MSDs pada pekerja kuli panggul di pelabuhan Nusantara. Jenis penelitian adalah <em>analitik</em> dengan desain <em>cross sectional study</em>. Sampel adalah kuli panggul di Pelabuhan Nusantara Kota Parepare. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode <em>simple random sampling </em>sebanyak 86 orang. Analisis <em>bivariate </em>menggunakan <em>uji fisher exact test</em> melihat <em>lower limit</em> dan <em>upper limit</em>. Hasil peneitian menunjukkan bahwa usia ( <em>p</em> = 0.000, OR= 0.042 , CI 95% = 0.014-0.128 ), masa kerja ( <em>p</em> = 0.004 , OR= 6.000 , CI 95% = 1.831-19.660 ) berpengaruh terhadap gangguan MSDs sedangkan durasi kerja ( <em>p</em> = 0.771 , OR= 1.154 CI 95% = 0.359-3.712 ) dan IMT ( <em>p</em> = 0.754 , OR= 0.736 CI 95% = 0226-2.395) tidak berpengaruh terhadap gangguan MSDs. Disarankan bagi pekerja kuli panggul yang berusia ≥30 tahun dan memiliki masa kerja ≥4 tahun agar mengurangi beban kerja dan sering melakukan peregangan sebelum dan sesudah bekerja sehingga dapat meminimalisir terjadinya gangguan <em>musculoskeletal disorders</em>.</p> <p><strong>Kata Kunci : </strong><em>Musculoskeletal disorders</em>, Usia, Durasi Kerja, Masa Kerja, IMT</p> 2024-01-01T00:00:00+08:00 Hak Cipta (c) 2023 Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat https://ojs3.poltekkes-mks.ac.id/index.php/medkasi/article/view/423 KEMAMPUAN ZAT ANTOSIANIN PADA KETAN HITAM SEBAGAI PENDETEKSI BORAKS DAN FORMALIN PADA BAHAN MAKANAN DI PASAR KOTA MAKASSAR 2024-01-01T15:37:18+08:00 Inayah Inayah inayahmahmud.500@gmail.com Maryam Maryam inayahmahmud.500@gmail.com Wahyuni Sahani inayahmahmud.500@gmail.com <p>Penggunaan bahan tambahan pangan (BTP) yang dilarang masih sering digunakan untuk mengawetkan makanan, seperti yang ditemukan di Pasar Karuwisi Makassar, berdasarkan sampel yang diperiksa dari 15 sampel makanan terdapat 7 sampel yang mengandung boraks. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kemampuan zat antosianin pada ketan hitam sebagai pendeteksi boraks dan formalin pada bahan makanan yang dijual di Pasar Kota Makassar. Jenis penelitian ini adalah ekperimental dengan menggunakan zat antosianin pada ketan hitam yang kemudian dipindahkan pada kertas saring sebagai media deteksi. Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan dari 3 sampel untuk pemeriksaan boraks meliputi cincau, kulit lumpia dan bakso mendapatkan hasil negatif mengandung boraks. Adapun 3 sampel untuk pemeriksaan formalin meliputi ikan basah, mie dan tahu, mendapatkan hasil 1 sampel yang mengandung formalin yaitu ikan basah. Maka dari itu kesimpulan penelitian ini kandungan boraks dan formalin pada bahan makanan dapat dideteksi dengan menggunakan zat antosianin pada ketan hitam menggunakan media kertas saring.</p> <p><strong>Kata kunci </strong>: Bahan Tambahan Pangan, Zat Antosianin, Ketan Hitam</p> 2024-01-01T00:00:00+08:00 Hak Cipta (c) 2023 Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat https://ojs3.poltekkes-mks.ac.id/index.php/medkasi/article/view/424 GAMBARAN PENGOLAHAN LIMBAH CAIR KELAPA SAWIT DI PT PERKEBUNAN NUSANTARA XIV KABUPATEN LUWU TIMUR 2024-01-01T15:40:44+08:00 Syamsuddin S syam.kesling@gmail.com A.Meriam Nurlatifah Rivai syam.kesling@gmail.com <p>Industri minyak sawit merupakan salah satu industri yang mengalami pertumbuhan yang cukup pesat. Proses pengolahan kelapa sawit dapat menghasilkan limbah cair. Tingginya bahan organik yang dikandung oleh limbah cair dapat mengakibatkan beban pencemaran yang semakin besar, karena diperlukan degradasi bahan organis yang lebih besar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui metode pengolahan yang digunakan dan kualitas limbah cair di PT Perkebunan Nusantara XIV Kabupaten Luwu Timur. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan pemeriksaan limbah cair parameter <em>Biologycal Oxygen Demand </em>dan <em>Total Suspended Solid</em>. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode pengolahan limbah yang digunakan adalah <em>Biologycal Ponding System </em>dengan menggunakan 6 kolam. Adapun kualitas limbah cair pemeriksaan <em>outlet </em>parameter BOD dan TSS menunjukkan nilai yang memenuhi syarat sesuai dengan PermenLH No. 5 Tahun 2014 dengan nilai rata-rata BOD sebesar 81,3 mg/L dan penurunan sebesar 32% serta nilai rata-rata TSS sebesar 119,3 mg/L dengan penurunan sebesar 98%. Kesimpulan penelitian ini yaitu metode pengolahan limbah cair yang digunakan di PT Perkebunan Nusantara XIV Kabupaten Luwu Timur sudah memenuhi syarat karena dapat menurunkan kadar limbah cair parameter BOD dan TSS sebelum di buang ke badan penerima air</p> <p><strong>Kata kunci : </strong>BOD, Limbah Cair, TSS</p> 2024-01-01T00:00:00+08:00 Hak Cipta (c) 2023 Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat https://ojs3.poltekkes-mks.ac.id/index.php/medkasi/article/view/425 ANALISIS RISIKO GANGGUAN SALURAN PERNAFASAN PADA KEGIATAN PEMBUATAN BATAKO DI UD. FATIMAH, KOTA PADANG 2024-01-01T15:44:16+08:00 Suksmerri Suksmerri sariarlinda29@gmail.com Erdinur Erdinur sariarlinda29@gmail.com Mukhlis Mukhlis sariarlinda29@gmail.com Sari Arlinda sariarlinda29@gmail.com Lili Oktia Pratiwi sariarlinda29@gmail.com <p>Kegiatan pada industri batu bata sangat berpotensial mengakibatkan pencemaran udara berupa debu yang berukuran 10µm atau disebut juga Particulate Matter 10 (PM<sub>10</sub>). Particulate Matter (PM₁<sub>0</sub>) merupakan zat berbahaya yang dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu melakukan Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan Pada Pekerja Batu Bata di UD. Fatimah Kota Padang. Desain yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan metode analisis risiko kesehatan lingkungan (ARKL). Sampel pada penelitian ini yaitu sampel udara yang berukuran 10 mikrometer dan sampel pekerja yaitu sebanyak 6 pekerja. Data diolah dengan menggunakan rumus untuk menentukan karakteristik risiko (RQ).Hasil penelitian ini mendapatkan konsentrasi PM<sub>10 </sub>pada titik pembakaran yaitu 231 µg/m<sup>3</sup>. Dengan demikian konsentrasi PM<sub>10</sub> pada industri batu bata ini pada titik pembakaran melebihi Nilai Baku Mutu (75 µg/m<sup>3 </sup>menurut Peraturan Pemerintah No. 22 Tahun 2021) dan sebanyak 83,3% mengalami gejala gangguan pernapasan dan berisiko dalam pajanan lifetime..Nilai RQ&gt;1 pada titik pembakaran, artinya&nbsp; pemajanan tidak aman atau sangat berisiko pada pekerja industri.</p> <p><strong>Kata Kunci :</strong> Batu Bata; Debu PM<sub>10</sub>; Gangguan Pernapasan</p> 2024-01-01T00:00:00+08:00 Hak Cipta (c) 2023 Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat https://ojs3.poltekkes-mks.ac.id/index.php/medkasi/article/view/426 PENERAPAN PERSONAL HYGIENE PADA PENJAMAH MAKANAN JAJANAN DI PASAR CIDU KOTA MAKASSAR 2024-01-01T15:48:53+08:00 Asrijun Juhanto asrijun@stiktamalateamks.ac.id Fitriyani Fitriyani asrijun@stiktamalateamks.ac.id Muhammad Khadafi asrijun@stiktamalateamks.ac.id <p>Makanan merupakan kebutuhan mendasar bagi hidup manusia. Kasus keracunan makanan dan penyakit infeksi karena makanan sering terjadi. Salah satu penyebab adalah karena tidak memperhatikan personal hygiene yang mana hal tersebut dapat berpotensi menularkan penyakit melalui makanan yang diolahnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengetahuan, sikap dan tindakan terhadap penerapan personal higiene kepada penjamah makanan jajanan di Pasar Cidu Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Dari populasi yang ada yaitu penjamah makanan yang berada di Pasar Cidu dengan jumlah sampel 68 penjamah, serta metode pengambilan sampel secara total sampling<em>.</em> Hasil penelitian diolah dalam bentuk analisis univariat dan bivariat dengan <em>ρ </em><em>Value</em> &lt; 0.05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 3 variabel yang diteliti memiliki pengaruh terhadap penerapan personal hygiene penjamah makanan jajanan yang ada di Pasar Cidu, yaitu pengetahuan <em>ρ </em>value = 0,033, sikap <em>ρ </em>value = 0,005 dan tindakan <em>ρ </em>value = 0,009. Diharapkan kepada penjamah makanan untuk tetap menjaga personal higiene dengan benar.</p> <p><strong>Kata kunci :</strong> Personal hygiene, pengetahuan, sikap, Tindakan</p> 2024-01-01T00:00:00+08:00 Hak Cipta (c) 2023 Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat https://ojs3.poltekkes-mks.ac.id/index.php/medkasi/article/view/427 HUBUNGAN PERUBAHAN IKLIM DENGAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI KOTA ADMINISTRASI JAKARTA TIMUR 2024-01-01T15:53:54+08:00 Rojali Rojali rojali68@gmail.com Indah Restiaty rojali68@gmail.com Desembra Lisa rojali68@gmail.com Muhammad Dimas Setyadi rojali68@gmail.com <p>Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Indonesia merupakan salah satu penyakit endemik dengan angka kesakitan yang angka kejadiannya cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2020, menurut Profil Kesehatan Indonesia 2020, angka kejadian DBD di Indonesia mencapai 95.944 kasus. Jumlah kasus DBD di Kota Administrasi Jakarta Timur pada tahun 2021 tercatat sebanyak 925 kasus. Peningkatan kasus DBD disebabkan oleh faktor risiko yang dapat mempengaruhi terjadinya penyakit DBD, salah satu faktor risikonya adalah lingkungan fisik yaitu iklim. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui “Hubungan Perubahan Iklim dengan Kejadian Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) Di Kota Administrasi Jakarta Timur Tahun 2016-2021”. Rancangan penelitian ini menggunakan kajian ekologi yang menggunakan populasi sebagai unit analisis. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi gambaran iklim di Kota Administrasi Jakarta Timur tahun 2016-2021, mengidentifikasi gambaran kejadian DBD tahun 2016-2021, dan mengetahui hubungan perubahan iklim yaitu suhu, kelembaban, curah hujan , hari hujan, dan kecepatan kejadian DBD tahun 2016-2021. Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan uji statistik regresi linier sederhana, diketahui bahwa terdapat hubungan yang signifikan dengan tingkat korelasi sedang antara kelembaban relatif dan kecepatan dengan kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Administrasi Jakarta Timur Tahun 2016. -2021. Kelembaban yang tinggi akan meningkatkan kejadian DBD dan jika kecepatan rendah maka kejadian DBD juga akan meningkat. Mengingat adanya hubungan antara kedua variabel tersebut dengan kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD), maka diharapkan adanya kerjasama lintas sektoral di bidang terkait mengenai pemantauan iklim dan pengendalian penyakit DBD di Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur guna mencegah terjadinya lonjakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). di Kota Administrasi Jakarta Timur.</p> <p><strong>Kata kunci : </strong>Iklim, DBD, kelembaban relatif</p> 2024-01-01T00:00:00+08:00 Hak Cipta (c) 2023 Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat https://ojs3.poltekkes-mks.ac.id/index.php/medkasi/article/view/428 ANALISIS RISIKO KESEHATAN LINGKUNGAN PAJANAN PARTICULATE MATTER (PM10) DAN KARBON MONOKSIDA (CO) PADA MASYARAKAT DI DESA BUATA KECAMATAN BOTUPINGGE 2024-01-01T15:58:16+08:00 Herlina Jusuf ekawaty.prasetya@ung.ac.id Ekawaty Prasetya ekawaty.prasetya@ung.ac.id Nurwulan Igirisa ekawaty.prasetya@ung.ac.id <p>menimbulkan partikel debu, gas sehingga dapat menyebabkan beberapa gangguan penyakit pada lingkungan masyarakat sekitar desa buata. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat risiko kesehatan lingkungan pajanan <em>particulate matter </em>(PM<sub>10</sub>) dan Karbon Monoksida (CO) pada masyarakat desa buata. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL) dengan jumlah sampel 270 responden. Lokasi sampel udara terbagi atas 3 lokasi yang terdiri dari 2 titik. Hasil pengukuran Konsentrasi PM<sub>10 </sub>dari&nbsp; ketiga lokasi telah melewati baku mutu yang ditetapkan Pemerintah No. 22 Tahun 2021 pada Konsentrasi PM<sub>10&nbsp; </sub>yaitu 75 µg/Nm<sup>3</sup> atau 0.075 mg/m<sup>3</sup>. Hasil penggukuran CO juga melewati baku mutu yang di tetapkan Peraturan Pemerintah No. 22 Tahun 2021 yaitu 10.000 μg/Nm3 atau 10 mg/m<sup>3</sup>. Hasil perhitungan tingkat risiko (RQ) <em>realtime </em>pada konsentrasi PM<sub>10</sub> adalah RQ ≤ 1 tidak ada risiko non karsinogenik bagi masyarakat desa Buata.&nbsp; Tingkat risiko pada konsentrasi CO <em>realtime </em>adalah RQ ≤ 1, tidak ada risiko atau masih aman bagi masyarakat di desa Buata.Masyarakat diharapkan agar menjaga kesehatan dan lingkungan, dengan cara sering berolahraga, menjaga perilaku hidup bersih dan sehat serta melakukan penghijauan dan penanaman pohon di sekitar galian pasir dan sekitar pemukiman.</p> <p><strong>Kata Kunci :</strong> <em>ARKL, Galian Pasir, PM<sub>10</sub>, CO</em></p> 2024-01-01T00:00:00+08:00 Hak Cipta (c) 2023 Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat