Efektivitas Indikator Alami Mengandung Antosianin Dalam Mendeteksi Cemaran Boraks Pada Makanan

Penulis

  • Ratih Lukmitarani Jurusan Kesehatan Lingkungan, Poltekkes Kemenkes Semarang, Banyumas, Indonesia
  • Arna Rosyada Jurusan Kesehatan Lingkungan, Poltekkes Kemenkes Semarang, Banyumas, Indonesia
  • Asep Tata Gunawan Jurusan Kesehatan Lingkungan, Poltekkes Kemenkes Semarang, Banyumas, Indonesia
  • Bunga Nuur Primayu Utami Jurusan Kesehatan Lingkungan, Poltekkes Kemenkes Semarang, Banyumas, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.32382/sulo.v26i1.2344

Kata Kunci:

Deteksi, boraks, antosianin, indikator alami

Abstrak

Penyakit degeneratif salah satu tantangan kesehatan di Indonesia. Kesehatan konsumen dapat terancam apabila makanan yang dikonsumsi mengandung cemaran kimia. Upaya deteksi makanan mengandung boraks masih belum diterapkan oleh masyarakat. Perlu membuat alternatif alat deteksi boraks dengan menggunakan indikator alami yang mengandung antosianin. Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui antosianin pada bahan alami yang paling efektif mendeteksi cemaran boraks pada sampel makanan. Metode penelitian menggunakan pendekatan pre-eksperimental dengan rancangan Static Group Comparison. Sampel yang digunakan adalah lontong yang dibuat dengan mencampurkan boraks sebanyak 3gram pada 100gram beras perlontong untuk menjaga kehomogenan sampel. Takaran boraks dan jumlah beras yang digunakan merupakan simulasi laboratorium. Indikator alami yang digunakan berasal dari bahan alami yang mengandung antosianin, yaitu kulit manggis, kayu secang, kulit buah naga dan ubi ungu dalam bentuk ekstrak. Ekstrak dibuat dengan menggunakan teknik ekstraksi maserasi. Hasil penelitian menunjukkan efektivitas dalam mendeteksi boraks pada lontong dengan pendeteksi kayu secang sebesar 83,3%, kulit buah naga sebesar 66,6% dan kulit manggis dan ubi ungu sebesar 50%. Hasil uji statistik dengan metode uji Chi-Square dengan membaca nilai Fisher’s Exact menghasilkan nilai signifikansi sebesar 0.141 artinya tidak terdapat perbedaan efektivitas yang signifikan secara statistik antara keempat indikator alami dengan test kit boraks. Kesimpulan efektivitas keempat indikator alami tidak signifikan secara statistik namun secara praktis memiliki kemampuan deteksi yang sebanding dan sama baiknya dengan test kit sebagai indikator pembanding. Masyarakat atau pelaku industri pangan dapat menggunakan indikator alami, kayu secang terutama sebagai alat deteksi yang murah dan mudah untuk didapatkan.

Referensi

Ajeng Nastiti, A., Ayun, Q., & Malis, E. (2020). Analisis Boraks Dengan Menggunakan Metode Komparator Warna Dari Kulit Buah Naga Merah. Jurnal Crystal : Publikasi Penelitian Kimia Dan Terapannya, 2(2), 28–40. https://doi.org/10.36526/jc.v2i2.1197

Berliana, A., Abidin, J., Salsabila, N., Maulidia, S., Adiyaksa, R., & Febryani, V. (2021). Penggunaan bahan tambahan makanan berbahaya boraks dan formalin dalam makanan jajanan : studi literatur hazardous use of food supplements of borax and formalin in snack food : Literature study. Sanitasi Lingkungan, 1(2), 65–71. https://doi.org/10.36086/salink.v1i2.952

Bondre, S., Patil, P., Kulkarni, A., & Pillai, M. M. (2012). Study On Isolation And Purification Of Anthocyanins And Its Application As pH Indicator. International Journal of Advanced Biotechnology and Research, 3(3), 698–702.

BPS. (2022). Analisis Profil Penduduk Indonesia. In Badan Pusat Statistik. https://www.bps.go.id/

Bray, F., Ferlay, J., Soerjomataram, I., Siegel, R. L., Torre, L. A., & Jemal, A. (2018). Global cancer statistics 2018: GLOBOCAN estimates of incidence and mortality worldwide for 36 cancers in 185 countries. CA: A Cancer Journal for Clinicians, 68(6), 394–424.

Damayanti, N., & Wijayati, E. W. (2023). Tinjauan Pengetahuan Dokter Dalam Pengelolaan Penyakit Degeneratif. Jurnal Riset Pengembangan Dan Pelayanan Kesehatan, 2(1), 8–14.

Hafsah, H., Alang, H., Hastuti, H., & Sri Yusal, M. (2022). Peningkatan Pengetahuan Tentang Penyakit Degeneratif Pada Masyarakat Petani di Desa Laliko Sulawesi. Kreativasi : Journal of Community Empowerment, 1(2), 63–71. https://doi.org/10.33369/kreativasi.v1i2.23735

Henly, H. (2023). Western Lifestyle, Global Problem: Rising Rates of Cancer in the Young. RGA, December. https://www.rgare.com/knowledge-center/article/western-lifestyle-global-problem-rising-rates-of-cancer-in-the-young

Hidayah, T., Pratjojo, W., & Widiarti, N. (2019). Uji Stabilitas Pigmen dan Antioksidan Ekstrak Zatwarna Alami Kulit Buah Naga. Indonesian Journal of Chemical Science, 3(2), 135–140. https://doi.org/ISSN NO 2252-6951

Jumara, W. (2018). Pengaruh Kondisi pH dan Perbandingan Rempah Terhadap Karakteristik Minuman Serbuk Secang (Caesalpinia sappan L.). Doctoral Dissertation, Fakultas Teknik.

Kaur, H., & Kochar, R. (2019). Nutritional challenges and health consequences of junk foods. Current Research in Diabetes & Obesity Journal, 10(5), 93–96.

Khomsiyah, S., Ayun, Q., & Susanti, R. E. E. (2020). Pengembangan Metode Spektrofotometer UV-Vis Untuk Menentukan Kadar Boraks Dengan memanfaatkan Senyawa antosianin dari Ekstrak Buah Naga Sebagai Indikator. Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam, 1(2), 23–31. https://doi.org/ISSN 2685-7065

Kunnaryo, H. J. B., & Wikandari, P. R. (2021). Antosianin dalam Produksi Fermentasi dan Perannya sebagai Antioksidan. Unesa Journal of Chemistry, 10(1), 24–36. https://doi.org/10.26740/ujc.v10n1.p24-36

Lukmitarani, R., Gunawan, A. T., & Nur’aini, N. (2025). Skrining Cemaran Boraks Pada Makanan Yang Dijual Di Pasar Wage Kabupaten Banyumas. Buletin Keslingmas, 44(1), 24–29. https://doi.org/10.31983/keslingmas.v44i1.12488

Mahmudatussa’adah, A., Fardiaz, D., Andarwulan, N., & Kusnandar, F. (2019). Karakteristik Warna dan Aktivitas Antioksidan Antosianin Ubi Jalar Ungu [Color Characteristics and Antioxidant Activity of Anthocyanin Extract from Purple Sweet Potato]. Jurnal Teknologi Dan Industri Pangan, 25(2), 176–184. https://doi.org/10.6066/jtip.2014.25.2.176

Nasrullah, N., Husain, H., & Syahrir, M. (2020). Pengaruh Suhu Dan Waktu Pemanasan Terhadap Stabilitas Pigmen Antosianin Ekstrak Asam Sitrat Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus polyrizus) Dan Aplikasi Pada Bahan Pangan. Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia Dan Pendidikan Kimia, 21(2), 150. https://doi.org/10.35580/chemica.v21i2.17985

Nurcahya, A., Hidayat, F., Dinanti, A. D., & Fathiyyah, K. D. (2024). Preferensi Mahasiswa terhadap Makanan Tradisional dengan Makanan Cepat Saji dari Segi Pemahaman Gizi dan Bahan Kimia. Journal of Nutrition and Culinary, 4(1), 29–37. https://jurnal.unimed.ac.id/2012/index.php/JNC/article/view/53749/23321

Nuriman, E. J., Hidayat, R., Setiabudi, A., & Dewi, M. P. (2025). Bonus Demografi: Peluang atau Tantangan Bagi Kemajuan Indonesia di Tahun 2045. PANDITA: Interdisciplinary Journal of Public Affairs, 8(1), 149–161. https://doi.org/10.61332/ijpa.v8i1.266

Nurlailia, A., Sulistyorini, L., & Puspikawati, S. I. (2021). Analisis Kualitatif Kandungan Boraks pada Makanan di Wilayah Kota Banyuwangi. Media Gizi Kesmas, 10(2), 254. https://doi.org/10.20473/mgk.v10i2.2021.254-260

Priyono, A. T. P., Alba, A. M., Jaya, L. J., & Wasir, R. (2025). Bonus demografi di Indonesia: Peluang dan tantangan dalam penguatan layanan kesehatan. Indonesian Journal of Health Science, 5(4), 823–834. https://doi.org/10.54957/ijhs.v5i4.1588

Purnomo, H., Puyanda, I. R., & Mustofa, A. (2025). Identifikasi Penggunaan Boraks dan Cemaran Mikrobia pada Kerupuk Puli Mentah di Beberapa Kecamatan di Wonogiri. Journal of Innovative Food Technology and Agricultural Produc, 03(01), 1–7. https://doi.org/10.31316/jitap.v3i1.7773

Putri, P. G., & Ningtyas, K. R. (2024). Stabilitas Ekstrak Antosianin Kulit Buah Naga Merah Sebagai Biosensor Kesegaran Ikan Gurami (Osphronemus Goramy). Jurnal Pengembangan Agroindustri Terapan, 3(2), 75–80. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.25181/Jupiter.v3i2.4071

Rismiati, Z., Rahmat, M., Indra, A. I. N., & Syaindy, A. A. (2024). Extraction Of Brazilin From Sappan Wood as a Natural Reagent for Borax Detection by Digital Image Analysis. Jurnal Kesehatan Prima, 18(2), 53–60.

Saputri, D. R., Listyadevi, Y. L., Adiwibowo, M. T., Damayanti, D., Auriani, W. A., Fahni, Y., Sanjaya, A., Yusupandi, F., Yuniarti, R., Zega, F. A., & Ikhlas, F. R. (2023). The Effect of Acidity Condition (pH) on The Color Change of Anthocyanin Compound from Butterfly Pea Flower Extract (Clitoria ternatea). Communication in Food Science and Technology, 2(2), 54–60. https://doi.org/10.35472/cfst.v2i2.1570

Singh, A., Dhanasekaran, D., Ganamurali, N., & Sabarathinam, S. (2021). Junk food-induced obesity-a growing threat to youngsters during the pandemic. Obesity Medicine, 26, 100364.

Sri Asmorowati, D., Iryani Kristanti, I., Sri Susilogati Sumarti Jurusan Kimia, D., & Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, F. (2024). Indonesian Journal of Chemical Science Pembuatan Indikator Asam dan Basa Alami dari Kulit Manggis (Garcinia mangostana). Journal of Chemical Science, 13(1).

Trisdayant, N. P. E. (2022). Analisis Boraks Dengan Ekstrak Bunga Telang Pada Kerupuk Puli. Jurnal Gastronomi Indonesia, 10(1), 1–9. https://doi.org/10.52352/jgi.v10i1.701

Widagdo, J. (2017). Pemanfaatan Sumber Daya Alam Sebagai Bahan Pewarna. Jurnal Disprotek, 8(1), 67–80.

Yuliani, N. R. (2021). Penetapan Kadar Antosianin dalam Ekstrak Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus), Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L), dan Kayu Secang (Caesalpinia sappan L.) dengan Metode Spektrofotometri UV-Vis. Universitas Brawijaya.

Yuliantini, A., & Rahmawati, W. (2019). Analisis Kualitatif Boraks dalam Bakso dengan Indikator Alami Ekstrak Bunga Telang (Clitoria ternatea L.): Qualitative Analysis of Borax in Meatballs with Butterfly Pea Flower (Clitoria ternatea L.) Extract as Natural Indicator. Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian, 12(1), 13–16.

Yuniati, Y., Azmi, D. D., Nurandriea, E., Qadariyah, L., & Mahfud. (2023). Parametric Study and Characterization of Sappan Wood (Caesalpinia Sappan Linn) Natural Red Colorant Extract with Ultrasonic Assisted Extraction Method. ASEAN Journal of Chemical Engineering, 23(1), 103–112. https://doi.org/10.22146/ajche.77249

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-29

Cara Mengutip

Lukmitarani, R., Rosyada, A., Gunawan, A. T., & Utami, B. N. P. (2026). Efektivitas Indikator Alami Mengandung Antosianin Dalam Mendeteksi Cemaran Boraks Pada Makanan. Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika Dan Masyarakat, 26(1), 144–153. https://doi.org/10.32382/sulo.v26i1.2344