Inovasi Media Mannitol Salt Agar (MSA) Berbasis Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) Untuk Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus

Penulis

  • Ridho Pratama Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Makassar
  • Mutiara Ramadani Murtaji Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Makassar
  • Mursalim Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Makassar
  • Artati Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Makassar
  • Muhammad Nasir Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Makassar
  • Zulfikar Ali Hasan Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Makassar
  • Nuradi Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Makassar

DOI:

https://doi.org/10.32382/jmak.v17i1.2187

Kata Kunci:

Ikan Cakalang, Media Alternatif, Media Mannitol Salt Agar, Staphylococcus aureus

Abstrak

Pertumbuhan mikroorganisme sangat bergantung pada kualitas media yang kaya nutrisi terutama protein. Media Mannitol Salt Agar (MSA) umumnya digunakan untuk isolasi Staphylococcus aureus, namun ketersediaan produk komersial di pasaran relatif mahal. Oleh karena itu, diperlukan inovasi media alternatif berbahan dasar alami, seperti tulang dan daging ikan cakalang yang memiliki kandungan protein tinggi dan berpotensi mendukung pertumbuhan Staphylococcus aureus. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan tulang dan daging ikan cakalang serta menganalisis efektivitas media MSA berbasis ikan cakalang sebagai pengganti pepton terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini bersifat true eksperimen dengan sampel berupa tulang dan daging ikan cakalang, menggunakan metode kultur bakteri yang dianalisis secara deskriptif dan menggunakan Uji T satu sampel. Penelitian ini dilaksanakan pada Februari – April Tahun 2025 di Laboratorium Mikrobiologi Teknologi Laboratorium Medis Poltekkes Kemenkes Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media inovatif berbahan ikan cakalang pada variasi konentrasi 1%,2%,3%,4%,5%, dan 6% mampu mendukung pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus serupa dengan media kontrol MSA. Selama masa inkubasi, konsentrasi 3% menunjukkan pertumbuhan koloni serta perubahan warna yang paling cepat dan menyerupai media kontrol. Berdasarkan hasil tersebut, ikan cakalang dapat digunakan sebagai bahan inovatif untuk pertumbuhan media MSA, dengan konsentrasi optimal 3%.

Referensi

Al-Ayubi, M. S., Pestariati, P., Anggraini, A. D., & Mutiarawati, D. T. (2022). Potensi Ikan Tongkol Dan Ikan Lele Sebagai Media Alternatif Pertumbuhan Escherichia coli. The Journal of Muhammadiyah Medical Laboratory Technologist, 5(2), 124.https://doi.org/10.30651/jmlt.v5i2.14407

Atmanto, Y. K. A. A., Asri, L. A., & Kadir, N. A. (2022). Media Pertumbuhan Kuman. Jurnal Medika Hutama, 04(01), 3069–3075. http://jurnalmedikahutama.com

Bhaskara, I. B. A., Hendryana, M. A., & Pinatih, K. J. P. (2019). Identifikasi Bakteri Escherichia coli, Staphylococcus aureus, dan Salmonella sp. pada Kenop Pintu Keluar Toilet Umum Pria dan Wanita di Kampus Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Denpasar. 8(8).

Cappuccino, J. G., & Welsh, C. T. (2019). Microbiology: A Laboratory Manual (12th ed.). Pearson.

Delost, M. D. (2019). Mikrobiologi Diagnostik untuk Teknologi Laboratorium Medik. Buku Kedokteran EGC.

Diningrum, T. D. B., Triyono, H., & Jabbar, M. A. (2019). Aspek Biologi Cakalang (Katsuwonus pelamis, Linnaeus 1758) di Sulawesi Tenggara. Jurnal Penyuluhan Perikanan Dan Kelautan, 13(2), 139–147. https://doi.org/10.33378/jppik.v13i2.195

Fahrizal, A., & Ratna, R. (2018). Pemanfaatan Limbah Pelelangan Ikan Jembatan Puri Di Kota Sorong Sebagai Bahan Pembuatan Tepung Ikan. Gorontalo Fisheries Journal, 1(2), 10. https://doi.org/10.32662/.v1i2.421

Lastian, E., Arifin, S., Kesehatan, A., Kesehatan, P., & Surabaya, K. (2019). Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus Pada Media Modifikasi Msa Dengan Sumber Protein Hewani Ikan Nila (Oreochromis Niloticus) Dan Sumber Protein Nabati Ampas Tahu. Jurnal Analis Kesehatan Sains, 8(1), p. http://journal.poltekkesdepkes-sby.ac.id/index.php/ANKES

Lee, A. (2021). Mb352 General Microbiology Laboratory 2021. LibreTexts, 119–164. https://libretexts.org

Madigan, M. T., Bender, K. S., Buckley, D. H., Sattley, W. M., & Stahl, D. . (2021). Brock Biology of Microorganisms (16th ed). Pearson Education.

Muchtar, F. (2022). Analisis Kandungan Protein dan Sifat Organoleptik Nugget Ikan. Jurnal Multidisiplin Ilmu, 1(1), 471–482.

Murtaji, M. R. (2022). Gambaran Pertumbuhan Streptococcus sp. pada Mulut Penderita Diabetes Melitus di Kota Makassar.

Ni’am, Z. (2023). Inovasi Pemanfaat Tepung Daging Backloin Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) sebagai Media Subtitusi Nurient Agar pada Pertumbuhan Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Analis Kesehatan Sains, 12(1). https://doi.org/https://doi.org/10.36568/anakes.v.12i1.76

Novitasari, T. M., Rohmi, R., & Inayati, N. (2019). Potensi Ikan Teri Jengki (Stolephorus indicus) Sebagai Bahan Media Alternatif untuk Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus. Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS), 6(1), 1.https://doi.org/10.32807/jambs.v6i1.119

Nurdin, E., & Nurdin, G. M. (2020). Perbandingan Variasi Media Alternatif dengan Berbagai Sumber Karbohidrat Terhadap Pertumbuhan Candida albicans. Bionature, 21(1), 1–5. https://doi.org/10.35580/bionature.v21i1.13920

Prescott, L. M., Harley, J. P., & Klein, D. A. (2020). Microbiology (11th ed). McGraw-Hill Education.

Putri, E. B. P. (2018). Analisis kadar protein dan vitamin C pada cookies substitusi ikan cakalang (Katsuwonus sp.) dan goji berry (Lycium barbarum L.). Ilmu Gizi Indonesia, 2(1), 33. https://doi.org/10.35842/ilgi.v2i1.79

Rafika, Pratma, R., Djasang, S., Mursalim, & Andini, Z. S. (2024). Pemanfaatan Ikan Penja (Awaous melanocephalus) Sebagai Media Alternatif Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus. Jurnal Media Analis Kesehatan, 15(2). https://ojs3.poltekkes-mks.ac.id/index.php/medankes

Sakinah, A. A. ., Mauboy, R. ., & Refli. (2019). Penggunaan Media Tepung Limbah Ikan Cakalang Untuk Pertumbuhan Bakteri Eschericia coli Dan Staphycoccus aureus. Jurnal Biotropikal Sains, 16(3), 36–46.

Umarudin, Adnyana, I. G. A., Rohayati, Slamet, N. S., Sembiring, F., Rakanita, Y., Sari, N. K. Y., Sumariangen, A. B., Kurniati, I., Yuliawati, Permatasari, A. A. A. P., Merdekawati, F., & Dermawan, A. (2023). Bakteriologi 2. In H. Akbar (Ed.), Sustainability (Switzerland) (Vol. 11, Issue 1).

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-30