Analisis Kandungan Boraks Pada Mie Basah Menggunakan Rapid Test Kit dan Bahan Alami
DOI:
https://doi.org/10.32382/jmak.v17i1.1953Kata Kunci:
Boraks, kunyit, mie basah, rapid test kit, ubi unguAbstrak
Salah satu upaya meningkatkan daya tahan mie basah adalah dengan menambahkan pengawet ke dalam makanan. Secara sederhana kandungan boraks pada makanan dapat diuji dengan menggunakan metode test kit dan bahan alami seperti ekstrak ubi ungu dan ekstrak kunyit. Penelitian bertujuan untuk mengetahui sensivitas dan batas deteksi kadar boraks dengan metode uji yang berbeda pada sampel mie basah.Metode uji yang digunakan meliputi pengujian dengan indikator alami (ekstrak ubi ungu dan ekstrak kunyit) dan pengujian dengan rapid test kit buatan pabrikan. Indikator alami disiapkan dari ekstrak ubi ungu dan kunyit yang diresapkan pada potongan kertas saring, sedangkan rapit tes kid dibeli di pasaran. Sampel mie basah dibuat dari adonan dengan bahan utama tepung terigu dan telur kemudian ditambahkan boraks (bleng) sehingga dihasilkan mie basah dengan kadar bleng bervariasi. Jumlah sampel yang digunakan adalah 1 sampel. Keberadaan boraks pada mie basah yang dihasilkan kemudian diuji secara kualitatif menggunakan tiga metode uji yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga metode mampu mendeteksi keberadaan boraks pada mie basah. Rapid test kit dan indikator ubi ungu memiliki batas deteksi terendah, yaitu 10 mg/g sampel, sedangkan indikator kunyit memiliki batas deteksi 20 mg/g sampel. Dengan demikian, urutan sensitivitas metode deteksi adalah rapid test kit = indikator ubi ungu > indikator kunyit.
Referensi
Artiana, A., Kusumo, G.G., & Suryandari, M. (2019). Kunyit sebagai indikator alami untuk mendeteksi boraks pada mie basah (Studi dilakukan di Kelurahan Mojo Kecamatan Gubeng Kota Surabaya). Akademi Farmasi Surabaya.
Arumsari, L. W. (2017). Perilaku Penggunaan Formalin Pada Pegadang Dan Produsen Mie Basah Dan Tahu di Provinsi DKI Jakarta . Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas, 39-48.
Andriani, D., & Utami, N. (2023). Efel Konsumsi Boraks dan Formalin dalam Makanan bagi Tubuh. JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat), 7 (1), 19-24.
Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. (2021). Pedoman pengawasan bahan berbahaya pada produk pangan. Badan POM.
DI, D. P. B. P. B. (2017). Tingkat Pendidikan, Pengetahuan, Sikap Pedagang Bakso Dan Penggunaan Boraks Pada Bakso Di Sdn Lemahputro Iii Sidoarjo. Jurnal Kesehatan Lingkungan. 9 (2), 209-216.
Fendri, S. T. J., Martinus, B. A., & Haryanti, M. D. (2018). Pengaruh pH dan suhu terhadap stabilitas antosianin dari ekstrak kulit ubi jalar ungu (Ipomoea batatas (L.). Chempublish Journal, 2(2), 33–41.
Hambali, M., & Noermansya, F. (2015). Ekstraksi antosianin dari ubi jalar dengan variasi konsentrasi solven, dan lama waktu ekstraksi. Jurnal Teknik Kimia, 20(2).
Indrianim, A, D., & Suwita, I. K. (2018). Keamanan Pangan Mie Basah Kuning (Kandungan Boraks, Formalin, Methanil Yellow) Di Beberapa Pasar Tradisional Kota Malang. Jurnal Gizi KH, 1(1), 42-51.
Khumairo, N., Listianti, N. C., Puspitasari, N., & Faizah, H. (2025). Analisis Kualitas dan Keamanan Pangan Sampel Terasi Melalui Uji Boraks dan Formalin di UPTD Laboratorium Keswan Kesmavet Sidoarjo. Jurnal Ilmiah Pangan Halal, 7(2), 270-280.
Kholifah, S., & Utomo, D. (2018). Uji boraks dan formalin pada jajanan di sekitar Universitas Yudharta Pasuruan. Teknologi Pangan: Media Informasi dan Komunikasi Ilmiah Teknologi Pertanian, 9(1), 10–19.
Lestari, T., & Rahmawati, R. (2019). Pemeriksaan Cemaran Mikrobiologi Pada Kue Klepon Yang Beredar Di Pasar Songgolangit Kabupaten Ponorogo Dengan Metode Angka Lempeng Total ( ALT ) Dan Angka Kapang Kamir ( AKK ). Journal of Pharmaceutical Science and Medical Research, 2(1), 19–23.
Muthi’ah, S. N., & A’yun, Q. (2021). Analisis kandungan boraks pada makanan menggunakan bahan alami kunyit. BIO-SAINS: Jurnal Ilmiah Biologi, 1(1), 13–18.
Pradita, D. N., & Indriani, D. (2018). Efektivitas rapid test kit dalam deteksi boraks pada produk olahan pangan tradisional di Yogyakarta. Jurnal Ilmu Kesehatan, 9(1), 23–28.
Rizkita, A. D., Julianti, N., Ayu, D. P. D., & Azzahra, E. A. F. (2023). Sosialisasi Cara Mendeteksi Kandungan Boraks pada Makanan Menggunakan Bahan Dapur. Jurnal Dharma Bhakti Ekuitas, 7(2), 71-79.
Rosnalia, W. (2024). Identifikasi formalin dan boraks pada sampel tahu, mie basah dan terasi menggunakan tes kit. Jurnal Sains dan Teknologi, 6(1).
Safriyana, A. (2024). Pengaruh Lama Perendaman Terhadap Efektifitas Test Kit Boraks Sederhana Berbahan Dasar Kunyit untuk Mendeteksi Kandungan Boraks Pada Bakso.Universitas Hasanuddin.
Salzabilah, N., Inayah, & Khaer, A. (2022). Analisis Kandungan Boraks pada Makanan dengan Menggunakan Ekstrak Ubi Jalar Ungu di Pasar Karuwisi Makassar. Jurnal Sulolipo : Media Komunikasi Sivitas Akademika Dan Masyarakat, 22(2), 304 – 311.
Saputrayadi, A., Asmawati, A., & Marianah, M. (2018). Analisis kandungan boraks dan formalin pada beberapa pedagang bakso di Kota Mataram. IJECA (International Journal of Education, Curriculum and Application), 5(2), 1.
Saputro, A. H., & Fauziyyah, R. (2021). Analisis kualitatif boraks pada bakso dan mi basah di Kecamatan Sukarame, Sukabumi dan Wayhalim. Jurnal Ilmiah Farmasi Famasyifa, 4(1).
Suharyanim I., Rohadi, D., Kunaedi, A., Tomi, T., Arisandi, D., Fauziah, R. S., & Hasim, I. (2021). Berbagi Metode Analisis Kualitatif Dan Kuantitatif Boraks Dalam Sampel Makanan. Journal of pharmacopolium, 4(3).
Suntaka, D. F. A. L., Joseph, W. B., & Sondakh, R. C. (2015). Analisis kandungan formalin dan boraks pada bakso yang disajikan kios bakso permanen pada beberapa tempat di Kota Bitung Tahun 2014. Kesmas, 4(1), 39-45.
Utami, A., & Santi, P. (2017). Analisis kandungan zat pengawet boraks pada jajanan sekolah di SDN Serua Indah 1 Kota Ciputat. Holistika: Jurnal Ilmiah PGSD, 1(1), 57–62.
Wibowo, D. S., Rahayu, S., & Saputri, F. (2020). Penggunaan ekstrak ubi ungu sebagai indikator alami dalam uji kandungan boraks pada makanan. Jurnal Sains dan Edukasi Kimia, 12(1), 35–41. (Placeholder2)
Widelia, P., Farizal, J., & Narti, M. (2018). Identifikasi Kandungan Boraks Pada Mi Basah Di Pasar Tradisional Kota Bengkulu. Journal Of Nursing and Public Health, 6 (1).
Yadav, R. P., & Tarun, G. (2017). Versatility of turmeric: A review the golden spice of life. Journal of Pharmacognosy and Phytochemistry, 6(1), 41–46.


