Determinan Kecelakaan Kerja Pada Industri Kapal Pinisi : Studi Cross-Sectional di Kabupaten Bulukumba
DOI:
https://doi.org/10.32382/sulo.v26i1.2139Kata Kunci:
Kecelakaan kerja, usia, masa kerja, lama kerja, penggunaan APDAbstrak
Pembuatan kapal tradisional Pinisi di Kabupaten Bulukumba dikenal sebagai warisan budaya maritim yang berharga, namun menghadapi tantangan besar dalam aspek keselamatan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian kecelakaan kerja pada pekerja pembuatan kapal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional, melibatkan 109 responden yang dipilih melalui rumus Slovin. Data dikumpulkan melalui kuesioner serta pengukuran langsung menggunakan Sound Level Meter dan Hygrometer. Hasil penelitian menunjukkan hasil bahwa sebanyak 56 responden (51,4%) pernah mengalami kecelakaan kerja. Hasil uji Chi-Square menunjukkan bahwa variabel usia (p = 0,000), tingkat pendidikan (p = 0,001), masa kerja (p = 0,029), lama kerja (p = 0,302), penggunaan APD (P = 0,004), kebisingan (p = 0,624), serta suhu udara di area kerja yang telah diukur dari enam titik memiliki rata – rata suhu 31,33ºC. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara usia, masa kerja, tingkat pendidikan, penggunaan APD, dan suhu udara dengan kejadian kecelakaan kerja, sedangkan, tidak ada hubungan antara, lama kerja, dan kebisingan dengan kejadian kecelakaan kerja. Diperlukan upaya peningkatan kesadaran dan penerapan K3 serta penyediaan APD yang memadai untuk menurunkan angka kejadian kecelakaan kerja.
Referensi
Aris, K. A. A. (2021). Manajemen Risiko Kesehatan dan Keselamatan Kerja pada Pekerja Industri Kapal Phinisi di Kelurahan Tanah Lemo Kecamatan Bontobahari Kabupaten Bulukumba (Skripsi Sarjana, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar).
Arie, M., Goma, D., Akbar, H., & Rumaf, F. (2024). Hubungan Penerapan Standar Operasional Prosedur dan Penggunaan Alat Pelindung Diri Dengan Kecelakaan Kerja Pada Karyawan PT . X Kabupaten Bolang Mongondow Utara. Environmental Occupational Health and Safety, 4(2), 35–42.
Arnold, J. K. T., Doda, D. V. D., & Akili, R. H. (2020). Analisis Risiko Kecelakaan Kerja Pada Pemeliharaan Alat Container Crane dan Rubber Tyred Gantries. Jurnal E-Biomedik, 8(2), 163–172. https://doi.org/10.35790/ebm.v8i2.29553.
Dasril, O., Sary, A. N., & Putra, D. (2019). Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecelakaan Kerja Pada Pekerja Bahan Baku PT. P&P Lembah Karet. Seminar Nasional Syedza Saintika, 1(1), 21.
Febriyanti, A. D., Titis Rahmania R, D., Dwi Yulinar, R., Samudra, S. F., Radianto, D. O., (2024). Peningkatan Keselamatan Kerja Melalui Implementasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Journal of Educational Innovation and Public Health, 2(2), 72–85. https://doi.org/10.55606/innovation.v2i2.2849
Huda, N., Fitri, A. M., Buntara, A., & Utari, D. (2021). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Terjadinya Kecelakaan Kerja Pada Pekerja Proyek Pembangunan Gedung Di Pt. X Tahun 2020. Jurnal Kesehatan Masyarakat (Undip), 9(5), 652–659. https://doi.org/10.14710/jkm.v9i5.30588.
Jakni. (2006). Metodologi Penelitian Eksperimen Bidang Pendidikan. Alfabeta.
Kemnaker. (2024). Kasus Kecelakaan Kerja Tahun 2024. Satu Data Ketenagakerjaan.
Maharani, R. N., & Hamsir, H. (2020). Faktor Yang Memengaruhi Terjadinya Kecelakaan Kerja Pada Karyawan Di Pt. Andalan Fluid Sistem Kabupaten Maros. Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika Dan Masyarakat, 19(2), 173. https://doi.org/10.32382/sulolipu.v19i2.1350.
Mauliddiyah, N. L. (2021). Hubungan Anatara Pengetahuan dan Praktik Penggunaan Alat Pelindung Diri dengan Kejadian Kecelakaan Kerja Pada Pekerja Bengkel Las Sejahtera di Kabupaten Madiun. 6.
Mertayukti, M. L. (2020). Perancangan aplikasi komputer untuk menentukan fasilitas galangan dalam pembangunan kapal baru sebagai fungsi kapasitas galangan kapal. Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya. https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/naval.
Mulyadi, M., Zaenab, Z., & Hasryanty, S. (2022). Analisis Faktor Kecelakaan Kerja dengan Karakteristik Pekerja Proyek Makassar New Port di PT. PP Pelindo IV (Persero). Care Journal, 1(2), 8–14. https://doi.org/10.35584/carejournal.v1i2.52.
Nur Qalby. (2021). Mengenal Kapal Pinisi Warisan Pelaut Bugis-Makassar. Academia.Edu, 6.
Niscon Valdo Pangeman. (2024). Hubungan Perilaku Kerja Dengan Kecelakaan Kerja Pada Pekerja Di Perusahan X. Jurnal Universitas Trinita Manado, 2(1).
Soehatman Ramli. (2019). Smart Dafety Panduan Penerapan SMK3 yang Efektif. Dian Rakyat.
Suma’mur, D. (2009). Higiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja (HIPERKES). CV Sagung Seto.
Triwibowo, C., & Pusphandani, M. E. (2013). Kesehatan Lingkungan dan K3. Nuha Medika.
Wirawati, K., & Sutriyawan, A. (2022). Hubungan Lingkungan Kerja Fisik Dengan Kejadian Kecelakaan Kerja di Industri Tekstil Kota Bandung. Gema Wiralodra, 13(1), 53–63. https://doi.org/10.31943/gemawiralodra.v13i1.210. Diakses pada 13 Desember 2024.
Zurriya, J., Thamrin, Y., & Ikhtiar, M. (2019). Faktor Yang Berhubungan Dengan Kecelakaan Kerja Pada Bengkel Las Di Bengkel Las Di Kota Makassar 2018. Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis, 14(1), 48–52. https://doi.org/10.35892/jikd.v14i1.95.
















