Edukasi Kesehatan Interaktif Tentang Pencegahan Kecacingan Untuk Meningkatkan Pengetahuan Siswa SD Negeri Balang Baru 1 Makassar

Penulis

  • Asmawati Asmawati Poltekkes Kemenkes Makassar, Makassar, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.32382/jpk.v22i1.2249

Kata Kunci:

kecacingan, edukasi kesehatan, siswa SD, prilaku hidup bersih, pengabdian masyarakat

Abstrak

Interactive Health Education on Helminthiasis Prevention to Improve the Knowledge of Students at Balang Baru 1 Elementary School, Makassar

Helminthiasis remains a significant public health problem in Indonesia, particularly among elementary school children. Poor personal hygiene, inadequate sanitation, and limited knowledge are the main factors contributing to the high prevalence of infection. This community service program aimed to improve students' knowledge regarding helminthiasis prevention through interactive health education. The activity was conducted at SD Negeri Balang Baru 1, Makassar, involving 20 fifth-grade students. Interactive educational methods were employed, including lectures, discussions, educational quizzes, and audiovisual media such as PowerPoint presentations and videos. Students' knowledge was evaluated using pre-test and post-test questionnaires. The results demonstrated an increase in the proportion of students with good knowledge from 35% before the intervention to 80% after the intervention, while the proportion of students with poor knowledge decreased from 45% to 5%. These findings indicate that interactive health education effectively improved students' knowledge regarding the causes, transmission, symptoms, and prevention of helminthiasis. This program may serve as an effective school-based health promotion strategy to support helminthiasis prevention among elementary school children.

Kecacingan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, terutama pada anak usia sekolah dasar. Rendahnya perilaku hidup bersih dan sehat, kurangnya pengetahuan, serta keterbatasan sanitasi merupakan faktor utama yang berkontribusi terhadap tingginya kejadian kecacingan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa mengenai pencegahan kecacingan melalui edukasi kesehatan interaktif. Kegiatan dilaksanakan di SD Negeri Balang Baru 1 Makassar dengan melibatkan 20 siswa kelas V. Metode edukasi yang digunakan meliputi ceramah, diskusi, kuis edukatif, serta media audiovisual berupa presentasi PowerPoint dan video edukatif. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test untuk mengukur tingkat pengetahuan siswa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa proporsi siswa dengan kategori pengetahuan baik meningkat dari 35% sebelum edukasi menjadi 80% setelah edukasi, sedangkan kategori pengetahuan kurang menurun dari 45% menjadi 5%. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan interaktif efektif meningkatkan pengetahuan siswa mengenai penyebab, penularan, gejala, dan upaya pencegahan kecacingan. Kegiatan ini berpotensi menjadi salah satu strategi promosi kesehatan berbasis sekolah dalam mendukung pencegahan kecacingan pada anak usia sekolah dasar.

Unduhan

Diterbitkan

2026-05-30