Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Kelelahan Kerja Pada Pegawai di Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Kota Makassar

Penulis

  • Syamsuddin Suaebu Jurusan Kesehatan Lingkungan, Poltekkes Kemenkes Makassar
  • Rostina Jurusan Kesehatan Lingkungan, Poltekkes Kemenkes Makassar
  • Andi Ruhban Jurusan Kesehatan Lingkungan, Poltekkes Kemenkes Makassar
  • Farah Dwi Maghfirah Jurusan Kesehatan Lingkungan, Poltekkes Kemenkes Makassar

DOI:

https://doi.org/10.32382/sulo.v26i1.2103

Kata Kunci:

Kelelahan kerja, keselamatan dan kesehatan kerja, kualitas tidur, produktivitas

Abstrak

Salah satu isu yang berkaitan dengan kesehatan dan keselamatan kerja adalah kelelahan kerja. Kelelahan kerja termasuk masalah kesehatan kerja yang dapat menurunkan produktivitas dan meningkatkan potensi terjadinya kecelakaan kerja. Oleh karena itu, kelelahan kerja menjadi perhatian utama dalam bidang Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi tingkat kelelahan kerja pada pegawai Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Kota Makassar, khususnya di wilayah kerja Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar, Maros. Penelitian menggunakan pendekatan desain cross-sectional. Sampel sebanyak 77 responden dipilih secara acak sederhana menggunakan rumus Slovin. Data kuantitatif dikumpulkan melalui kuesioner; kelelahan kerja diukur dengan Industrial Fatigue Research Committee (IFRC) 30 item, kualitas tidur dengan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), serta kuesioner terstruktur untuk variabel lainnya. Data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam pada empat responden. Analisis kuantitatif menggunakan uji Chi‑Square, Fisher’s Exact Test, dan penghitungan odds ratio (OR) dengan interval kepercayaan 95%; data kualitatif dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia (p=0,458), masa kerja (p=0,140), lama kerja (p=0,856), dan kualitas tidur (p=0,096) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat kelelahan kerja. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa usia, masa kerja, lama kerja, dan kualitas tidur tidak berhubungan dengan tingkat kelelahan kerja. Sebagai rekomendasi, peneliti berikutnya disarankan untuk memperhatikan metode pengumpulan data, pengukuran iklim kerja, serta menggunakan instrumen yang lebih spesifik untuk mengukur kelelahan kerja.

Referensi

Apriliani, A. (2019). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kelelahan kerja pada petugas pemadam kebakaran di Suku Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Selatan. ARKESMAS (Arsip Kesehatan Masyarakat), 4(1), 162–167. https://doi.org/10.22236/arkesmas.v4i1.3139

Amalia, I., & Widajati, N. (2019). Faktor yang berhubungan dengan kelelahan kerja pada tenaga kerja unit pengerolan besi. Journal of Health Science and Prevention, 3(1), 16–24. https://doi.org/10.29080/jhsp.v3i1.147

Benton, J., Lee, C. L., Long, H. A., Sugavanam, T., Holmes, L., Keane, A., Thurley, N., Kyle, S. D., Ray, D., & French, D. P. (2025). Shift workers’ experiences and views of sleep disturbance, fatigue and healthy behaviors: A systematic review and qualitative evidence synthesis. Scandinavian Journal of Work, Environment & Health, 51(4), 282–297. https://doi.org/10.5271/sjweh.4207

Bessie, V. A., Buntoro, I. F., & Damanik, E. M. B. (2021). Hubungan tingkat stres dengan kualitas tidur pada perawat selama pandemi COVID-19 di RSUD Prof. Dr. WZ Johannes Kupang. Cendana Medical Journal, 9(1), 16–23. https://doi.org/10.35508/cmj.v9i1.4928

Cunningham, T., Guerin, R., Ferguson, J., & Cavalleri, J. (2022). Work-related fatigue: A hazard for workers experiencing disproportionate occupational risks. American Journal of Industrial Medicine, 65(10), 815–828. https://doi.org/10.1002/ajim.23374

Dera, K. D. T. U., Arsani, N. L. K. A., & Wijaya, I. M. K. (2025). Hubungan durasi tidur dengan kualitas tidur pada guru. PREPOTIF: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 9(3), 10077–10084. https://doi.org/10.31004/prepotif.v9i3.53338

Fandani, D. A., & Widowati, E. (2022). Kelelahan kerja pada pekerja Dinas Kesehatan di masa pandemi Covid-19. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia, 3(1), 18–25.

Gaol, M. J. L., Camelia, A., & Rahmiwati, A. (2018). Risk factors analysis for fatigue in production departement employees of PT. Arwana Anugrah Keramik, Tbk. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 9(1). https://www.neliti.com/publications/464677/risk-factors-analysis-for-fatigue-in-production-departement-employees-of-pt-arwa

Gómez-García, R., Bayón-Calvo, S., & Lucas-García, J. (2021). The relationship between burnout and job satisfaction in a sample of Spanish social workers. The British Journal of Social Work, 51(8), 3115–3134. https://doi.org/10.1093/bjsw/bcaa150

Gonçalves, A. C., Leite, H. D. C. S., Carvalho, E. A., & Nunes, M. D. R. (2021). Resilience and occupational fatigue among healthcare workers during the COVID-19 pandemic. Revista Brasileira de Enfermagem, 74(Suppl 1), e20200983. https://doi.org/10.1590/0034-7167-2020-0983

Hermawan, B., Haryono, W., & Soebijanto, S. (2017). Sikap, beban kerja dan kelelahan kerja pada pekerja pabrik produksi aluminium di Yogyakarta. Berita Kedokteran Masyarakat, 33(4), 213–218.

International Labour Office. (2021). World employment and social outlook 2021: The role of digital labour platforms in transforming the world of work. International Labour Office.

Juliana, M., Camelia, A., & Rahmiwati, A. (2018). Analisis faktor risiko kelelahan kerja pada karyawan bagian produksi PT. Arwana Anugrah Keramik, Tbk. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 9(1), 53–63. https://ejournal.fkm.unsri.ac.id/index.php/jikm/article/view/246

Karunia. (2022). Kelelahan kerja pada tenaga kerja bidang produksi di PT. Hardaya Inti Plantations Buol, 4(June), 2022. https://journal.stik-ij.ac.id/index.php/kesmas/article/view/172

Kwon, S., Rugg, M. D., Wiegand, R., Curran, T., & Morcom, A. M. (2023). A meta-analysis of event-related potential correlates of recognition memory. Psychonomic Bulletin & Review, 30(6), 2083–2105. https://doi.org/10.3758/s13423-023-02309-y

Lestari, S. A. D., Batara, A. S., & Mutthalib, N. U. (2021). Faktor yang berhubungan dengan kelelahan kerja pada psikososial karyawan bagian Rotary 9 Feet di PT Sumber Graha Sejahtera Luwu Tahun 2021. An Idea Health Journal, 1(2), 155–158. https://jurnal.fkm.umi.ac.id/index.php/woph/article/view/321

Lutfia, Y. K., Arganata, F. Z., & Fitri, N. (2024). Analisis gambaran durasi kerja dan masa kerja dengan kelelahan kerja pada driver perusahaan distributor gas di Gresik. Calory Journal, 3. https://jurnal.stikeskesosi.ac.id/index.php/CaloryJournal/article/view/390

Maharani, P., & Nugroho, B. (2022). Dampak kelelahan kerja dan kualitas tidur terhadap pengaruh produktivitas kerja. Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health, 7(1), 69. https://doi.org/10.21111/jihoh.v7i1.8442

Nurdiawati, E., & Safira, R. A. D. (2020). The relationship between complaints of subjective fatigue, age and working period with work productivity of workers. Faletehan Health Journal, 7(2), 113–118. https://doi.org/10.33746/fhj.v7i2.106

Nuryanti, E. A. (2021). Analisis determinan kualitas tidur pada pekerja shift wanita di PT. Sandratex Tahun 2021 [Skripsi, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta]. http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/34272

Nowrouzi-Kia, B., Sithamparanathan, G., Nadesar, N., Gohar, B., & Ott, M. (2021). Factors associated with work performance and mental health of healthcare workers during pandemics: A systematic review and meta-analysis. Journal of Public Health, 43(4), e728–e737. https://doi.org/10.1093/pubmed/fdaa126

Oakman, J., Kinsman, N., Stuckey, R., Graham, M., & Weale, V. (2020). A rapid review of mental and physical health effects of working at home: How do we optimize health? BMC Public Health, 20(1), 1825. https://doi.org/10.1186/s12889-020-09875-z

Putranto, C., & Wijaya, E. (2024). Pengaruh beban kerja, stres kerja, motivasi kerja terhadap kinerja karyawan bagian sales PT. X. Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Perbankan, 10(1), 39–56. https://doi.org/10.35384/jemp.v10i1.526

Putri, A. R., & Inayah, Z. (2024). Analisis faktor yang berhubungan dengan kelelahan kerja pada tenaga kerja produksi bagian sewing woven plastik di PT. Wiharta Karya Agung Gresik. Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan, 14(2), 152–159. https://ejournal.urindo.ac.id/index.php/kesehatan/article/view/3920

Safira, E. D., Pulungan, R. M., & Arbitera, C. (2020). Kelelahan kerja pada pekerja di PT. Indonesia Power Unit Pembangkitan dan Jasa Pembangkitan (UPJP) Priok. Jurnal Kesehatan, 11(2), 265–271. https://www.researchgate.net/publication/345959758

Sagherian, K., Steege, L. M., Cobb, S. J., & Cho, H. (2020). Insomnia, fatigue and psychosocial well-being during COVID-19 pandemic: A cross-sectional survey of hospital nursing staff in the United States. Journal of Clinical Nursing, 30(5–6), 882–895. https://doi.org/10.1111/jocn.15566

Santriyana, N., Dwimawati, E., & Listyandini, R. (2023). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kelelahan kerja pada pekerja pembuat bolu talas kujang di home industry Kelurahan Bubulak Tahun 2022. Promotor, 6(4), 402–409. https://ejournal2.uikabogor.ac.id/Index.php/PROMOTOR/article/view/273

Sari, A. R., & Muniroh, L. (2020). Hubungan kecukupan asupan energi dan status gizi dengan tingkat kelelahan kerja pekerja bagian produksi (Studi di PT. Multi Aneka Pangan Nusantara Surabaya). Amerta Nutrition, 1(4), 275. https://e-journal.unair.ac.id/AMNT/article/view/7127

Selander, J., Blom, V., Bergström, G., & Falkenberg, H. (2024). Organizational factors and occupational fatigue among healthcare workers: Implications for recovery and well-being. Occupational Medicine, 74(1), 15–23. https://doi.org/10.1093/occmed/kqad112

Tarwaka. (2015). Ergonomi industri: Dasar-dasar pengetahuan ergonomi dan aplikasi di tempat kerja.

Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. (2003).

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-27

Cara Mengutip

Suaebu, S., Rostina, R., Ruhban, A., & Maghfirah, F. D. (2026). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Kelelahan Kerja Pada Pegawai di Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Kota Makassar. Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika Dan Masyarakat, 26(1), 96–106. https://doi.org/10.32382/sulo.v26i1.2103