Hubungan Pengetahuan, Sikap, dan Tindakan Penjamah Makanan Dengan Hygiene Sanitasi Makanan Pada Pedagang Kaki Lima di Kecamatan Rappocini, Kota Makassar
DOI:
https://doi.org/10.32382/sulo.v26i1.2121Kata Kunci:
Penjamah makanan, higiene sanitasi, pedagang kaki limaAbstrak
Penjamah makanan adalah orang yang bekerja langsung atau bersentuhan dengan makanan, mulai dari memilih bahan hingga menyajikan makanan. Kontak langsung dengan makanan dapat menjadi sumber kontaminasi jika aturan higiene dan sanitasi tidak diikuti. Pedagang kaki lima di Kelurahan Banta-bantaeng beroperasi di area padat lalu lintas dengan fasilitas terbatas. Survei awal menunjukkan banyak penjamah makanan tidak menerapkan hygiene sanitasi dengan benar, seperti tidak mencuci tangan, tidak menggunakan APD (masker, sarung tangan, penutup kepala), serta mencuci peralatan dengan air yang digunakan berulang kali. Hal ini berisiko tinggi menyebabkan kontaminasi makanan dan Kejadian Luar Biasa (KLB) keracunan pangan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan perilaku penjamah makanan (pengetahuan, sikap, tindakan) dengan hygiene sanitasi makanan pada pedagang kaki lima di Kelurahan Banta-bantaeng, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar. Jenis penelitian adalah observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel diambil secara simple random sampling sebanyak 72 responden dari 88 populasi penjamah makanan yang menggunakan gerobak. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan observasi langsung. Analisis data menggunakan uji Chi Square dengan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara hygiene sanitasi makanan dengan pengetahuan (p=0,003), sikap (p=0,007), dan tindakan (p=0,000). Sebanyak 37 responden (51,4%) memenuhi syarat hygiene sanitasi makanan, sedangkan 35 responden (48,6%) belum memenuhi syarat. Kesimpulan penelitian ini adalah pengetahuan, sikap, dan tindakan penjamah makanan berhubungan signifikan dengan hygiene sanitasi makanan. Disarankan agar pedagang lebih memperhatikan personal hygiene dan menggunakan APD saat mengolah makanan. Peneliti selanjutnya disarankan melakukan pemeriksaan Angka Lempeng Total (ALT) pada peralatan makan pedagang kaki lima.
Referensi
Ainutajriani, A., Artanti, D., Juniawan, M. F., Budiman, W., & Basarang, M. (2024). Edukasi hygiene dan sanitasi makanan pada pedagang kaki lima sekitar Jalan Sutorejo Surabaya. Jurnal Abdi Masyarakat Kita, 4(1), 22–32. https://doi.org/10.33759/asta.v4i1.503.Diakses pada 18 Oktober 2024
Anggraeni, I. A., & Moelyaningrum, A. D. (2022). Hygiene Sanitasi dan Kandungan Boraks pada Pudak (Studi di Industri X Kecamatan Gresik Kabupaten Gresik). Buletin Keslingmas, 41(1), 11–22. (Online). https://doi.org/10.31983/keslingmas.v41i1.7443. Diakses pada 19 Oktober 2024
Aspiani, N. E., Anwary, A. Z., Masyarakat, F. K., Islam, U., & Mab, K. (2023). Makanan Dalam Penerapan Personal Hygiene Pada Peda gang Makanan Jajanan Kaki Lima Di Lapangan Murjani Kota Banjar baru Tahun 2023. 42(1), 10–13. (Online). http://jurnal.csdforum.com/index.php/ghs. Diakses pada 19 Oktober 2024
Assagaf, F. (2022). Gambaran Angka Kuman pada Peralatan Makan Pedagang Makanan Kaki Lima Jalan Sam Ratulangi Kecamatan Sirimu Kota Ambon. Global Health Science, 7(3), Hal 111-115. (Online). http://jurnal.csdforum.com/index.php/ghs. Diakses pada 18 Oktober 2024
Balai Besar POM Makassar. (2024). Laporan Kasus Kejadian Luar Biasa (KLB) Keracunan Pangan di Wilayah Kerja Balai Besar POM Makassar Tahun 2023. Makassar: Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Makassar
Deviatin, N. S. (2024). Sosialisasi Hygiene dan Sanitasi pada Pedagang Kaki Lima di Kabupaten Gresik Jawa Timur. Jurnal Pengabdian Sosial,1(9),1315–1320. (Online). https://doi.org/10.59837/nark7a82. Diakses pada 19 Oktober 2024
Dewi, Y. I. K., Putri, G. G., & Nurkhalim, R. F. (2021). Gambaran Penerapan Prinsip Hygiene Sanitasi Makanan dan Minuman pada Penjual Pecel Tumpang Di Wilayah Kota Kediri. Jurnal PIKes: Penelitian Ilmu Kesehatan, 2(1), 26–35. (Online). https://www.ojs. pikesiik.ac.id / index. php / jpikes / article / view / 15. Diakses pada 19 Oktober 2024
Fitriana, S. W. (2023). Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap Pedagang Kaki Lima dengan Perilaku Hygiene Sanitasi Pengolahan Makanan di Alun-Alun Gresik. Jurnal GiziUNEA,3(1),261266.(Online). https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/GIZIUNESA/article/view/4789. Diakses pada 19 Oktober 2024
Islamiah, A. S. N., Fajrianti, G., & Rizkiah, F . (2024). Analisis Perilak Pedagang Kaki
Lima terhadap Hygiene Sanitasi. Jurnal Kesmas Asclepius, 6(1), 1–11. (Online). https://doi.org/10.31539/jka.v6i1.8612. Diakses pada 19 Oktober 2024
Istiqomah, N. (2023). Analisis Deskriptif Personal Hygiene dan Kondisi Sanitasi Lingkungan Terhadap Keberadaan Bakteri Escherichia Coli pada Makanan. 251–253. (Online). https://repository.unja.ac.id /58727/ Diakses pada 20 Oktober 2024
Kesumastuti, A., et al. (2023). Penerapan hygiene sanitasi makanan jajanan pada pedagang kaki lima di MTSN 3 dan SDN 14 Aceh Barat. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 7(1), 340–348. https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/prepotif/article/view/12337
Khotimah, M. K., & Wulandari, W. (2024). Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Dengan Personal Hygiene Penjamah Makanan Jajanan Di Sekitar Universitas Muhammadiyah Surakarta. Universitas Muhammadiyah Surakarta, 8(1), 1–14.
Kurnia, A. F., & P., S. (2023). Hubungan pengetahuan keamanan pangan dengan perilaku pedagang kaki lima di Taman Mojosongo Surakarta. Universitas Muhammadiyah Surakarta, 3(1), 1–11. https://eprints.ums.ac.id/117242/
Meikawati, W. (2022). Sosialisasi hygiene dan sanitasi pada produsen makanan industri rumah tangga di Desa Wisata Wonolopo Kecamatan Mijen. Jurnal Inovasi dan Pengabdian Masyarakat Indonesia, 1(4), 5–8. https://doi.org/10.26714/jipmi.v1i4.57
Narwati, N., Suryono, H., & Darjati, D. (2024). Pemberdayaan pedagang kaki lima dalam meningkatkan sanitasi alat makan dan personal hygiene. Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo, 5(2), 161. https://doi.org/10.35675/jpms.v5i2.13922
Nurafni Maftukhah. (2024). Hubungan pengetahuan, sikap dan perilaku terhadap personal hygiene penjamah makanan (food handler) di Pasar Retail Jakabaring Palembang. Journal Health Applied Science and Technology, 2(1), 20–26. https://doi.org/10.52523/jhast.v2i1.35
Permatasari, I., Handajani, S., Sulandjari, S., & Faidah, M. (2021). Faktor perilaku hygiene sanitasi makanan pada penjamah makanan pedagang kaki lima. Jurnal Tata Boga, 10(2), 223–233. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-tata-boga/
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 86 Tahun 2019 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Alokasi Khusus Nonfisik Bidang Kesehatan Tahun Anggaran 2020. (2019). Kementerian Kesehatan RI. http://hukor.kemkes.go.id/2019pdf
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1096 Tahun 2011 tentang Persyaratan Higiene Sanitasi Jasa Boga. (2011). Kementerian Kesehatan RI. https://dpmptsp.kaboki.go.id/upload/regulasi/2011_permenkesehatan-nomor-1096-menkes-per-vi-2011-tentang-higiene-sanitasi-jasa-boga.pdf
Rahmawati. (2024). Gambaran penerapan hygiene sanitasi pada pedagang kaki lima. Jurnal Delima Harapan Mulya, 11(2), 1–6. https://jurnal.akbidharapanmulya.com/index.php/delima/article/view/123
Setiyawan. (2020). Tinjauan umum tentang pedagang kaki lima. Jurnal Manajemen dan Dakwah, 53(9), 1689–1699. https://jurnal.apmd.ac.id/index.php/JMD/article/view/307
Juhanto, A., Fitriyani, F, & Khadafi, M. (2023). Penerapan Personal Hygiene Pada Penjamah Makanan Jajanan di Pasar Cidu Kota Makassar. Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika Dan Masyarakat, 23(1), 165. (Online). https: // doi.org / 10.32382 / sulolipu. v23i1.2991. Diakses pada 19 Oktober 2024
















