ASUPAN ENERGI DAN KEBIASAAN SARAPAN DENGAN KEJADIAN KEKURANGAN ENERGI KRONIS (KEK) PADA REMAJA PUTRI
Energy Intake and Breakfast Habits with the Incidence of Chronic Energy Deficiency (CED) in Adolescent Girls
DOI:
https://doi.org/10.32382/mgp.v33i1.1899Kata Kunci:
Asupan Energi, Kebiasaan Sarapan, KEK, Remaja PutriAbstrak
Remaja putri merupakan kelompok usia yang rentan mengalami masalah gizi, salah satunya Kekurangan Energi Kronis (KEK). Kondisi ini disebabkan oleh ketidak seimbangan antara asupan dan kebutuhan energi dalam jangka waktu lama. Faktor perilaku makan, seperti rendahnya asupan energi dan kebiasaan melewatkan sarapan, diduga berkontribusi terhadap kejadian KEK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran hubungan antara asupan energi dan kebiasaan sarapan dengan kejadian KEK pada remaja putri. Penelitian menggunakan desain potong lintang yang dilakukan pada 54 remaja putri usia 15–18 tahun di wilayah kerja Puskesmas Sudiang Raya Makassar. Data asupan energi diperoleh melalui Food recall 1×24 jam dan dibandingkan dengan Angka Kecukupan Gizi (AKG), kebiasaan sarapan diukur menggunakan kuesioner frekuensi sarapan. Status KEK ditentukan berdasarkan ukuran Lingkar Lengan Atas (LILA) dengan batas <23,5 cm. Hasil penelitian menunjukkan terdapat remaja yang mengalami KEK 40,7 %, Asupan sarapan kurang 64,8 %, asupan total kurang 88,8%. Rata rata remaja putri memiliki variasi beragam 64,8% dan frekwensi makan cukup 59,3%. Remaja putri masih mengandalkan jajanan sebagai sumber energi sebesar 29,6% dan 16,7 berupa jajanan junkfood.. Diperlukan upaya edukasi gizi di sekolah untuk membentuk kebiasaan sarapan bergizi serta pemantauan status gizi secara berkala guna mencegah KEK pada remaja putri.
Referensi
Briawan, D., Khomsan, A., Alfiah, E., Nasution, Z., & Putri, P. A. (2023). Preference for and consumption of traditional and fast foods among adolescents in Indonesia. Food Research, 7(4), 211–226.
Fitriana, L., Rahmah, A., & Utami, R. (2022). Hubungan antara kebiasaan jajan dan asupan energi dengan status gizi remaja putri. Jurnal Gizi Klinik Indonesia, 19(1), 45–54.
Ilmi, I. M. B. (2024). The Effect of Food Diversity, Junk Food, and High Sugar Consumption on Adolescent Nutritional Status. Jurnal Gizi Indonesia, 13(2)
Kasmarini, F. (2023). The Relationship Between Fast Food Consumption, Pocket Money, and Nutritional Status among Adolescents. Jurnal Gizi dan Pangan (JGP), 18(1), 47–55.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia Tahun 2020. Jakarta: Kemenkes RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Laporan Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2023. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Jakarta: Kemenkes RI.
Saraswati, D. (2024). The Relationship between Breakfast Habits and Nutritional Status in Adolescent Girls. Media Gizi Indonesia, 19(2), 97–105.
Suryani, D., & Wulandari, N. (2021). Kebiasaan sarapan dan kaitannya dengan status gizi remaja sekolah menengah di Kota Bandung. Media Gizi Indonesia, 16(2), 120–128.
Warapsari, N. P. A. D. (2025). Fast Food Consumption Habits and Nutritional Status among Adolescents. JONE — Journal of Nutrition and Environment, 5(1), 55–64.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Hendrayati, Adriyani Adam, Zakaria

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
