Jurnal Media Analis Kesehatan https://ojs3.poltekkes-mks.ac.id/index.php/medankes id-ID rafika@poltekkes-mks.ac.id (Rafika) zulfianarmah@poltekkes-mks.ac.id (Zulfian Armah) Tue, 30 Dec 2025 22:05:09 +0800 OJS 3.3.0.13 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Karakterisasi Isolat Bakteri Asam Laktat asal Urutan sebagai Kandidat Probiotik dengan Ketahanan Asam dan Aktivitas Antibakteri https://ojs3.poltekkes-mks.ac.id/index.php/medankes/article/view/1406 <div><span lang="IN">Urutan merupakan sosis fermentasi tradisional khas Bali. Dari sampel Urutan, telah berhasil diisolasi bakteri asam laktat (BAL) dengan aktivitas antibakteri terhadap <em>E.coli</em> maupun <em>S.aureus</em>, namun informasi lebih lanjut mengenai karakteristik dari isolat tersebut masih belum banyak diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi isolat BAL yang diperoleh dari produk fermentasi tradisional Urutan guna menentukan potensinya sebagai kandidat probiotik. Studi dilakukan dengan konfirmasi morfologi, pewarnaan Gram, dan uji katalase, yang kemudian dilanjutkan dengan evaluasi mengenai sifat hemolitik, aktivitas antibakteri terhadap beberapa jenis bakteri patogen (<em>E.coli, S.typhimurium,</em> dan <em>B.cereus</em>) menggunakan metode difusi sumuran agar, serta uji ketahanan terhadap kondisi pH asam (pH 2,0) untuk mensimulasikan kondisi saluran cerna. Hasil penelitian menunjukkan 24 isolat yang tumbuh, memenuhi karakteristik dasar BAL yaitu warna koloni putih/kekuningan, bentuk round, margin smooth, elevasi convex, Gram positif, dan katalase negatif. Tiga isolat terpilih yaitu isolat nomor 4, 6, dan 60 menunjukkan hasil uji hemolisis negatif yang mendukung keamanan penggunaannya sebagai probiotik, dan memiliki toleransi terhadap suasana asam dengan tingkat ketahanan berkisar antara 48–87%. Uji aktivitas antibakteri menunjukkan kemampuan penghambatan ketiga isolat dengan kategori sedang hingga kuat terhadap bakteri uji. Isolat ini berpotensi dikembangkan sebagai probiotik, namun diperlukan penelitian lanjutan secara in vitro dan in vivo. </span></div> Ni Made Sri Dwijastuti, I Gusti Agung Ayu Satwikha Dewi, Ni Putu Senshi Septiasari, Ni Putu Widiantari Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Media Analis Kesehatan https://ojs3.poltekkes-mks.ac.id/index.php/medankes/article/view/1406 Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 +0800 Pengaruh Suhu dan Lama Simpan Washed Red Cell Terhadap Nilai Fragilitas Osmotik Metode Spektrofotometri https://ojs3.poltekkes-mks.ac.id/index.php/medankes/article/view/1682 <p style="font-weight: 400;"><em>Washed Red Cell</em> adalah produk darah yang diperoleh dari proses pencucian <em>Packed Red Cell</em>, di mana zat aditifnya dihilangkan, sehingga lebih mudah mengalami hemolisis. Hemolisis saat penyimpanan bisa dipicu oleh faktor suhu dan lama penyimpanan. Penelitian ini ditujukan guna mengkaji pengaruh suhu serta lama penyimpanan terhadap tingkat fragilitas osmotik pada <em>Washed Red Cell</em> menggunakan metode spektrofotometri. Penelitian ini menggunakan rancangan kuasi-eksperimen, dengan satu unit kantong <em>Washed Red Cell</em> bergolongan darah O Rh+ yang ditempatkan pada kondisi suhu lemari pendingin dan suhu lingkungan selama 0, 4, 7, serta 10 jam. Hasil telaah deskriptif menunjukkan adanya kenaikan tingkat fragilitas osmotik pada seluruh kelompok perlakuan. Uji Friedman menunjukkan bahwa suhu penyimpanan refrigerator dengan ruang dan durasi penyimpanan (0, 4, 7, dan 10 jam) berpengaruh signifikan pada nilai fragilitas osmotik, dengan nilai signifikansi kurang dari 0,001 (P&lt;0,05). Uji Wilcoxon juga mengonfirmasi adanya pengaruh lama penyimpanan, di mana sampel yang disimpan segera berbeda signifikan dengan yang ditunda selama 4, 7, dan 10 jam, dengan nilai signifikansi tidak melebihi 0,001 (P&lt;0,05). Selain itu, uji Spearman menunjukkan hubungan yang kuat antara suhu penyimpanan dan lama penyimpanan dengan nilai fragilitas osmotik, dengan nilai signifikansi kurang dari 0,001 (P&lt;0,05). Hubungan ini bersifat positif, ini berarti makin tingginya suhu dan makin lamanya waktu penyimpanan, maka nilai fragilitas osmotik pun akan semakin meningkat.</p> Nisa A, Betty Nurhayati, Ganjar Noviar, Adang Durachim Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Media Analis Kesehatan https://ojs3.poltekkes-mks.ac.id/index.php/medankes/article/view/1682 Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 +0800 Pembuatan Reagen Alternatif dari Serum Golongan Darah ABO untuk Pemeriksaan Golongan Darah Sistem ABO https://ojs3.poltekkes-mks.ac.id/index.php/medankes/article/view/1703 <div><span lang="EN-US">Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan reagen alternatif untuk pemeriksaan golongan darah ABO menggunakan serum darah. Pemeriksaan golongan darah ABO sangat penting dalam bidang medis, terutama dalam transfusi darah, tetapi sering kali dibatasi oleh biaya dan ketersediaan reagen komersial. Oleh karena itu, penelitian ini mengusulkan penggunaan sampel darah dari golongan darah A, B, dan O untukmenghasilkan reagen yang dapat digunakan dalam uji aglutinasi untuk menentukan golongan darah. Penelitian ini menggunakan serum dari tigadonor perwakilan golongan darah A,B, dan O. Serum dipisahkan dan dimurnikan secara sederhana untuk menghasilkan reagen alternatif, kemudiandiuji menggunakan metode slide terhadap sampel golongan darah A, B, AB, dan O dalam empat replikasi. Hasil menunjukkan bahwa reagen alternatif memberikan pola aglutinasi yang sepenuhnya sesuai (100% kesesuaian) dengan reagen komersial. Kekuatan aglutinasi berada pada rentang 2+ hingga 4+, konsisten dengan pola reaksi sistem ABO. Reagen tetap stabil hingga hari ke-3 penyimpanan tanpa penurunan intensitas aglutinasi. Temuan ini menunjukkan bahwa serum darah dari golongan darah ABO dapat diformulasikan sebagai reagen alternatif yang ekonomis, efektif, dan layak digunakan pada fasilitas kesehatan dengan keterbatasan sumber daya.</span></div> Nikma, Dedy M. Thaib, Sandira M. Feisya, Nurul Fitria Nazmia Bani Rahman Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Media Analis Kesehatan https://ojs3.poltekkes-mks.ac.id/index.php/medankes/article/view/1703 Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 +0800 Analisis Boraks pada Mie Basah dan Bakso yang Dijual di Warung Bakso Kota Makassar https://ojs3.poltekkes-mks.ac.id/index.php/medankes/article/view/1900 <p style="font-weight: 400;">Penggunaan boraks sebagai Bahan Tambahan Pangan (BTP) dilarang karena risiko toksisitasnya terhadap kesehatan manusia, namun potensi penyalahgunaannya pada produk olahan daging dan tepung masih menjadi perhatian. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan boraks pada mie basah dan bakso yang dijual di Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif observasional dengan teknik pengambilan sampel yang mewakili lima wilayah administratif kota. Sebanyak 50 sampel, terdiri dari 25 sampel mie basah dan 25 sampel bakso, diuji secara kualitatif menggunakan metode Uji Kertas Kurkumin (Curcumin Paper Test) untuk mendeteksi perubahan warna spesifik indikator boraks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 100% sampel (n=50) memberikan hasil negatif. Absennya kandungan boraks pada seluruh sampel mengindikasikan bahwa produk mie basah dan bakso yang diuji bebas dari residu bahan kimia berbahaya tersebut. Disimpulkan bahwa produk yang beredar di lokasi sampling aman dikonsumsi dan pedagang telah mematuhi standar keamanan pangan yang berlaku.</p> Nuradi, Nurdin, Muhammad Nasir, Artati Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Media Analis Kesehatan https://ojs3.poltekkes-mks.ac.id/index.php/medankes/article/view/1900 Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 +0800 Potensi Zat Kumarin Pada Kacang Tonka Sebagai Antikoagulan Alternatif Pada Pemeriksaan Hematologi Rutin https://ojs3.poltekkes-mks.ac.id/index.php/medankes/article/view/1850 <p style="font-weight: 400;">Koagulasi merupakan proses fisiologis yang berperan penting dalam menghentikan perdarahan, namun aktivitas yang berlebihan dapat memicu kondisi patologis seperti trombosis. Dalam pemeriksaan hematologi, penggunaan antikoagulan esensial untuk mencegah pembekuan darah sehingga hasil pemeriksaan tetap akurat. EDTA umum digunakan sebagai antikoagulan standar melalui mekanisme pengikatan ion kalsium. Seiring meningkatnya kebutuhan alternatif alami yang lebih ramah lingkungan, penelitian terhadap senyawa kumarin pada kacang Tonka (Dipteryx odorata), yang diketahui memiliki aktivitas antikoagulan mirip warfarin, menjadi menarik untuk dikembangkan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi potensi ekstrak kacang Tonka sebagai antikoagulan alternatif pada pemeriksaan hematologi rutin. Penelitian dilakukan di Laboratorium Patologi Klinik Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Palembang pada Juli–Oktober 2025 menggunakan desain eksperimental dengan tiga kelompok: kontrol tanpa antikoagulan, EDTA, dan ekstrak kacang Tonka dengan variasi konsentrasi. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak kacang Tonka 120 µL mampu mencegah pembekuan darah dalam 5 menit, sebanding dengan EDTA. Secara mikroskopis, morfologi eritrosit tetap normal tanpa aglutinasi. Pemeriksaan hematologi menunjukkan nilai WBC, RBC, HGB, HCT, dan PLTmendekati EDTA dengan selisih 2–8%. Uji Repeated ANOVA menunjukkan perbedaan bermakna pada WBC (p &lt; 0,05), sementara parameterlain relatif serupa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ekstrak kacang Tonka berpotensi sebagai antikoagulan alami, namun diperlukan optimasi konsentrasi dan uji lanjutan untuk standarisasi penggunaan dalam pemeriksaan hematologi rutin.</p> Bastian, Desika Mela Amelia, Viola Asteria, Felisa Salsabillah, Juwy Trianes Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Media Analis Kesehatan https://ojs3.poltekkes-mks.ac.id/index.php/medankes/article/view/1850 Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 +0800 Analisis Profil Viral Load Dan Supresi Virologis Berdasarkan Durasi Terapi Antiretroviral Pada Pasien Koinfeksi TB–HIV Di Sulawesi Selatan https://ojs3.poltekkes-mks.ac.id/index.php/medankes/article/view/1916 <p>Koinfeksi tuberkulosis (TB) dan HIV merupakan masalah kesehatan yang memerlukan penanganan komprehensif, termasuk pemantauan viral load (VL) untuk menilai keberhasilan terapi antiretroviral (ARV). Durasi terapi ARV merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap pencapaian supresi virologis, namun data regional di Sulawesi Selatan masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengetahui profil viral load berdasarkan durasi terapi ARV pada pasien koinfeksi TB–HIV di Provinsi Sulawesi Selatan. Penelitian ini merupakan studi deskriptif retrospektif menggunakan data sekunder pasien TB–HIV. Sebanyak 22 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis. Durasi terapi ARV dikelompokkan menjadi &lt;12 bulan, 12–36 bulan, 36–60 bulan, dan &gt;60 bulan. Viral load dikategorikan menjadi tidak terdeteksi (≤50 kopi/mL), &gt;50–≤1000 kopi/mL, dan &gt;1000 kopi/mL. Analisis disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi, median, interkuartil (IQR), dan persentase supresi virologis. Mayoritas pasien adalah laki-laki (56%) dan berada pada kelompok usia 30–49 tahun (68%). Sebanyak 54% pasien telah menjalani terapi ARV &gt;60 bulan. Supresi virologis (VL ≤1000 kopi/mL) dicapai oleh 19 pasien (86%). Kelompok &lt;12 bulan memiliki tingkat supresi 71%, kelompok 12–36 bulan mencapai 100%, dan kelompok &gt;60 bulan menunjukkan supresi 92%. Secara umum, median viral load pada semua kelompok adalah 0 kopi/mL. Durasi terapi ARV berhubungan dengan pencapaian supresi virologis pada pasien TB–HIV. Pasien dengan durasi terapi lebih panjang menunjukkan tingkat supresi yang lebih tinggi. Pemantauan viral load dan penguatan kepatuhan pengobatan diperlukan untuk memastikan keberhasilan terapi jangka panjang.</p> Cut Indriputri, M. Askar, Rafika, Maulia Hardian Hayati, Yaumil Fachni Tandjungbulu Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Media Analis Kesehatan https://ojs3.poltekkes-mks.ac.id/index.php/medankes/article/view/1916 Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 +0800 Potensi Ekstrak Jahe Gajah (Zingiber Offcinale Rocs Var. Offcinarum) Sebagai Antikoagulan Alternatif Pemeriksaan Morfologi Eritrosit https://ojs3.poltekkes-mks.ac.id/index.php/medankes/article/view/1902 <p style="font-weight: 400;">Jahe gajah (<em>Zingiber officinale</em> Rosc. var. <em>officinarum</em>) merupakan tanaman yang banyak dibudidayakan di wilayah Asia tropis, terutama pada daerah dengan suhu hangat dan kelembapan tinggi. Senyawa gingerol pada jahe gajah memberikan rasa pedas khas serta memiliki aktivitas antiinflamasi, antioksidan, dan berpotensi sebagai antikoagulan melalui mekanisme penghambatan faktor pembekuan darah dan aktivasi antitrombin. Pencarian antikoagulan alternatif penting dilakukan karena penggunaan antikoagulan sintetik seperti EDTA dapat memengaruhi morfologi eritrosit, menimbulkan artefak, serta memerlukan ketersediaan bahan yang stabil di fasilitas kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ekstrak jahe gajah sebagai antikoagulan alternatif pada pemeriksaan morfologi eritrosit. Ekstraksi dilakukan menggunakan metode maserasi dan diperoleh ekstrak kental berwarna cokelat kehitaman sebanyak 4,2 gram. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode <em>true experimental</em> yang dilaksanakan pada Mei–Juli 2024 dengan beberapa kelompok perlakuan, yaitu kontrol positif (1 mL darah + 1 mg EDTA), kontrol negatif (1 mL darah), konsentrasi 1% (1 mL darah + 100 µL ekstrak jahe gajah), konsentrasi 3% (1 mL darah + 100 µL ekstrak jahe gajah), dan konsentrasi 5% (1 mL darah + 100 µL ekstrak jahe gajah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak jahe gajah belum dapat digunakan sebagai antikoagulan alternatif berdasarkan metode <em>Lee and White</em>. Namun, morfologi eritrosit yang diamati berdasarkan ukuran, bentuk, dan warna tetap berada dalam rentang normal. Penelitian selanjutnya diperlukan untuk mengevaluasi komponen aktif secara lebih spesifik, menguji rentang konsentrasi yang lebih luas, serta membandingkan efektivitasnya dengan antikoagulan lain guna mengoptimalkan potensi ekstrak jahe gajah sebagai antikoagulan alternatif.</p> Kadeq Novita Prajawanti, Winalda Ramadanti Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Media Analis Kesehatan https://ojs3.poltekkes-mks.ac.id/index.php/medankes/article/view/1902 Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 +0800 Potensi Limbah Udang Sebagai Media Alternatif Pengganti Pepton Pada Media Mannitol Salt Agar Untuk Isolasi Staphylococcus aureus https://ojs3.poltekkes-mks.ac.id/index.php/medankes/article/view/1948 <p style="font-weight: 400;">Mannitol Salt Agar (MSA) digunakan sebagai media selektif dan diferensial untuk isolasi <em>Staphylococcus aureus</em> Salah satu komponen utama MSA adalah pepton yang berfungsi sebagai sumber nitrogen dan nutrisi penting untuk menunjang pertumbuhan bakteri. Pepton komersial memiliki harga yang relatif mahal dan umumnya masih bergantung pada impor. Pepton dapat diperoleh dari bahan alam yang kaya protein. Limbah udang memiliki kandungan protein tinggi, sehingga berpotensi menjadi sumber nutrisi alternatif bagi pertumbuhan bakteri, jumlahnya melimpah dan mudah diperoleh, serta merupakan limbah organik yang belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian bertujuan untuk mengetahui potensi limbah udang sebagai bahan alternatif pengganti pepton dalam media MSA. Metode penelitian true eksperiment dilaksanakan pada tanggal 5 sampai 26 Mei 2025 di Laboratorium Mikrobiologi Poltekkes Kemenkes Makassar. Pengambilan sampel secara purposive sampling berdasarkan kriteria. Limbah udang diolah menjadi pepton melalui proses hidrolisis enzimatis menggunakan enzim papain. Pepton hasil hidrolisis kemudian diformulasikan ke dalam media alternatif MSA dengan 3 variasi konsentrasi yaitu 0,5%, 0,75%, dan 1%. Efektivitas Media Alternatif MSA diuji menggunakan biakan murni <em>Staphylococcus aureus </em>dengan MSA komersil sebagai kontrol uji. Pengulangan sebanyak 3 kali dilakukan pada setiap perlakuan sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Alternatif MSA yang diformulasikan dengan pepton dari limbah udang mampu mendukung pertumbuhan <em>Staphylococcus aureus </em>dengan Jumlah rata-rata koloni 209x10<sup>-1</sup> <em>CFU/mL</em> pada media alternatif MSA konsentrasi 1%, 231x10<sup>-1</sup> <em>CFU/mL</em> pada media alternatif MSA konsentrasi 0,75%, 233x10<sup>-1</sup> <em>CFU/mL</em> pada media alternatif MSA konsentrasi 0,5% dan 250x10<sup>-1</sup> <em>CFU/mL</em> pada MSA Kontrol. Limbah udang berpotensi sebagai bahan alternatif pengganti pepton pada media MSA yang lebih ekonomis dan berkelanjutan.</p> Zulfikar Ali Hasan, Windah Zufiyani Abduh, Ridho Pratama, Herman Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Media Analis Kesehatan https://ojs3.poltekkes-mks.ac.id/index.php/medankes/article/view/1948 Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 +0800 Variasi Waktu Penyimpanan Tape Ketan Putih (Oryza sativa linn var glutinosa) dan Ketan Hitam (Oryza sativa linn varforma glutinosa) Terhadap Peningkatan Kadar Etanol dan Pertumbuhan Jamur Saccharomyces cerevisiae https://ojs3.poltekkes-mks.ac.id/index.php/medankes/article/view/1917 <div><span lang="EN-US">Tape adalah makanan fermentasi tradisional yang memiliki ciri khas yaitu manis, alkoholik (etanol) dan asam. Bahan dasar tape berupa beras ketan yang ditambahkan ragi. Ragi berperan penting mengubah pati yang terkandung dalam beras menjadi senyawa-senyawa fermentasi. Pada proses fermentasi tape terjadi pemecahan karbohidrat menjadi glukosa kemudian terurai menjadi etanol. Sampel penelitian berupa tape ketan putih dan hitam dengan lama fermentasi 2 hari, yang dilanjutkan dengan variasi masa simpan suhu ruang selama 3–10 hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu ruang terhadap kadar etanol dan pertumbuhan jamur <em>Saccharomyces cerevisiae </em>pada penyimpanan tape ketan putih (<em>Oryza sativa linn var glutinosa</em>) dan ketan hitam (<em>Oryza sativa linn var forma glutinosa</em>). </span></div> <div><span lang="IT">Penelitian ini menggunakan metode eksperimen laboratorik dengan variasi lama penyimpanan pada suhu ruang 25-30°C selama 2 hingga 10 hari. Parameter yang diamati meliputi kadar etanol dan pertumbuhan jamur <em>Saccharomyces cerevisiae </em>yang diukur menggunakan metode distilasi dan media Sabouraud Dextrose Agar (SDA). Hasil penelitian menunjukkan etanol pada tape ketan putih meningkat hingga hari ke-7 dengan puncak 2,82%, kemudian menurun. Sedangkan pada tape ketan hitam etanol meningkat secara konsisten hingga hari ke-10 mencapai 3,60%. Jamur <em>Saccharomyces cerevisiae </em>didapatkan pada kedua jenis tape. Uji anova menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan kadar etanol antara kedua jenis tape (p=0,812). Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman mikrobiologi mengenai pengaruh suhu penyimpanan terhadap profil fermentasi lanjut dan stabilitas kualitas tape ketan, serta menjadi acuan dalam menentukan titik optimal keamanan pangan berbasis fermentasi tradisional.</span></div> Artati, Zulfian Armah, Mursalim, Syahidah Djasang, Ridho Pratama Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Media Analis Kesehatan https://ojs3.poltekkes-mks.ac.id/index.php/medankes/article/view/1917 Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 +0800 Cholesterol Low Density Lipoprotein: Biomarker Prediktor Risiko Aterosklerosis pada Penderita Diabetes Melitus yang Dihubungkan dengan Profil HbA1c https://ojs3.poltekkes-mks.ac.id/index.php/medankes/article/view/1946 <p style="font-weight: 400;">Penderita Diabetes Melitus (DM) dengan kontrol glikemik yang buruk melalui profil pemeriksaan HbA1c dapat menyebabkan glikosilasi <em>Low Density Lipoprotein</em> (LDL). LDL yang terglikosilasi lebih mudah teroksidasi dan menempel pada dinding pembuluh darah sehingga mempercepat proses aterosklerosis. Penderita DM juga dapat berisiko terjadi keadaan dislipidemia yang dapat mempengaruhi kondisi ini, dengan demikian kontrol glukosa darah dan pengendalian profil lipid sangat penting untuk mencegah komplikasi kardiovaskular pada penderita DM. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional dengan desain bivariat berdasarkan pendekatan kuantitatif, menggunakan teknik pengambilan sampel purposive sampling, dan diperoleh jumlah sampel sebanyak 76 sampel yang memenuhi kriteria inklusi dalam penelitian. Pengumpulan dan pemeriksaan sampel dilakukan di Laboratorium RSKD Dadi Provinsi Sulawesi Selatan. Hasil penelitian diperoleh bahwa penderita DM berdasarkan hasil pemeriksaan HbA1c didapatkan terbanyak pada kategori DM tidak terkontrol yaitu sebanyak 72 orang (94,7%) dan untuk hasil pemeriksaan LDL didapatkan terbanyak meningkat yaitu sebanyak 49 orang (64,5%). Kemudian dilakukan uji statistik menggunakan uji spearman untuk mengetahui korelasi dari setiap variabel didapatkan terdapat hubungan yang signifikan antara hasil pemeriksaan HbA1c terhadap hasil pemeriksaan LDL pada penderita DM dengan nilai p=0,000 (p=&lt;0,05) dan nilai r=1 yang berarti terdapat korelasi positif sempurna antara kedua variabel tersebut. Dapat disimpulkan bahwa kontrol glikemik yang buruk dapat mempengaruhi metabolisme lipid yang dapat menyebabkan risiko aterosklerosis khususnya pada penderita DM dalam penelitian ini. Disarankan untuk penelitian lanjutan agar memperhatikan faktor yang dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan HbA1c dan LDL seperti keadaan anemia dan riwayat penyakit kardiovaskular serta sampel penelitian yang sedang mengonsumsi obat-obatan seperti kortikosteroid dan diuretik thiazide.</p> Yaumil Fachni Tandjungbulu, Alfin Resya Virgiawan, Widarti, Rahman, Zulfian Armah, Cut Indriputri, Pradita Juliaris Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Media Analis Kesehatan https://ojs3.poltekkes-mks.ac.id/index.php/medankes/article/view/1946 Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 +0800