Analysis of Environmental Health Risks in Rural Settlements Based on the Environmental Health Risk Index (IRKL) in Karangmangu Village, Baturraden

Authors

  • Saumi Anggit Musofi Program Studi Sanitasi, Program Diploma III Kesehatan Lingkungan, Poltekkes Kemenkes Semarang, Jl. Raya Baturraden No.KM.12, Dusun II Karangmangu, Karangmangu, Kec. Baturaden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah 53151
  • Iqbal Ardiansyah Program Studi Sanitasi, Program Diploma III Kesehatan Lingkungan, Poltekkes Kemenkes Semarang, Jl. Raya Baturraden No.KM.12, Dusun II Karangmangu, Karangmangu, Kec. Baturaden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah 53151

DOI:

https://doi.org/10.32382/sulo.v26i1.2328

Keywords:

Higiene sanitasi, permukiman, perilaku penghuni rumah, kesehatan lingkungan, IRKL

Abstract

Community sanitation and hygiene, as well as household sanitation and hygiene, are factors that influence public health. Poor environmental sanitation conditions and hygiene practices can increase the risk of environment-related diseases. The purpose of this study was to determine the status of community sanitation and hygiene and household sanitation and hygiene, as well as the relationship between the two, in Karangmangu Village, Baturraden Subdistrict, Banyumas Regency. The study employed an observational design with a quantitative descriptive approach. The study population consisted of 208 residents, with a sample of 136 respondents selected using purposive sampling. Data were collected through interviews and observations. The results of the Chi-Square test indicated a significant association between household sanitation and community sanitation, with a p-value of 0.000 (<0.05). The results of the Spearman’s rho test showed a very strong relationship between household sanitation hygiene and community sanitation hygiene, with a correlation coefficient of 0.990 and p = 0.000 (<0.05). The Spearman correlation coefficient of 0.990 indicates that residents’ sanitation hygiene has a very strong relationship with community sanitation hygiene. This high correlation is likely due to the fact that both variables are assessed using the Environmental Health Risk Index (IRKL), which includes several interrelated assessment components, such as clean water supply, basic sanitation, waste management, and hygiene practices. Thus, improvements in residents’ hygiene practices are generally followed by improvements in settlement sanitation conditions, and vice versa. This interdependence results in a very strong relationship between the two variables. In addition to being influenced by the commonality of several assessment components within the IRKL, the high correlation coefficient also indicates that residents’ hygiene practices and settlement sanitation conditions are two mutually reinforcing aspects in creating a healthy home environment. Environmental health risk components that remain major issues include wastewater management, waste management, indoor air quality, and the presence of disease vectors. The study’s conclusions indicate a very strong relationship between residents’ hygiene and sanitation practices and the sanitation conditions of the residential area. Recommendations: The community is encouraged to improve environmental sanitation management, vector control, and clean and healthy living behaviors to reduce environmental health risks.

References

Ahyanti, M. (2020). Sanitasi pemukiman pada masyarakat dengan riwayat penyakit berbasis lingkungan. Jurnal Kesehatan, 11(1), 44–50. https://doi.org/10.26630/jk.v11i1.1697

Alfat, W., Susilawaty, A., Mallapiang, F., Amansyah, M., & Basri, S. (2020). Penilaian risiko kesehatan lingkungan dari personal hygiene dan sanitasi terhadap keluhan penyakit kulit di Pulau Badi Kabupaten Pangkep. HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan, 6(1). https://doi.org/10.24252/higiene.v6i1.14091

Amirus, K., Sari, F. E., Dumaika, D., Perdana, A. A., & Yulyani, V. (2022). Hubungan indeks risiko sanitasi dengan kejadian penyakit berbasis lingkungan di Kelurahan Pesawahan Kota Bandar Lampung. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 21(3), 366–372. https://doi.org/10.14710/jkli.21.3.366-372

Chandra, B. (2017). Pengantar kesehatan lingkungan. EGC.

Notoatmodjo, S. (2018). Kesehatan masyarakat: Ilmu dan seni. Rineka Cipta.

Prasetyo, R., & Siagian, T. H. (2017). Determinan penyakit berbasis lingkungan pada anak balita di Indonesia. Jurnal Kependudukan Indonesia, 12(2), 93–104.

Prasetyawati, N. D., Gravitiani, E., Sunarto, & Sudaryanto, S. (2018). Analisis kondisi sanitasi permukiman di Kota Yogyakarta tahun 2015. EKOSAINS, 10(3).

Putri, R. A., Prasetyo, A., Sujangi, & Poerwati, S. (2025). Hubungan sanitasi rumah dan perilaku dengan kejadian penyakit berbasis lingkungan. JPKM: Jurnal Profesi Kesehatan Masyarakat, 6(1), 37–42. https://doi.org/10.47575/jpkm.v6i1.690

Sekarningrum, B., Nurwati, N., & Wibowo, H. (2023). Sanitasi lingkungan di wilayah pemukiman perkotaan (Kasus pada masyarakat di wilayah Kelurahan Kebon Jeruk Kota Bandung). Sosioglobal: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi, 8(1), 102–121. https://doi.org/10.24198/jsg.v8i1.51337

Rahim, Z. I., & Indirawati, S. M. (2022). Analisis pengelolaan sampah dengan prinsip 3R sebagai upaya penurunan volume sampah pada ibu rumah tangga di Kelurahan Labuhan Deli. TROPHICO, 2(2). https://doi.org/10.32734/trophico.v2i2.10041

Syahbani, N., Wijayanto, H., & Pangestu, A. R. (2023). Efektivitas penanganan dan pengelolaan sampah rumah tangga berkonsep 3R di Kelurahan Cempaka Putih Barat. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 23(3). https://doi.org/10.33087/jiubj.v23i3.3740

Wardani, W. K., Nurhidayati, S., Fitriyanto, S., et al. (2025). Pengelolaan sampah rumah tangga berbasis 3R dan partisipasi masyarakat di Kabupaten Sumbawa. Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan, 8(2). https://doi.org/10.58406/jrktl.v8i2.2237

World Health Organization. (2022). Water, sanitation, hygiene, and waste management for SARS-CoV-2, the virus that causes COVID-19: Interim guidance. World Health Organization.

World Health Organization. (2006). Five keys to safer food manual. Geneva: World Health Organization.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 17 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Kesehatan Lingkungan. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Semiardji, A., Sunarsih, E., & Hasyim, H. (2025). Kepadatan penghuni rumah terhadap kasus tuberkulosis di Indonesia: Systematic literature review. Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan

Nurdin, N., Maisyarah, M., Novelina, A., & Alhamda, S. (2023). Analisis determinan kejadian tuberkulosis (TBC) paru di wilayah kerja Puskesmas Sungai Tarab II Kabupaten Tanah Datar Tahun 2023. Human Care Journal, 8(3). https://ojs.fdk.ac.id/index.php/humancare/article/view/2764

Semiardji, A., Sunarsih, E., & Hasyim, H. (2025). Kepadatan penghuni rumah terhadap kasus tuberkulosis di Indonesia: Systematic literature review. Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan. https://jurnal.unw.ac.id/index.php/PJ/article/view/4744

Published

2026-06-27

How to Cite

Anggit Musofi, S., & Ardiansyah, I. (2026). Analysis of Environmental Health Risks in Rural Settlements Based on the Environmental Health Risk Index (IRKL) in Karangmangu Village, Baturraden. Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika Dan Masyarakat, 26(1), 115–124. https://doi.org/10.32382/sulo.v26i1.2328