Physical Environmental Factors and Smoking Behavior as Predictors of Sick Building Syndrome Among Employees at the East Kalimantan Provincial Health Office

Authors

  • Syafira Fitri Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Mulawarman, Jln. Sambaliung No.09, Gunung Kelua, Kota Samarinda
  • Vivi Filia Elvira Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Mulawarman, Jln. Sambaliung No.09, Gunung Kelua, Kota Samarinda
  • Dewi Novita Hardianti Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Mulawarman, Jln. Sambaliung No.09, Gunung Kelua, Kota Samarinda
  • Ayudhia Rachmawati Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Mulawarman, Jln. Sambaliung No.09, Gunung Kelua, Kota Samarinda
  • Masithah Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Mulawarman, Jln. Sambaliung No.09, Gunung Kelua, Kota Samarinda

DOI:

https://doi.org/10.32382/sulo.v26i1.2145

Keywords:

Humidity, Lighting Intensity, PM10, Sick Building Syndrome, Smoking Behavior

Abstract

Sick Building Syndrome (SBS) is a group of health complaints caused by poor indoor air quality and commonly affects office workers. This study aimed to analyze the effect of humidity, lighting intensity, PM₁₀ concentration, and smoking behavior on SBS symptoms among employees of the East Kalimantan Provincial Health Office. This research was conducted in 2025 using an analytic observational design with a cross-sectional approach. The population consisted of 128 employees selected using total sampling. Data were collected through direct measurement using hygrometer, lux meter, and particulate matter monitor, along with structured questionnaires for SBS symptoms and smoking behavior. The questionnaire was adapted from the US EPA BASE Study instrument (US EPA, 1998) with adequate validity and reliability (Cronbach's alpha >0.7). Data were analyzed using univariate, chi-square test, and binary logistic regression. The results showed that 52.3% of respondents experienced SBS symptoms. PM₁₀ concentration significantly affected SBS occurrence (p = 0.029; OR = 3.263; 95% CI = 1.131–9.418), while humidity, lighting intensity, and smoking behavior were not significant. PM₁₀ was identified as the dominant factor influencing SBS. Priority interventions including HEPA filter installation, 5R K3 program, and intensive cleaning are recommended to reduce PM₁₀ concentration and lower the risk of SBS in office environments.

References

Abd Razak, A., Saidin, H., Buralli, R., Cordoba, L., Tengku Ibrahim, T. N. B., & Nazli, S. N. (2025). Sick building syndrome and indoor air quality in Malaysian bank offices: A cross-sectional analysis. Dialogues in Health, 7. https://doi.org/10.1016/j.dialog.2025.100249

Arohman, A. W., Agustin, D., & Pratama, I. R. (2023). Implementasi Konsep 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin) di Bengkel Fariz Jaya Motor. Journal of Community Services in Sustainability, 1(2), 95–102.

Aurora, W. I. D. (2021). Efek Indoor Air Pollution terhadap Kesehatan. Jurnal Kesehatan, 1(2), 32–39.

Dirgawati, M., Permadi, A., & Aurora, A. (2025). Konsentrasi PM₁, PM2,5 dan PM1 di Lingkungan Indoor Perumahan pada Area Urban: Kajian Literatur. Jurnal Teknik Lingkungan, X(4).

Findhiawati, M. F., Tiwi Yuniastuti, & Rudy Joegijantoro. (2022). Hubungan Kualitas Fisik Udara dan Bangunan dengan Gejala Sick Building Syndrome. Media Husada Journal Environmental Health, 1(2), 45–53.

Guntor. (2008). Gambaran Penelitian Sick Building Syndrome pada Pegawai di Gedung-gedung Jakarta dan Surabaya. Sehat Rakyat Jurnal Kesehatan Masyarakat, 2(1), 15–22.

Hamdhani, R., Riansyah, R., & Kemenkes, P. I. (2025). Hubungan Karakteristik Individu dengan Kejadian Sick Building Syndrome (SBS) Pada Anggota Di Unit Kerja X. Jurnal Kesehatan Kerja Indonesia, 3(1), 1–12.

Hanifah, S., Rahman, Z. F., Tualeka, A. R., & Rohim Tualeka, A. (2021). The Relationships of Temperature and Humidity in Air-Conditioned Room to the Occurrences of Sick Building Syndrome. Indian Journal of Forensic Medicine & Toxicology, 14(4), 221–228.

Hasmah, H., et al. (2024). Analisis Persebaran Intensitas Penerangan di Laboratorium K3 Samarinda. Jurnal Kesehatan Lingkungan Kalimantan, 5(2), 78–85.

Hikmah, N. (2022). Hubungan Konsentrasi PM₁₀dengan Keluhan Pernapasan pada Pekerja Perkantoran. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 17(3), 112–120.

Imitiyaz, A. (2025). Kondisi Fisik Udara sebagai Prediktor Sick Building Syndrome di Gedung Perkantoran. Jurnal Lingkungan dan Kesehatan, 8(1), 33–41.

Izharulhaq, R. A., Fauzi, R. P., & Mulyani, S. (2024). Hubungan Suhu dan Kelembaban Udara dan Intensitas Pencahayaan Dengan Sick Building Syndrome di SMA Negeri 3 Surakarta. Journal of Applied Agriculture, Health, and Technology, 3(1), 1–9.

Jusuf, H., Rofia Nurfadillah, A., et al. (2025). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Keluhan Sick Building Syndrome pada Pegawai Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gorontalo. Jurnal Kolaboratif Sains, 8(2), 1112–1120.

Kindangen, J. I. (2024). Kualitas Udara Dalam Ruangan Untuk Kenyamanan dan Kesehatan Penghuni. Penerbit Universitas Sam Ratulangi.

Laila, N. N. (2023). Kualitas Udara dalam Ruang Berdasarkan Faktor Fisik dan Kimia Di Perpustakaan Universitas Indonesia Maju. Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health, 7(2), 185–197.

Mansor, A. A., Samsuri Abdullah, Ami Nursyahirah Ahmad, & Ali Najah Ahmed. (2024). Indoor air quality and sick building syndrome symptoms in administrative office at public university. Dialogues in Health, 6, 100189.

Mawarni, F. M., Lestari, M., Windusari, Y., Andarini, D., Camelia, A., Nandini, R. F., & Fujianti, P. (2021). Keluhan Sick Building Syndrome di Gedung PT. X. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 20(1), 39–46.

Natsir, A., & Sainah, S. (2025). Pengaruh Kualitas Fisik Udara terhadap Kejadian Sick Building Syndrome pada Pegawai Gedung Menara UMI Makassar. Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 4(1), 13–23.

Okta, D. D. R. G., Anugrah, I., Fahruddini, R. E., et al. (2025). Analisis Pencahayaan terhadap Produktivitas Karyawan Di PT. XYZ Batam Indonesia. Jurnal Logistics, 3(2), 44–52.

Permenkes No. 48. (2016). Standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja Perkantoran. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Putra, D. D. (2019). Hubungan Suhu, Kelembaban, PM₁, Status Merokok, dan Faktor Pekerjaan dengan Munculnya Gejala Sick Building Syndrome pada Pegawai di Gedung Rektorat Universitas Mulawarman Samarinda. [Skripsi]. Universitas Mulawarman.

Rahmawati, C., et al. (2021). Global Indoor Air Quality and Sick Building Syndrome: A Systematic Review. International Journal of Environmental Research and Public Health, 18(5), 2345.

Rozi, C., Joko, T., & Nurjazuli, N. (2025). Faktor risiko kesehatan lingkungan yang berpengaruh terhadap kejadian sick building syndrome pada pegawai di gedung perkantoran. Holistik Jurnal Kesehatan, 19(3), 586–595.

Tri, I., Bhakti, W., & Mindiharto, S. (2025). Hubungan Faktor-Faktor Individu Dengan Kejadian Sick Building Syndrome (SBS). Journal Health & Science: Gorontalo Journal Health and Science Community, 9(1), 22–30.

Ulfa, V. A., Asnifatima, A., & Fathimah, A. (2022). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Sick Building Syndrome (SBS) pada Karyawan RSIA Pasutri Bogor Tahun 2020. Promotor, 5(5), 428–434.

US EPA. (1998). Building Assessment Survey and Evaluation (BASE) Study: Indoor Air Questionnaire. U.S. Environmental Protection Agency.

Widuri, S. R., & Ardi, S. Z. (2022). Correlation Between Temperature and Humidity with Sick Building Syndrome Complaint on Employees at Campus 4 Ahmad Dahlan University Yogyakarta. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 14(2), 88–95.

Wulandari, Y. (2024). Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Keluhan Sick Building Syndrome Pegawai Puskesmas Paal Merah II Tahun 2024. [Skripsi]. Universitas Jambi.

Yulianti, D., & Wiyono, H. (2021). Sick Building Syndrome. Penerbit Kesehatan.

Published

2026-06-27

How to Cite

Fitri, S., Filia Elvira, V., Novita Hardianti, D., Rachmawati, A., & Masithah, M. (2026). Physical Environmental Factors and Smoking Behavior as Predictors of Sick Building Syndrome Among Employees at the East Kalimantan Provincial Health Office. Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika Dan Masyarakat, 26(1), 43–49. https://doi.org/10.32382/sulo.v26i1.2145