Faktor Yang Berhubungan Dengan Kontaminasi Telur Cacing Ascaries Lumbricoides Pada Selada di Usaha Kebab Kota Makassar
DOI:
https://doi.org/10.32382/sulo.v26i1.2126Kata Kunci:
Selada, jajanan, ascaris lumbricoides, kontaminasi parasitAbstrak
Kebab adalah salah satu hidangan tradisional asal Timur Tengah khususnya Turki, yang juga populer di Indonesia dengan tambahan sayuran mentah seperti selada, mentimun, dan tomat. Konsumsi selada dalam kondisi mentah berpotensi meningkatkan risiko kontaminasi telur cacing Ascaris lumbricoides. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kandungan telur cacing Ascaris lumbricoides pada sayuran selada di pedagang kebab Kota Makassar. Metode yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional, serta pemeriksaan laboratorium parameter telur cacing Ascaris lumbricoides menggunakan metode flotasi. Sampel diambil dari pedagang kebab di Kota Makassar yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kandungan telur cacing dengan proses pencucian (p = 0,028; p < 0,05), penyimpanan (p = 0,038; p < 0,05), pengolahan (p = 0,011; p < 0,05), dan penyajian (p = 0,006; p < 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa proses pencucian, penyimpanan, pengolahan, dan penyajian merupakan faktor yang berhubungan dengan keberadaan telur cacing Ascaris lumbricoides pada sayuran selada. Oleh karena itu, disarankan agar pedagang melakukan protokol pencucian dengan desinfektan yang efektif yaitu 0,5-1 ppm klorin, minimal 1 liter per kg selada pada air mengalir bersih, kemudian rendam dengan cuka 5% selama 10 menit, menggosok daun selada dengan tangan bersih selama 1 menit, kemudian bilas tiga kali dengan air mengalir, terakhir dikeringkan dengan kain bersih dan saat penyajian gunakan sarung tangan bersih.
Referensi
Adrianto, H. (2020). Buku ajar parasitologi. Yogyakarta: Rapha Publishing. Diakses dari https://books.google.co.id/books?id=25EEEAAAQBAJ
Amoah, I. D., Abia, A. L., & Stenström, T. A. (2018). Soil and water borne intestinal helminths in vegetable production. Food Control, 92, 281-292. https://doi.org/10.1016/j.foodcont.2018.05.007
Badan Pusat Statistik. (2023). Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022. BPS. https://www.bps.go.id
Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI). (2014). Penyimpanan, pengolahan dan penyajian pangan. Diakses dari https://klubpompi.pom.go.id/uploads/book/Kiat%20Pengolahan%20Pangan.pdf
Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (2019). Ascariasis. Diakses dari https://www.cdc.gov/dpdx/ascariasis/index.html.
Duedu, K. O., Yarnie, E. A., & Tetteh-Quarcoo, P. B. (2021). A review of the role of fly vectors in the transmission of soil-transmitted helminths. Parasites & Vectors, 14(1), 1-12. https://doi.org/10.1186/s13071-021-04789-5
Eko Haryanto, Wahyuni, R., & Prasetyo, A. (2007). Sawi & selada seri agribisnis. Jakarta: Penebar Swadaya.
Haderiah, H., & Ramadhani, F. (2018). Kontaminasi telur cacing Ascaris lumbricoides pada lalapan kubis di warung makan kota Makassar. Jurnal Kesehatan Lingkungan Sulolipu, 4(1), 55–60.
Hasan, B., Putri, R. N., & Syafrida, A. (2021). Kontaminasi telur Soil Transmitted Helminth pada selada di pasar tradisional. Prosiding Seminar Nasional Biologi FMIPA UNP. Diakses dari https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/download/24/19
Hariyani, T. (2021). Strategi Pedagang Kaki Lima Dalam Mempertahankan Usaha Di Tengah Pandemi Covid-19. Jurnal Ekuivalensi, 7(1), 147-164. https://doi.org/10.51846/jeko.v7i1.495
Haris, M. (2024). Interaksi Sosial Dan Jaringan Ekonomi Pedagang Kaki Lima Dalam Konteks Perubahan Ekonomi Lokal. Masyarakat Madani: Jurnal Kajian Islam Dan Pengembangan Masyarakat, 9(1), 8498.Online. https://devojs.uinsuska.ac.id/index.php/jmm/article/view/29779
Hotez, P. J., et al. (2022). The nexus of parasitology, ecology, and human behavior: Soil-transmitted helminths in Southeast Asia. Trends in Parasitology, 38(5), 387-399. https://doi.org/10.1016/j.pt.2022.01.005
Irwan, I. (2022). Higiene pengolahan pangan dalam mencegah infeksi parasit. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 14(2), 101–108.
Irawan, D. W. P. (2022). Prinsip-prinsip hygiene sanitasi makanan minuman. Magetan: Poltekkes Kemenkes Surabaya.
Khiki Purnawati Kasim, Rafidah, Rostina, Nurkhatimah Latifah. (2024). Efektivitas kayu secang dalam menurunkan jumlah bakteri coliform pada air minum. Jurnal Media Kesehatan Poltekkes Makassar, 280-288. https://doi.org/10.32382/medkes.v19i2.1232
Khiki Purnawati Kasim, Rostina, & Julianti, P. D. (2024). Kontaminasi telur Ascaris lumbricoides pada daun selada di burger Pa’baeng-Baeng. Jurnal Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat, 24(1). Diakses dari https://ojs3.poltekkes-mks.ac.id/index.php/medkasi/article/view/1324. https://doi.org/10.37090/jmedkasi.v24i1.1324
Kemenkes kesehatan lingkungan. (2023). Peraturan menteri kesehatan republik indonesia nomor 2 tahun 2023. www.peraturan.go.id.
Lestari, I. A., Rahayu, A., & Mulyaningsih, Y. (2022). Pertumbuhan dan produksi tanaman selada (Lactuca sativa L.) pada berbagai media tanam. Jurnal Agronida, 8(1). https://doi.org/10.5281/zenodo.6789456
Lestari, H. T., & Wijayanti, Y. (2023). Pratik Personal Hygiene pada Penjamah Makanan Pedagang Kaki Lima. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia, 4(2). https://doi.org/10.15294/jppkmi.v4i2.70545
Liu, H., et al. (2023). Soil-transmitted helminth infections and stunting in children: A systematic review and meta-analysis. The Lancet Global Health, 11(4), e612-e622. https://doi.org/10.1016/S2214-109X(23)00045-7
Nashiha, A., Putri, D., & Widya, L. (2018). Identifikasi telur cacing Soil Transmitted Helminths pada sayuran selada (Lactuca sativa) yang dijual oleh pedagang makanan. Diakses dari https://www.researchgate.net/publication/336801275
Melvia. (2022). Identifikasi telur cacing soil transmitted pada sayur selada dan sayur kubis yang dijual di pasar tradisional Medan Area [Skripsi]. Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Diakses dari http://repository.umsu.ac.id/handle/12345
M. J. Rahayu, A. P. Musyawaroh & E. Fitria. (2020). Implementasi Kebijakan Penataan Pedagang Kaki Lima Pasca Pandemi Covid-19 Di Kota Mojokerto. Map (Jurnal Manajemen dan Administrasi Publik), 5(4), 418432. https://jurnal.uwp.ac.id/pps/index.php/map/article/view/522
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Permenkes RI). (2011). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1096/Menkes/Per/VI/2011 tentang Higiene Sanitasi Jasa Boga. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI. Diakses dari https://peraturan.go.id/id/permenkes-no-1096-menkesper-vi-2011-tahun-2011
Prameswarie, T. (2019). Identifikasi telur cacing Ascaris lumbricoides di sayuran selada pada hamburger yang dijual di Kecamatan Ilir Barat [Skripsi]. Universitas Sriwijaya. Diakses dari https://repository.unsri.ac.id/39409
Prianto, L. A. (2006). Atlas parasitologi kedokteran. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Pullan, R. L., Smith, J. L., Jasrasaria, R., & Brooker, S. J. (2014). Global numbers of infection and disease burden of soil transmitted helminth infections in 2010. Parasites & Vectors, 7(1), 37. https://doi.org/10.1186/1756-3305-7-37
Purba, Y., Lestari, M., Rajagukguk, T., Aritonang, E., & Girsang, V. I. (2023). Identifikasi telur cacing Soil Transmitted Helminths pada feses anak usia 6–7 tahun di SDN 1 Ambarita Kabupaten Samosir. Jurnal Teknologi, Kesehatan & Ilmu Sosial, 5(1), 180–187.
Rachmawati, N., et al. (2019). Prevalence of intestinal helminth eggs on vegetables from traditional markets in Indonesia. Journal of Infection in Developing Countries, 13(5), 456-463. https://doi.org/10.3855/jidc.11234
Rafidah, R., & Nurpiyani, N. (2018). Faktor risiko kontaminasi parasit pada sayuran mentah di warung makan kaki lima. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 7(1), 40–47.
Rahayu, M. J., Musyawaroh, A. P., & Fitria, E. (2020). Stabilisasi pedagang kaki lima di ruang publik Kota Surakarta. Yayasan Kita Menulis. Diakses dari https://kitamenulis.id/2020/09/16/stabilisasi-pkl
Rasjal, Et.Al. 2022. Respon Tanaman Selada (Lactuca Sativa L) Terhadap Berbagai Macam Pupuk Organik Yang Ditanam Pada Duaperiode Tanam.Online. https://jurnal.fp.umi.ac.id/index.php/agrotekmas/article/viewFile/273/228
Rifdha, M., & Zahara, Iw (2023). Indentifikasi Telur Cacing Soil Transmitted Helminthes (Sth) Pada Sayuran Selada (Lactuca Sativa) Dan Sayuran Kubis ((Brassica Oleracea) Yang Dijual Di Pasar Tradisional Di Kecamatan Medan Area. Jurnal Ilmiah Maksitek , 8 (1), 43-48. Retrieved from. https://www.makarioz.sciencemakarioz.org/index.php/JIM/article/view/368.
Ramadhan, F. (2024). Strategi pemasaran pada YY Kebab & Fast Food Cabang Kertoso Nganjuk untuk meningkatkan volume penjualan. Diakses dari https://repository.upnjatim.ac.id/30000/
Rawi, A. V. (2017). Pengaruh sumber nutrisi dan macam media organik dalam budidaya selada (Lactuca sativa L.) secara hidroponik sistem NFT [Tesis]. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Diakses dari http://repository.umy.ac.id/handle/123456789/15363
RD Iskandar. (2018). Lampiran Lembar Kuesioner. Online.https://dspace.uii.ac.id/bitstream/handle/123456789/9739/07.8%20Lampiran%208.pdf?sequence=18&isAllowed=y.
Setyowatiningsih L. (2023). Faktor Risiko Kontaminasi Telur Cacing Soil Transmitted Helminths Pada Sayuran Lalapan. Online. https://e-journal.upr.ac.id/index.php/JK/article/download/8745/4738/21049
Simonsen, P. E., et al. (2022). Helminth contamination of vegetables in urban markets. PLOS Neglected Tropical Diseases, 16(3), e0010256. https://doi.org/10.1371/journal.pntd.0010256
Suriyanti, et.al. 2024. Kebab Sebagai Inovasi Produk Makanan Yang Berguna Sebagai Peningkatan Gizi Pada Anak-Anak Di Desa Bontokassi Kecamatan Parangloe Kabupaten Gowa. Online. https://www.researchgate.net/publication/385704328_Kebab_Sebagai_Inovasi_Produk_Makanan_Yang_Berguna_Sebagai_Peningkatan_Gizi_Pada_AnakAnak_Di_Desa_Bontokassi_Kecamatan_Parangloe_Kabupaten_Gowa.
Taylor-Robinson, D. C., et al. (2024). Deworming for soil-transmitted helminths in children and its impact on growth. Cochrane Database of Systematic Reviews, 2, CD000371. https://doi.org/10.1002/14651858.CD000371.pub8
Tony Subrata Suryat (2012) "Hubungan Seting Trotoar dengan Jl. Prof. H. Soedarto,SH,Semarang".Online. http://eprints.undip.ac.id/17994/1/Tony_Subrata_Suryat.pdf.
Wantini sri, et.al. 2019. Hubungan Higiene Sanitasi Terhadap Telur Nematoda Usus Pada Lalapan Mentah di Warung Pecel Lele Sepanjang Jalan Z.A Pagar Alam Bandar Lampung. Online. https://www.researchgate.net/publication/337025328_Hubungan_Higiene_Sanitasi_Terhadap_Telur_Nematoda_Usus_Pada_Lalapan_Mentah_di_Warung_Pecel_Lele_Sepanjang_Jalan_ZA_Pagar_Alam_Bandar_Lampung
Widodo, A., & Ikawati, K. (2019). Pemeriksaan telur soil transmitted helminths pada kotoran kuku pemulung di tempat pembuangan akhir (tpa) sampah. Online. http://ojs.serambimekkah.ac.id/index.php/makma.
WHO. (2020). Soil-transmitted helminth infections. WHO. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/soil-transmitted-helminth-infections
WHO. (2021). Stunting. WHO. https://www.who.int/health-topics/stunting
WHO (2022). Soil Transmitted Helminthiases. Number of Children (PreSAC And SAC) Requiring Preventive Chemotherapy for Soiltransmitted Helminthiasis, WHO. Available at. https://www.who.int/newsroom/factsheets/detail/autismspectrumdisorders
Widyaningsih. (2017). Identifikasi Telur Cacing Ascaris Lumbricoides Dan Trichuris Trichiura Secara Langsung Pada Feses Anak Tk Al-Kautsar Di Kelurahan Mojosongo Kecamatan Jebres. https://repository.setiabudi.ac.id/ide/eprint/506/
Yildiz, H. (2013). A history of Turkish kebab. Journal of Middle Eastern Culinary Studies, 5(2), 45-58
Yunus, M., & Insani, A. (2017). Tata kelola pedagang kaki lima di Kota Makassar (Studi kasus pedagang pisang epe’di Pantai Losari). JAKPP (Jurnal Analisis Kebijakan & Pelayanan Publik), 23-36. Online
Yustika ana, et.al. 2022. Identifikasi Cacing Dan Telur Cacing Pada Sayuran Lalapan Di Pasar Tradisional Kota Semarang. https://ejournal.keslingpoltekkesbjm.com/index.php/JKL/article/download/500/183
















