PERBANDINGAN KADAR ASAM URAT BERDASARKAN WILAYAH DAN TINGKAT PENDIDIKAN PADA WANITA INDONESIA

Comparison of Uric Acid Levels Based on Region and Education Level in Indonesian Women

Penulis

  • Nisya Cesaryani Rahmasari1 Program Studi Gizi, Fakultas Ilmu Kesehatan dan Teknologi, Universitas Binawan
  • Rasyid Avicena Program Studi Gizi, Fakultas Ilmu Kesehatan dan Teknologi, Universitas Binawan
  • Dodik Briawan Program Studi Gizi, Fakultas Kedokteran dan Gizi, IPB University
  • Mira Dewi Program Studi Gizi, Fakultas Kedokteran dan Gizi, IPB University

DOI:

https://doi.org/10.32382/mgp.v33i1.1623

Kata Kunci:

Hiperurisemia, Tingkat Pendidikan, Wilayah

Abstrak

Hiperurisemia, atau peningkatan kadar asam urat dalam darah, merupakan kondisi metabolik yang dapat menyebabkan berbagai komplikasi kesehatan. Faktor sosial-demografis seperti wilayah tempat tinggal dan tingkat pendidikan diduga berpengaruh terhadap kadar asam urat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kadar asam urat pada wanita di Indonesia berdasarkan wilayah tempat tinggal dan tingkat pendidikan. Studi ini menggunakan desain cross sectional dengan melibatkan 606 wanita dari 10 provinsi di Indonesia selama periode September–Desember 2023. Analisis data menggunakan uji Kruskal Wallis dan Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 41–54 tahun, paling banyak berasal dari Jawa Barat dengan tingkat pendidikan terbanyak yaitu SMA/SMK. Mayoritas responden bekerja sebagai ibu rumah tangga, dengan wilayah tempat tinggal paling banyak di wilayah perkotaan. Kadar asam urat responden dalam penelitian ini ditemukan paling banyak berkategori normal. Hasil uji beda menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan antara kadar asam urat dengan tingkat pendidikan (p=0,459) maupun wilayah tempat tinggal (p=0,491). Disimpulkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara wilayah dan pendidikan dengan kadar asam urat. Oleh karena itu, upaya edukasi dan pencegahan hiperurisemia perlu dilakukan secara menyeluruh tanpa membedakan latar belakang sosial atau geografis, dengan dukungan media digital yang mudah diakses.

Referensi

Benn, C. L., Dua, P., Gurrell, R., Loudon, P., Pike, A., Storer, R. I., & Vangjeli, C. (2018). Physiology of hyperuricemia and urate-lowering treatments. Frontiers in Medicine, 8, 667343.

BPS [Badan Pusat Statistik]. 2021. Potret sensus penduduk 2020 menuju satu data kependudukan Indonesia. Jakarta BPS RI. (https//www.bps.go.id).

Dewi, R. K., Sari, R. M., & Nugroho, R. A. (2019). Hubungan antara pola makan dan kadar asam urat pada masyarakat desa dan kota di Yogyakarta. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 15(2), 109–116.

Hadi, P. D. (2018). Pengaruh tingkat pendidikan terhadap kebiasaan makan dan kadar asam urat pada wanita. Jurnal Gizi dan Kesehatan, 22(2), 49–56.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.

Kusumaningrum, D., Putri, R. M., & Santoso, B. (2017). Hubungan tingkat pendidikan dengan kadar asam urat pada lansia di Puskesmas Sukoharjo. Jurnal Gizi dan Kesehatan, 5(1), 43–50.

Lestari, A., & Rachmawati, D. (2020). Perbedaan pola konsumsi makanan sumber purin antara masyarakat kota dan desa. Jurnal Gizi Indonesia, 8(1), 27–34.

Mulyani, S., & Handayani, D. (2019). Pengaruh pendidikan terhadap perilaku kesehatan dan kadar asam urat pada wanita. Jurnal Penelitian Kesehatan, 18(4), 187–194.

Putri, A. N., Wulandari, S. R., & Setyawan, R. (2020). Hubungan tingkat pendidikan dan pengetahuan gizi dengan kejadian hiperurisemia pada wanita dewasa. Jurnal Gizi Klinik Indonesia, 16(3), 114–120.

Rahmasari, N. C., Briawan, D., & Dewi, M. (2025). Uric acid levels in Indonesian women: The role of purine intake and age. ARGIPA (Arsip Gizi Dan Pangan), 10(2), 82–92. https://doi.org/10.22236/argipa.v10i2.18751

Rahmasari, N. C., Briawan, D., & Dewi, M. (2024). Correlation of menopausal status, nutritional status, and uric acid level in Indonesian women. Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics), 397-405.

Setiawati, R., & Wulandari, A. (2020). Perbedaan kadar asam urat pada wanita di berbagai wilayah Indonesia. Jurnal Kesehatan Indonesia, 9(2), 134–140.

Wulandari, F., Prasetya, R. E., & Yulianti, D. (2019). Pengaruh akses informasi gizi terhadap perilaku diet rendah purin pada masyarakat urban dan rural. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 14(1), 42–50.

Zhang, Y., Chen, C., Choi, H. K., Chaisson, C., & Hunter, D. J. (2018). Urbanization and risk of hyperuricemia: A population-based study. BMC Public Health, 18(1), 984. https://doi.org/10.1186/s12889-018-5912-3

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-03

Terbitan

Bagian

Artikel