Peningkatan Pengetahuan Siswa Kelas VI tentang Pencegahan Kecacingan melalui Penyuluhan Kesehatan Interaktif di SD Inpres Baraya 1 Makassar
DOI:
https://doi.org/10.32382/mirk.v7i1.2117Kata Kunci:
kecacingan, penyuluhan kesehatan, perilaku hidup bersih dan sehat, siswa sekolah dasar, pengabdian kepada masyarakatAbstrak
Kecacingan merupakan masalah kesehatan yang prevalensinya masih tinggi pada anak usia sekolah dasar dan berdampak pada pertumbuhan, status gizi, serta kemampuan belajar, dengan rendahnya pengetahuan dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sebagai faktor risiko utama yang perlu ditangani melalui intervensi edukatif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang kecacingan dan upaya pencegahannya melalui penyuluhan kesehatan. Kegiatan dilaksanakan di UPT SD Inpres Baraya 1 Makassar pada bulan Oktober 2025 dengan sasaran siswa kelas VI sebanyak 23 orang. Metode yang digunakan adalah penyuluhan kesehatan secara edukatif dan interaktif melalui presentasi, diskusi, tanya jawab, permainan edukatif, serta pembagian leaflet. Evaluasi dilakukan menggunakan desain pretest–posttest untuk menilai perubahan tingkat pengetahuan siswa sebelum dan sesudah penyuluhan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa pada seluruh aspek yang dinilai, meliputi pengertian kecacingan, jenis-jenis cacing, penyebab, dampak, serta pencegahan kecacingan, dengan nilai pretest pada rentang 56–65% meningkat menjadi 91–96% pada posttest. Penyuluhan kesehatan terbukti efektif meningkatkan pemahaman siswa mengenai penerapan PHBS sebagai strategi pencegahan kecacingan pada anak usia sekolah
Referensi
Afandi, N. A., Fattah, N., Rasfayanah, R., Darussalam, A. H. E., & Aisyah, W. N. (2025). Personal hygiene and soil-transmitted helminth infection among school children in Karuwisi Health Centre area, Makassar. Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako), 11(4), 681-690. https://doi.org/10.22487/htj.v11i4.1800
Angria, N., & Ka’bah. (2023). Edukasi dan pemeriksaan kecacingan pada anak SDN Baddoka Kota Makassar. Jurnal Visi Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(2), 50-58. https://doi.org/10.51622/pengabdian.v4i2.1332
Armaijn, L., Darmayanti, D., Buyung, S., & Hidayat, R. (2023). Faktor-faktor yang berhubungan dengan risiko kecacingan pada anak sekolah dasar di Kota Ternate. Malahayati Nursing Journal, 5(8), 2486-2498. https://doi.org/10.33024/mnj.v5i8.9284
Asdihar, N., Rauf, D., & Nurliana, N. (2024). Hal-hal yang ada hubungan dengan kecacingan pada anak di beberapa lokasi di wilayah Indonesia periode tahun 2005 sampai dengan tahun 2020. Bosowa Medical Journal, 2(2), 67-71. https://doi.org/10.56326/bmj.v2i2.5363
A’yun, S. Q., Suminar, E., & Maulani, F. E. (2021). Pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan siswa tentang perilaku hidup bersih dan sehat. Indonesian Journal of Professional Nursing, 1(2), 6-12. https://doi.org/10.30587/ijpn.v1i2.2289
Elmiyanti, N. K., Mbaloto, F. R., & Purwaningsih, D. F. (2022). Penyuluhan kesehatan pencegahan penyakit kecacingan di SDN 12 Limran. Jurnal Abdidas, 3(3), 381-386. https://doi.org/10.31004/abdidas.v3i3.595
Hanina, H., Halim, R., Wulandari, P. S., & Karolina, M. E. (2023). Penyuluhan untuk mencegah kecacingan pada anak SDN 208/IV Telanai Pura guna meningkatkan konsentrasi belajar pada anak. Medical Dedication (Medic): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat FKIK UNJA, 6(2), 165-169. https://doi.org/10.22437/medicaldedication.v6i2.28828
Lestari, D. P., Erawati, D., & Erismawati, E. (2023). Edukasi pencegahan kecacingan pada anak sekolah dasar. Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), 6(7), 2896-2915. https://doi.org/10.33024/jkpm.v6i7.10202
Masra, F., Barus, L., & Indarwati, S. (2022). Faktor resiko cacingan pada anak usia sekolah dasar. Midwifery Journal, 2(4), 168-175. https://doi.org/10.33024/mj.v2i4.8505
Notoatmodjo, S. (2012). Promosi kesehatan dan perilaku kesehatan. Rineka Cipta.
Prabandari, A. S., Ariwarti, V. D., Pradistya, R., & Sekar Sari, M. M. (2020). Prevalensi soil transmitted helminthiasis pada siswa sekolah dasar di Kota Semarang. Avicenna: Journal of Health Research, 3(1), 1-10. https://doi.org/10.36419/avicenna.v3i1.337
Sinta, F. (2011). Promosi kesehatan. Graha Ilmu.
Susilo, P., & Haryatmi, D. (2024). Hubungan perilaku hidup bersih dan sehat anak dengan kejadian kecacingan (Studi di Sekolah Dasar Negeri 2 Sukamenanti Kota Bandar Lampung). Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 19(1), 1-6.
Syaputri, K. H., Sari, O. M., Riduan, A., & Muslimawati, K. (2024). Peningkatan pengetahuan dalam upaya pencegahan penyakit cacingan pada anak di Posyandu Balita Kartika. Jurnal Pelayanan Dan Pengabdian Kesehatan Untuk Masyarakat, 2(2), 78-84. https://doi.org/10.52643/jppkm.v2i2.5247
Tahlil, T., Sartika, S. D., & Khasyrawi Abrar, H. (2025). Faktor risiko infeksi cacing pada siswa sekolah dasar di beberapa daerah di Indonesia periode tahun 2013-2020. Bosowa Medical Journal, 3(1), 07-12. https://doi.org/10.56326/bmj.v3i1.2477
Thirafi, S. Z. T., El-Hakim, Z. F., Nugroho, L. D., Khangai, A., & Puspitasari, D. (2021). Antihelmintic treatment and strategy to eliminate soil-transmitted helminth in children. Biomolecular and Health Science Journal, 4(1), 57-63. https://doi.org/10.20473/bhsj.v4i1.25947
World Health Organization. (2021). Soil-transmitted helminth infections. WHO Fact Sheet.








Email: mediapengmas@poltekkes-mks.ac.id