https://ojs3.poltekkes-mks.ac.id/index.php/medkes/issue/feed Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar 2024-03-30T21:36:12+08:00 Rudy Hartono mediakesehatan@poltekkes-mks.ac.id Open Journal Systems <p>Jurnal Media Kesehatan Poltekkes Kemenkes Makassar adalah jurnal ilmiah yang dipublikasi oleh Unit Penelitian Poltekkes Kemenkes Makassar. Jurnal ini merupakan mutasi dari <a href="https://journal.poltekkes-mks.ac.id/ojs2/index.php/mediakesehatan" target="_blank" rel="noopener">OJS 2 Jurnal Media Kesehatan Poltekkes Kemenkes Makassar</a>. Jurnal Media Kesehatan merupakan Jurnal Nasional yang diterbitkan dalam Bahasa Indonesia. Jurnal Media Kesehatan Poltekkes Kemenkes Makassar fokus pada hasil-hasil penelitian asli dan terbaru dalam lingkup ilmu kesehatan mencakup ilmu keperawatan, kebidanan, kesehatan lingkungan, ilmu farmasi, analis kesehatan atau laboratorium medis, ilmu gizi, fisioterapi, kesehatan gigi, ilmu kesehatan masyarakat dan ilmu kesehatan lainnya.</p> <p>Jurnal Media Kesehatan Poltekkes Kemenkes Makassar adalah jurnal dengan reviewer teman sejawat sesuai dengan bidang keilmuannya yang dikembangkan untuk mendorong pengembangan keilmuan dalam bidang kesehatan secara umum sehingga dapat menjadi sumber referensi dalam mendukung terselenggaranya pelayanan kesehatan yang berbasis <em>Evidence Based Practice</em> di Indonesia. Selain itu, jurnal itu menjadi wadah bagi peneliti dalam bidang ilmu kesehatan untuk mempublikasikan hasil penelitiannya sehingga mampu memperkaya referensi ilmiah yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia kesehatan di Indonesia<br /><strong>ISSN <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/1180425888" target="_blank" rel="noopener">1907-8153 (Print)</a> | ISSN <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/1482281837" target="_blank" rel="noopener">2549-0567 (Online)</a></strong></p> https://ojs3.poltekkes-mks.ac.id/index.php/medkes/article/view/430 PENGARUH TERAPI ACUPRESSURE PC6 DALAM MENGATASI KEJADIAN MUAL MUNTAH PADA IBU HAMIL TRIMESTER I DI PUSKESMAS JONGAYA KOTA MAKASSAR 2024-01-01T22:51:39+08:00 Andi Syintha Ida synta_ida@poltekkes-mks.ac.id Agustina Ningsi synta_ida@poltekkes-mks.ac.id <p>Perubahan fisiologi pada system pencernaan pada ibu hamil, terkadang menimbulkan rasa tidak nyaman pada ulu hati. Hormon HCG, estergen dan progesterone yang meningkat, berefek menurunnya kontraksi otor pencernaan. Komplikasi dan penyulit seringkali terjadi pada masa kehamilan. Salah satunya adalah masalah mual dan muntah. Kondisi ini 50 % terjadi pada ibu hamil, paling banyak terjadi pada primigravida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Terapi Acupressure PC6 dalam Mengatasi&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Kejadian Mual dan Muntah pada Ibu Hamil trimester I di Puskesmas Jongaya Kota Makassar. Terapi Acupressure PC6 ini merupakan terapi non-farmakologi dengan melakukan penekanan menggunakan jari pada titik pericardium 6 yaitu di 3 jari diatas pergelangan tangan bagian dalam yang diukur menggunakan tangan pasien itu sendiri. Teknik ini dilakukan selama 30 kali pemijatan searah jarum jam hingga terasa ngilu. Hal ini dapat dilakukan oleh ibu hamil dalam keadaan rileks dan dimana saja serta tidak&nbsp; membutuhkan waktu khusus untuk melakukan pemijatan. &nbsp;Adapun jenis penelitian yang digunakan yakni penelitian <em>Kuantitatif </em>dengan desain <em>Pre Experimental. </em>Rancangan penelitian <em>menggunakan Pre-test and Post-test Group Design. </em>Pengambilan sampel dilakukan dengan metode <em>Non Probability sampling d</em>engan cara <em>Purposive Random Sampling.</em> Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret s.d. September 2021. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil TM I yang datang melakukan kunjungan ANC di Puskesmas Jongaya Kota Makassar dengan keluhan mual dan muntah pada periode penelitian dilaksanakan. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian dari populasi ibu hamil di trimester I yang datang melakukan kunjungan dan memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 30 orang.nalisis statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah Uji Wilcoxon. Berdasarkan hasil uji statistic dengan menggunakan Uji Wilcoxon diperoleh hasil yaitu nilai <em>p value </em>: 0,000 &lt; α : 0,05, sehingga dapat diambil keputusan bahwa terdapat pengaruh terapi acupressure PC6 dalam mengatasi kejadian mual muntah pada ibu hamil trimester 1 di puskesmas jongaya kota Makassar.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>Ibu Hamil Trimester I, Tekhnik Acupressure PC6</p> 2023-06-30T00:00:00+08:00 Hak Cipta (c) 2023 https://ojs3.poltekkes-mks.ac.id/index.php/medkes/article/view/432 PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM SEBAGAI MEDIA EDUKASI GIZI TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN ASUPAN ZAT BESI SERTA KADAR HEMOGLOBIN PADA MAHASISWA JURUSAN FISIOTERAPI POLTEKKES MAKASSAR 2024-01-02T01:00:15+08:00 Andi Sinar Alam Tamsil dinomks70@google.com Rudy Hartono dinomks70@google.com Chaerunnimah Chaerunnimah dinomks70@google.com <p>Anemia merupakan masalah gizi yang paling sering terjadi dan dapat terjadi pada kelompok usia muda. Pola makan yang tidak seimbang merupakan salah satu penyebab anemia. Pola makan yang tidak seimbang dapat disebabkan oleh kurangnya pengetahuan. Dengan pendidikan gizi, remaja&nbsp; dapat&nbsp; mengubah&nbsp; kebiasaan&nbsp; makannya&nbsp; menjadi&nbsp; lebih&nbsp; baik. Studi ini adalah mengetahui pengaruh penggunaan media sosial <em>Instagram </em>sebagai media edukasi gizi terhadap peningkatan pengetahuan gizi, kadar hemoglobin dan asupan zat besi. Desain studi ini adalah <em>quasy experiment </em>dengan <em>pre test post test only design</em>. Populasi mahasiswa tingkat 2 yang berjumlah 25 mahasiswi. Pengetahuan gizi dikumpulkan kuesioner online. Asupan zat besi dikumpulkan dengan <em>recall </em>24 jam. Kadar Hemoglobin diperiksa dengan digital Easy Touch. Uji statistik dengan <em>Uji Wilcoxon </em>menggunakan program SPSS. Analisis statistik diketahui ada perbedaan skor pengetahuan gizi sebelum dan sesudah pemberian edukasi <em>(P=0,000). </em>Analisis statistik diketahui ada pengaruh peningkatan asupan zat besi sebelum dan sesudah pemberian edukasi <em>(P=0,003). </em>Analisis statistik diketahui tidak ada pengaruh peningkatan kadar Hb sebelum dan sesudah pemberian edukasi <em>(P=0,157). </em>Kesimpulan penelitian adalah ada pengaruh penggunaan media sosial <em>Instagram </em>sebagai edukasi gizi terhadap peningkatan pengetahuan gizi dan peningkatan asupan zat besi. Serta tidak ada pengaruh penggunaan media sosial <em>Instagram </em>sebagai edukasi gizi terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada mahasiswa Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Makassar. Peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan penelitian ini dan menambah waktu intervensi yang lebih lama sehingga dapat diperoleh perubahan baik dari segi pengetahuan dan sikap.</p> <p><strong>Kata kunci </strong>: <em>Instagram, </em>Hemoglobin, Pengetahuan, Zat Besi</p> 2023-06-30T00:00:00+08:00 Hak Cipta (c) 2023 https://ojs3.poltekkes-mks.ac.id/index.php/medkes/article/view/433 PERBANDINGAN EFEK MOBILISASI SARAF DAN SPINAL MOBILIZATION WITH LEG MOVEMENT TERHADAP PENURUNAN NYERI FUNGSIONAL PADA LUMBAR RADICULOPATHY 2024-01-02T14:00:41+08:00 Sudaryanto Sudaryanto sudaryanto@poltekkes-mks.ac.id Tiar Erawan sudaryanto@poltekkes-mks.ac.id Rahmat Nugraha sudaryanto@poltekkes-mks.ac.id St Khadijah Indah Maidah sudaryanto@poltekkes-mks.ac.id <p><strong>Latar belakang : </strong><em>Lumbar radiculopathy </em>merupakan kondisi yang menyebabkan rasa sakit dan kesemutan sepanjang distribusi saraf <em>sciatic </em>yang terkait dan dapat menyebabkan kelemahan serta keterbatasan dalam melakukan aktivitas sehari-hari. <strong>Metode : </strong>Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan pengaruh Mobilisasi saraf dan <em>Spinal Mobilization With Leg Movement </em>(<em>SMWLM</em>) terhadap penurunan nyeri fungsional pada penderita <em>Lumbar radiculopathy. </em>Desain penelitian adalah <em>randomized pre test – post test two group design</em>, yaitu terdapat 2 kelompok ; kelompok treatment 1 mendapatkan Mobilisasi Saraf dan kelompok treatment 2 mendapatkan <em>SMWLM</em><em>, </em>kedua kelompok diberikan <em>Short Wave Diathermy.</em> Jumlah sampel berdasarkan kriteria inklusi adalah 20 orang, dirandomisasi kedalam 2 kelompok yaitu sebanyak 10 orang kelompok treatment 1 dan 10 orang kelompok treatment 2. Pengumpulan data diperoleh melalui pengukuran <em>Patient Specifik Functional Scale</em> (<em>PSFS</em>) di awal penelitian dan akhir penelitian. <strong>Hasil :</strong> Hasil uji <em>paired sample t</em> diperoleh nilai p=0,000 (p&lt;0,05) baik pada kelompok treatment 1 dan kelompok treatment 2, yang berarti Mobilisasi Saraf dan <em>SMWLM</em> menghasilkan pengaruh yang bermakna terhadap penurunan nyeri fungsional. Kemudian berdasarkan hasil uji <em>independent sample t</em> diperoleh nilai p=0,000 (p&lt;0,05) yang berarti ada perbedaan rerata selisih yang signifikan antara kelompok treatment 1 dan kelompok treatment 2, dimana nilai rerata selisih kelompok treatment 2 (20%) &gt; nilai rerata selisih kelompok treatment 1 (11,14%). <strong>Kesimpulan : </strong>Intervensi SMWLM menghasilkan penurunan nyeri fungsional yang lebih besar secara signifikan daripada intervensi Mobilisasi saraf pada penderita <em>Lumbar Radiculopathy.</em></p> <p><strong>Kata Kunci</strong> : Mobilisasi Saraf, <em>Spinal Mobilization With Leg Movement, </em>Nyeri Fungsional, <em>Lumbar Radiculopathy</em></p> 2023-06-30T00:00:00+08:00 Hak Cipta (c) 2023 https://ojs3.poltekkes-mks.ac.id/index.php/medkes/article/view/434 PENGETAHUAN TENAGA KESEHATAN TENTANG S.T.A.B.L.E PROGRAM PADA BAYI PASCA RESUSITASI 2024-01-02T14:04:58+08:00 Fitriati Sabur afriani@poltekkes-mks.ac.id Afriani Afriani afriani@poltekkes-mks.ac.id <p>Asfiksia merupakan penyebab kematian bayi baru lahir oleh karena perlu perhatian dan penanganan yang efektif dan berkualitas sebagai upaya menurunkan Angka Kematian Bayi (AKB). Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah menerapkan S.T.A.B.L.E Program dalam menangani bayi asfiksia pasca resusitasi yang bertujuan memastikan kondisi bayi dalam keadaan baik selama proses rujukan guna mencegah meningkatnya angka kesakitan dan timbulnya jejas (<em>sequele</em>) akibat asfiksia bayi baru lahir. Tujuan umum dalam penelitian ini adalah diketahuinya pengetahuan tenaga kesehatan melalui edukasi penggunaan aplikasi E-modul dan quizizz melalui <em>google form</em> tentang S.T.A.B.L.E program pada bayi pasca resusitasi. Penelitian ini menggunakan rancangan <em>Pre </em><em>eksperimental</em> dengan <em>one group </em>&nbsp;<em>pretest – posttest. </em>Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Somba Opu dan Kampili pada tanggal April s/d Oktober 2022. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 44 orang, dengan jumlah sampel sebanyak 40 orang. Data di analisis menggunakan Uji t<em> Paired test. </em>Hasil penelitian menunjukkan adanya pengetahuan tenaga kesehatan melalui edukasi penggunaan aplikasi E-modul dan quizizz melalui <em>google form</em> tentang S.T.A.B.L.E program pada bayi pasca resusitasi di Puskesmas Kampili dan Somba Opu Kab. Gowa dengan nilai p=0,000. Diharapkan motivasi tenaga kesehatan dalam menerapkan S.T.A.B.L.E program pada bayi pasca resusitasi selama proses rujukan guna mencegah meningkatnya angka kesakitan dan timbulnya jejas (sequele) akibat asfiksia bayi baru lahir.</p> <p><strong>Kata kunci:</strong> Edukasi, E-Modul, Pengetahuan, Quizizz</p> 2023-06-30T00:00:00+08:00 Hak Cipta (c) 2023 https://ojs3.poltekkes-mks.ac.id/index.php/medkes/article/view/435 PERILAKU PENCEGAHAN COVID-19 PADA MASYARAKAT DI PERUMAHAN X, KABUPATEN TANGERANG 2024-01-02T14:15:28+08:00 Olga Novita ira.marti@esaunggul.ac.id Ira Marti Ayu ira.marti@esaunggul.ac.id Ade Heryana ira.marti@esaunggul.ac.id Deasy Febriyanty ira.marti@esaunggul.ac.id <p><em>Penularan COVID-19 masih ditemukan di masyarakat. Hal ini berkaitan dengan masih kurangnya perilaku pencegahan. Data</em> dari Ketua Rukun Tetangga (RT) menunjukkan sejak awal pandemi hingga Juli 2021 terdapat 15 kasus COVID-19 yang terjadi pada masyarakat di perumahan ini. Studi pendahuluan yang telah menunjukkan bahwa sebanyak 13 warga dari 25 warga (52%) memiliki perilaku pencegahan COVID-19 yang buruk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan COVID-19 di Perumahan X, Kabupaten Tangerang. Penelitian ini menggunakan desain <em>cross sectional </em>dengan sampel sebanyak 70 warga. Teknik pengambilan sampel ialah <em>purposive sampling </em>dengan analisis data univariat dan bivariat menggunakan uji <em>chi-square</em>. Hasil univariat menunjukkan proporsi tertinggi yaitu perilaku pencegahan baik (52,9%), kerentanan yang dirasakan berupa persepsi rentan (57,1%)., keparahan yang dirasakan berupa persepsi parah (65,7%), manfaat yang dirasakan berupa persepsi bermanfaat (80%), hambatan yang dirasakan berupa persepsi hambatan kurang baik (65,7%). Hasil bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan antara kerentanan yang dirasakan (PR=1,41, CI 95%=0,86-2,31), keparahan yang dirasakan (PR=1,24, CI 95%= 0,76-2,04), manfaat yang dirasakan (PR=1,50, CI 95%=0,91-2,45), dan hambatan yang dirasakan (PR=1,20, CI 95%=0,68-2,09) dengan perilaku pencegahan COVID-19. Sebaiknya masyarakat setempat tetap menerapkan protokol kesehatan dan sebisa mungkin tidak menghabiskan waktu terlalu lama di ruang publik.</p> <p><strong>Kata kunci :</strong> Hambatan yang&nbsp; dirasakan, keparahan yang dirasakan, kerentanan yang dirasakan, manfaat yang dirasakan, perilaku pencegahan COVID-19</p> <p>&nbsp;</p> 2023-06-30T00:00:00+08:00 Hak Cipta (c) 2023 https://ojs3.poltekkes-mks.ac.id/index.php/medkes/article/view/437 PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DAN KEBIASAAN MENGONSUMSI FAST FOOD PADA REMAJA DI KOTA MAKASSAR 2024-01-02T14:29:23+08:00 Nadimin Nadimin nadimin@poltekkes-mks.ac.id Lydia Fanny nadimin@poltekkes-mks.ac.id Annisa Nurmagfira T. nadimin@poltekkes-mks.ac.id <p>Latar belakang. &nbsp;Tingkat penggunaan media social terutama pada remaja sangat tinggi. Hal tersebut akan berpengaruh terhadap kebisaan mengonsumsi makan siap saji (fast food) dan status gizi remaja. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan frekuensi penggunaan media sosial dengan kebiasaan mengonsumsi <em>fast food</em> pada remaja di Kota Makassar. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian survei dengan menggunakan desain <em>cross sectiona</em><em> study</em>. Sampel penelitian direkrut secara online&nbsp; dengan kriteria inklusif &nbsp;usia 12-21 tahun, pendidikan SMP, SMU, perguruan tinggi dan berdomisili di Kota Makassar. &nbsp;Frekuensi penggunaan media sosial dikumpulkan dengan cara mengisi kuesioner online. Kebiasaan mengonsumsi <em>fast food </em>menggunakan formulir FFQ <em>(Food Frequency Questionnaire)</em>. Analisis data menggunakan uji <em>Chi-Square.</em> Hasil penelitian menunjukkan remaja yang sering menggunakan media sosial umumnya rendah (36,4%). Media sosial yang paling banyak digunakan umumnya adalah <em>Instagram</em> (87,7%) dengan informasi yang sering akses adalah makanan (75,9%). &nbsp;Kebiasaan mengonsumsi <em>fast food </em>umumnya tergolong jarang (56,5%). Ada hubungan frekwensi penggunaan media sosial dengan kebiasaan mengonsumsi <em>fast food </em><em>(p=0,035). </em>Kesimpulan. Frekuensi penggunaan media sosial berpengaruh terhadap kebiasaan mengonsumsi <em>fast food </em>pada remaja di Kota Makassar.</p> <p><strong>Kata kunci</strong> : <em>&nbsp;Fast Food, Media Sosial&nbsp; </em></p> 2023-06-30T00:00:00+08:00 Hak Cipta (c) 2023 https://ojs3.poltekkes-mks.ac.id/index.php/medkes/article/view/438 POTENSI TANAMAN JAMBLANG (Syzygium cumini L) SEBAGAI ANTIDIABETES : LITERATUR REVIEW 2024-01-02T14:50:33+08:00 Irma Rahmayani irmarahmayani@undiksha.ac.id G Jeni Christi A irmarahmayani@undiksha.ac.id Nur Hasnah AR irmarahmayani@undiksha.ac.id <p>Penggunaan tanaman obat kini direkomendasikan untuk mengatasi berbagai penyakit termasuk diantaranya diabetes. Salah satu tanaman yang diketahui memiliki aktivitas antidiabetes adalah jamblang (<em>Syzygium cumini L.</em>). Penelitian mengenai aktivitas antidiabetes tanaman jamblang masih terbatas, sehingga artikel ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang potensi jamblang sebagai antidiabetes. Literatur yang digunakan bersumber dari database elektronik seperti <em>PubMed</em> dan Google Scholar dengan pencarian kata kunci “<em>Antidiabetic</em>” dan “<em>Syzygium cumin</em><em> L.</em>”. Bagian morfologi daun dan biji merupakan bagian yang paling banyak digunakan. Skrining fitokimia terhadap tanaman ini menunjukkan adanya senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, flavanoid dan saponin yang diduga memiliki aktivitas hipoglikemik. Studi in vitro dalam memberikan aktivitas antidiabetes melalui mekanisme penghambatan enzim α-Amylase dan α-Glucosidase sedangkan pada studi in vivo memberikan perbaikan melaui penurunan glukosa darah, perbaikan struktur histopatologi hepar dan pankreas serta menormalkan profil lipid.</p> <p><strong>Kata kunci</strong>: Antidiabetes, jamblang, <em>syzygium cumini</em><em> L.</em></p> 2023-06-30T00:00:00+08:00 Hak Cipta (c) 2023 https://ojs3.poltekkes-mks.ac.id/index.php/medkes/article/view/439 ANALISIS FAKTOR RISIKO NYERI PUNGGUNG PADA PEMBUAT BATU BATA DI DESA BULOGADING KECAMATAN BONTONOMPO KABUPATEN GOWA 2024-01-02T14:56:33+08:00 Zaenab Zaenab zaenab@poltekkes-mks.ac.id Hamsir Ahmad zaenab@poltekkes-mks.ac.id Nurwalasriani Nurwalasriani zaenab@poltekkes-mks.ac.id <p>Industri batu bata merupakan salah satu industri yang bergerak di bidang tradisional yang dalam proses pembuatannya batu bata dibuat dari tanah liat yang dicetak menggunakan cetakan lalu dijemur kemudian disusun setelah itu di bakar hingga matang. Dalam proses pembuatan batu bata seringkali pekerjanya melakukan sikap atau posisi kerja yang kurang ergonomis yang dapat menyebabkan keluhan fisik berupa nyeri pada otot contohnya nyeri pinggang.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan nyeri punggung pada pembuat Batu Bata di Desa Bulogading Kecamatan Bontonompo Kabupaten Gowa. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 240 orang. Jumlah sampel sebanyak 160 responden dengan metode total sampling. Analisis data diolah menggunakan uji statistik. Hasil penelitian pada pembuat batu bata menggunakan uji person corelation memiliki hubungan yang signifikan antara umur (p value = 0,000), lama kerja (p value = 0,002), sikap tubuh (p value = 0,000) dengan keluhan nyeri punggung. Kesimpulan yang didapatkan ada hubungan antara umur, lama kerja dan sikap tubuh dengan keluhan nyeri punggung pada pembuat batu bata. Disarankan bagi pembuat batu bata yang sudah berumur 60 tahun untuk mengurangi jam kerja, kemudian disarankan untuk bekerja maksimal 8 jam/hari dan tidak tidak melebihi jam kerja, kemudian bagi pembuat batu bata disarankan pada saat proses pengangkatan batu bata harus mengangkat beban sedekat mungkin dengan tubuh.</p> <p><strong><em>Kata Kunci : </em></strong><em>Batu Bata, Ergonomi, Nyeri Punggung, Industri</em></p> 2023-06-30T00:00:00+08:00 Hak Cipta (c) 2023 https://ojs3.poltekkes-mks.ac.id/index.php/medkes/article/view/440 FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN TERHADAP KEJADIAN PNEMONIA PADA BALITA DI PUSKESMAS LAPADDE KOTA PAREPARE 2024-01-02T15:08:15+08:00 Muhammad Asikin muh.asikin@poltekkes-mks.ac.id I Takko Podding muh.asikin@poltekkes-mks.ac.id Muhammad Nasir muh.asikin@poltekkes-mks.ac.id <p>Pneumonia &nbsp;pada balita masih menjadi masalah kesehatan utama untuk di Indonesia. Hal ini terlihat dengan tingginya angka morbiditas dan mortalitas akibat pnemonia. Salah satu upaya untuk menurunkan adalah dengan mengetahui&nbsp; infeksi akut yang mengenai jaringan paru-paru (alveoli). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian pnemonia pada anak balita di Puskesmas Lapadde Kota Parepare. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita yang berkunjung ke Puskesmas Lapadde Kota Parepare. Desain yang digunakan adalah <em>cross sectional</em> dengan 13 sampel. Hasil penelitian dengan <em>total sampling</em> 13 balita didapatkan hanya ada 1 faktor risiko yang berhubungan secara bermakna yaitu adanya anggota keluarga yang merokok di dalam rumah dan faktor risiko lainnya yaitu tingkat pengetahuan ibu tentang pnemonia, status gizi, riwayat pemberian ASI eksklusif dan kelengkapan imunisasi dapat dikatakan bahwa faktor tersebut tidak berhubungan dengan pnemonia pada balita. Kegiatan edukasi tentang peningkatan pemberian ASI eksklusif dan nutrisi kepada orang tua balita perlu ditingkatkan untuk mencegah terjadinya pnemonia. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah berdasarkan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pnemonia pada balita adalah pendidikan ibu, jenis kelamin balita, tingkat pengetahuan ibu tentang pnemonia, keberadaan anggota keluarga yang merokok, status gizi, riwayat pemberian ASI eksklusif, kelengkapan imunisasi secara bersama-sama berperan terhadap kejadian pnemonia pada balita di Puskesmas Lapadde Kota Parepare</p> <p><strong>Kata kunci</strong>: Balita, faktor risiko, pneumonia</p> 2023-06-30T00:00:00+08:00 Hak Cipta (c) 2023 https://ojs3.poltekkes-mks.ac.id/index.php/medkes/article/view/441 HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU CUCI TANGAN PAKAI SABUN (CTPS) DENGAN KEJADIAN PENYAKIT (SCABIES) DI PONDOK PESANTREN PUTRA DARUL ULUM WADDAH’WAH 2024-01-02T15:12:43+08:00 Muhammad Ihsan Jrihsan18@gmail.com Reni Suhelmi Jrihsan18@gmail.com Hansen Hansen Jrihsan18@gmail.com <p>Latar Belakang : <em>Scabies</em> adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh parasit kutu yang dapat terowongan di dalam kulit. Akibatnya, hal itu dapat menyebabkan gatal-gatal. <em>Scabies</em> adalah gatal, disebut juga dengan langit-lebah, pamaan gatal, tujuh tahun gatal, dan di Indonesia hal ini juga dikenal sebagai juga dikenal sebagai kudis, gudik, atau buduk. Metode : Penelitian ini adalah observasional analitik menggunakan desain penelitian <em>cross sectional </em>dengan teknik observasi, wawancara, dan kuesioner. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku cuci tangan pakai sabun (CTPS) dengan kejadian penyakit <em>scabies</em> pada santri di pondok pesantren. Penelitian ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Putra Darul Ulum Waddah’wah, dengan sampel adalah santri putra yang ada di pondok. Jumlah sampel pada penelitain ini adalah 66 santri dengan menggunakan <em>total sampling</em>. Hasil penelitian berdasarkan analisis Uji <em>Fisher’s Exact Test</em> menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan cuci tangan pakai sabun (CTPS) dengan penyakit <em>scabies</em>. Berdasarkan analisis Uji <em>Chi-Square</em> menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara sikap cuci tangan pakai sabun (CTPS) dengan penyakit <em>scabies</em>. Berdasarkan analisis Uji <em>Chi-Square</em> menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara perilaku cuci tangan pakai sabun (CTPS) dengan penyakit <em>scabies</em>. Kesimpulan: Dari hasil uji <em>Chi-Suare </em>tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku cuci tangan pakai sabun (CTPS) tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan kejadian <em>scabies</em> pada santri di Pondok Pesantren Putra Darul Ulum Waddah’wah. Diharapkan pada peneliti selanjutnya untuk menambahkan faktor lingkungan yang berhubungan dengan penyakit <em>scabies</em>.</p> <p><strong>Kata Kunci</strong> : Penyakit <em>Scabies</em>, Pengetahuan, Sikap, Perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun</p> 2023-06-30T00:00:00+08:00 Hak Cipta (c) 2023 https://ojs3.poltekkes-mks.ac.id/index.php/medkes/article/view/442 LITERATURE REVIEW: WALKING EXERCISE UNTUK MENURUNKAN HIPERTENSI PADA LANSIA 2024-01-02T17:37:26+08:00 Supartina Hakim supartinahakim@poltekkes-mks.ac.id Irianto Kadir supartinahakim@poltekkes-mks.ac.id Dies Izah Qonita supartinahakim@poltekkes-mks.ac.id Nur Faidar Khusnul Khatimah supartinahakim@poltekkes-mks.ac.id Andi Nur Wahyuni supartinahakim@poltekkes-mks.ac.id <p><strong>Latar belakang :</strong> Memasuki usia tua banyak mengalami penurunan fungsi yang mengakibatkan timbulnya masalah kesehatan salah satunya penurunan pada fungsi sistem kardiovaskular yang dapat menyebabkan hipertensi. Hipertensi pada lansia meningkatkan resiko penyakit stroke, gangguan kognitif dan kematian, salah satu penyebab hipertensi pada lansia karena kurangnya aktivitas fisik. Oleh karena itu dibutuhkan exercise sebagai terapi dan preventif hipertensi. Walking exercise adalah exercise yang aman, tidak menimbulkan efek samping, mudah, ekonomis, dapat dilakukan tanpa memerlukan pelatihan khusus. <strong>Tujuan :</strong> Untuk mereview keefektifan <em>walking exercise</em> terhadap penurunan tekanan darah pada lansia. <strong>Metode Penelitian :</strong> Metode penelitian ini menggunakan <em>Literature Review</em>. Data yang digunakan ialah data sekunder. Sumber data sekunder yang didapat berupa artikel jurnal bereputasi baik nasional maupun internasional dengan tema yang sudah ditentukan. Dalam penelitian pencarian artikel dilakukan dengan menggunakan metode<em> PICO</em> yaitu <em>Problem/Patient/Population, Intervention/Indicator, Comparison </em>dan <em>Outcome.</em> Artikel yang digunakan dalam literature review ini didapatkan melalui database penyedia jurnal online <em>Google Scholar, </em><em>Pubmed</em> dan <em>Science Direct</em> dengan menggunakan kata kunci<em> “walking exercise”, “elderly” </em>dan<em> “hypertension”. </em><strong>Hasil Penelitian :</strong> Secara keseluruhan pada <em>literature</em><em> revi</em><em>ew</em> ini, dari 13 sumber menjelaskan bahwa <em>walking exercise</em> dapat menurunkan tekanan darah pada lansia. <em>W</em><em>alking exercise</em> yang dilakukan 30 – 60 menit secara teratur mempunyai pengaruh untuk menurunkan tekanan darah pada lansia yang mengalami hipertensi. <strong>Saran : </strong>Untuk peneliti selanjutnya agar menambah informasi mengenai pengaruh <em>walking exercise</em> terhadap penurunan hipertensi pada lansia dengan menggunakan jenis artikel <em>systematic review</em> maupun <em>meta analysis</em> sehingga mampu memperkecil bias penelitian. Serta menambah informasi terkait jenis spesifik serta cara yang tepat dalam melakukan walking exercise sehingga dapat menurunkan tekanan darah secara signifikan.</p> <p><strong>Kata Kunci </strong>: Hipertensi, Lansia, <em>Walking Exercise</em></p> 2023-06-30T00:00:00+08:00 Hak Cipta (c) 2023 https://ojs3.poltekkes-mks.ac.id/index.php/medkes/article/view/443 PENGARUH SLOW DEEP BREATHING TERHADAP PENANGANAN KECEMASAN PADA PASIEN POST OF APENDEKTOMI DI RSUD SLEMAN 2024-01-02T17:42:37+08:00 Ike Nurjana Tamrin ikhetamrin26@gmail.com Syamsir Syamsir ikhetamrin26@gmail.com <p><em>Slow Deep Breathing</em> (SDB) merupakan suatu tehnik bernapas dengan frekuensi napas dalam pada fase ekhalasi yang panjang. <em>Slow Deep Breathing</em> dapat meningkatkan dan menurunkan suplai oksigen ke otak sehingga metabolisme oksigen di otak meningkat. Tujuan: Mengetahui pengaruh Slow Deep Breathing terhadap tingkat kecemasan pada pasien post op pandisitis di RSUD Sleman Yogyakarta. Penelitian ini menggunkan desain <em>quasy- experiment </em>dengan tipe <em>pre –post test without control group design.</em> Sampel penelitian 31 responden. Pemilihan sampel dilakukan dengan cara <em>Acidental Sampling</em>. uji paried t test untuk mengetahui dan menganalisis tingkat kecemasan. Hasil Penelitian Terdapat pengaruh&nbsp; yang signifikan pemberian <em>Slow Deep Breathing</em> terhadap penurunan tingkat kecemasan dengan nilai p-value sebesar 0,001. Oleh karena itu <em>Slow Deep Breathing</em> (SDB) dapat diterapkan dalam penanganan tingkat &nbsp;kecemasan di RSUD Sleman Yogyakarta terutama pada pasien post op <em>Apendektomi</em></p> <p><strong>Kata kunci: </strong><em>Slow Deep Breathing, Apendektomi,</em> Tingkat Kecemasan</p> 2023-06-30T00:00:00+08:00 Hak Cipta (c) 2023 https://ojs3.poltekkes-mks.ac.id/index.php/medkes/article/view/444 EFEKTIVITAS PENGGUNAAN PARTOGRAF DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN KLINIK 2024-01-02T17:46:28+08:00 Afriani Afriani afriani@poltekkes-mks.ac.id Zulaeha A Amdadi afriani@poltekkes-mks.ac.id Ratna Nengsi afriani@poltekkes-mks.ac.id <p>Dalam pelayanan kesehatan, tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) masih menjadi permasalahan yang cukup besar. salah satunya ialah dalam proses persalinan. Adapun penyebab umumnya antara lain ialah perdarahan obstetrik, persalinan macet, dan komplikasi. Hal ini dapat dideteksi dengan menggunakan partograf untuk membuat keputusan klinik sebagai upaya pengenalan adanya gangguan persalinan sehingga dapat memberikan tindakan yang tepat. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui efektivitas penggunaan partograf dalam pengambilan keputusan klinik di Puskesmas Jongaya Makassar. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Pada penelitian ini besar sampel ditentukan sebanyak 6 responden, terdiri dari 5 informan inti dan 1 informan kunci dengan menggunakan tehnik <em>purposive sampling.</em> Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan partograf yang dilakukan oleh bidan di Puskesmas Jongaya Makassar dikategorikan telah efektif. Dengan melihat pengetahuan dan kemampuan bidan dalam penggunaan partograf yang cukup baik dan optimal saat melakukan asuhan persalinan. Pengambilan keputusan klinik oleh bidan di Puskesmas Jongaya Makassar dikategorikan juga cukup baik dengan melihat pengoptimalisasian penggunaan partografnya. Selain itu dengan melihat pemahaman bidan tentang apa dan bagaimana itu pengambilan keputusan klinik. Hal ini didukung dengan tidak adanya catatan AKI sejak beberapa tahun terakhir</p> <p><strong>Kata kunci :</strong> Penerapan Partograf, Pengambilan Keputusan Klinik</p> 2023-06-30T00:00:00+08:00 Hak Cipta (c) 2023 https://ojs3.poltekkes-mks.ac.id/index.php/medkes/article/view/445 PENGETAHUAN GIZI DAN KEBIASAAN MAKAN PADA MAHASISWA 2024-01-02T17:57:39+08:00 Nani Apriani Natsir Djide naniapriani@stikesnh.ac.id Reski Pebriani naniapriani@stikesnh.ac.id <p>Perilaku makan pada usia pertengahan remaja merupakan hal yang penting untuk pertumbuhan. Makanan yang dikonsumsi seharusnya mengandung berbagai zat gizi, namun ternyata masih ditemukan remaja yang memiliki kebiasaan makan untuk mengenyangkan perut saja tanpa memperhatikan zat gizi yang terkandung dan pada akhirnya dapat menimbukan masalah seperti perilaku makan yang tidak sehat dan berdampak pada kesehatan jika dibiarkan dalam waktu lama seperti terjadinya obesitas dan juga gizi buruk. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara pengetahuan gizi dan kebiasaan makan pada mahasiswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional.&nbsp; Mahasiswa STIKES Nani Hasanuddin Makassar sebanyak 92 orang sebagai subjek berdasarkan hasil perhitungan rumus <em>Slovin</em> dengan teknik <em>simple random sampling</em> dan menggunakan kuesioner pengetahuan dan Adolescent Food Habits Checklist (AFHC). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan juli-agustus 2023 di StTIKES Nani Hasanuddin Hasil Penelitian ini menunjukan sebagian besar responden berpengetahuan gizi baik yaitu sebanyak 75% sedangkan 25% lainnya berpengetahuan gizi kurang dan 82,6% responden memiliki kebiasaan makan sehat sedangkan 17,4% responden memiliki kebiasaan makan kurang sehat. Hasil uji statistik didapatkan hubungan antara pengetahuan gizi dan kebiasaan makan pada mahasiswa STIKES Nani Hasanuddin Makassar (p value 0,000). Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan kebiasaan makan pada mahasiswa STIKES Nani Hasanuddin Makassar.</p> <p><strong>Kata kunci :</strong> Gizi, Kebiasaan Makan, Mahasisw, Pengetahuan</p> 2023-06-30T00:00:00+08:00 Hak Cipta (c) 2023 https://ojs3.poltekkes-mks.ac.id/index.php/medkes/article/view/446 HUBUNGAN PEGETAHUAN GIZI DAN POLA MAKAN SELAMA PANDEMI COVID-19 TERHADAP STATUS GIZI MAHASISWA FISIOTERAPI POLTEKKES KEMENKES MAKASSAR 2024-01-02T21:58:04+08:00 Sunarto Sunarto sunarto@poltekkes-mks.ac.id Adriyani Adam sunarto@poltekkes-mks.ac.id Wahdatuljannah Hasanuddin sunarto@poltekkes-mks.ac.id <p>Asupan zat Gizi menjadi perhatian utama dalam menjaga sistem kekebalan tubuh. Dimasa pandemi covid-19, pemenuhan kebutuhan gizi bisa dimulai dengan pola makan yang baik dan juga pengetahuan yang baik tentang gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan gizi dan pola makan yang baik selama pandemi covid-19 pada mahasiswa Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Sampel adalah mahasiswa Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Makassar yang berjumlah 71 orang dan dipilih secara random sampling. Data pengetahuan gizi diperoleh dengan pengisian form kuesioner, data pola makan diperoleh dengan pengisian food frequency dan data status gizi diperoleh dengan pengukuran antropometri Berat Badan dan Tinggi Badan. Untuk mengetahui hubungan antara variabel pengetahuan gizi dan pola makan terhadap status gizi dilakukan uji chi-square dengan menggunakan program spss. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan gizi terhadap status gizi dengan nilai hitung <em>p-value</em> 0,396 &gt; 0,05 dan terdapat hubungan antara pola makan terhadap status gizi dengan nilai <em>p-value</em> 0,038 &lt; 0,05. &nbsp;Saran pada penelitian ini adalah perlu dipertahankan pada tingkat pengetahuan gizi dan perlu dilakukan penelitian lanjutan pada faktor lain seperti aktifitas fisik, ekonomi dan faktor lainnya.</p> <p><strong>Kata kunci:</strong> Covid-19, Pengetahuan Gizi, Pola Makan dan Status Gizi</p> 2023-06-30T00:00:00+08:00 Hak Cipta (c) 2023 https://ojs3.poltekkes-mks.ac.id/index.php/medkes/article/view/447 TERAPI MUSIK DAN GUIDED IMAGERY DALAM MENURUNKAN KECEMASAN PADA IBU HAMIL DENGAN PREEKLAMSIA DI RSUP PROF. KANDOU MANADO 2024-01-02T22:02:42+08:00 Yourisna Pasambo yourisna84@gmail.com Marchelina Benediktin Kaunang yourisna84@gmail.com Esther Tamunu yourisna84@gmail.com Dorce Sisfiani Sarimin yourisna84@gmail.com Johana Tuegeh yourisna84@gmail.com <p>Pendahuluan: Preeklamsia merupakan hipertensi pada kehamilan yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah lebih dari atau sama dengan 140/90 mmHg setelah umur kehamilan 20 minggu, disertai dengan proteinuria lebih dari 300 miligram per 24 jam. Preeklamsia dapat menimbulkan kecemasan pada ibu akan dampak yang dapat ditimbulkan dari preeklamsia, sebaliknya kecemasan juga dapat meningkatkan tekanan darah pada ibu. Tujuan penelitian ini adalah memberikan gambaran efektifitas terapi musik dan <em>guided imagery</em> dalam menurunkan tingkat kecemasan ibu hamil dengan preeklamsia. Metode penelitian adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Peneliti melaksanakan asuhan keperawatan kepada ibu hamil dengan preeklamsia dan meingimplementasikan terapi musik dan <em>guided imagery</em> untuk mengurangi kecemasan ibu. Penetapan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria inklusi ibu hamil dengan preeklamsia berat disertai proteinuria serta menjalani program hingga selesai, sehingga didapatkan sampel sebanyak empat ibu hamil. Hasil: setelah diberikan intervensi terapi musik dan <em>guided imagery</em> selama tiga kali, terjadi penurunan tingkat kecemasan pada keempat ibu hamil yang mengalami preeklamsia. Tingkat kecemasan responden pertama menurun dari skor 27 (kecemasan sedang) menjadi 14 (kecemasan ringan). Responden kedua menurun dari skor 25 (kecemasan sedang) menjadi 14 (kecemasan ringan). Responden ketiga menurun dari skor 26 (kecemasan sedang) menjadi 13 (kecemasan ringan). Responden keempat menurun dari skor 26 (kecemasan sedang) menjadi 14 (kecemasan ringan). Hasil penelitian studi kasus memberikan gambaran bahwa penerapan terapi musik dan <em>guided imagery</em> dapat menurunkan tingkat kecemasan ibu hamil dengan preeklamsia setelah diberikan intervensi sebanyak tiga kali.</p> <p><strong>Kata Kunci :</strong> Guided Imagery, Ibu hamil, Kecemasan, Preeklamsia, Terapi Musik</p> 2023-06-30T00:00:00+08:00 Hak Cipta (c) 2023 https://ojs3.poltekkes-mks.ac.id/index.php/medkes/article/view/448 IDENTIFIKASI BAKTERI Salmonella Sp. PADA FESES ANAK DI PUSKESMAS RIJALI AMBON 2024-01-02T22:09:11+08:00 Ramdhani M Natsir ramdhani_apt@yahoo.com <p>Penyakit diare adalah salah satu masalah kesehatan penyebab kesakitan dan kematian di negara berkembang khususnya di Indonesia. Diare atau mencret didefinisikan sebagai buang air besar dengan feses tidak berbentuk atau cair dengan frekuensi lebih dari 3 kali dalam 24 jam. Feses adalah bahan buangan yang dikeluarkan dari tubuh melalui anus sebagai sisa dari pencernaan makanan pada saluran pencernaan. <strong>Tujuan:</strong> Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bakteri <em>Salmonella Sp</em> pada feses anak. <strong>Metode: </strong>Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian observasional deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2022. Lokasi penelitian untuk pengambilan sampel adalah&nbsp; Puskesmas Rijali Ambon dan lokasi untuk pemeriksaan sampel adalah balai laboratorium kesehatan provinsi Maluku. Subjek dalam penelitian ini adalah 30 sampel dengan teknik pengambilan sampel adalah total sampling. Untuk pemeriksaan kultur dan identifikasi <em>Salmonella Sp</em> digunakan media <em>Brain Heart Infusion Broth</em> (BHIB), media <em>Salmonella Shigella Agar</em> (SSA) dan dilanjutkan dengan uji biokimia (media gula-gula).<strong> Hasil penelitian:</strong> Dari hasil pemeriksaan kultur dan identifikasi <em>Salmonella Sp</em> dengan menggunakan media&nbsp; <em>Brain Heart Infusion Broth</em> (BHIB), media <em>Salmonella Shigella Agar </em>(SSA) dan dilanjutkan dengan uji biokimia (media gula-gula) didapatkan hasil yaitu 5 sampel feses dinyatakan positif ditemukan bakteri <em>Salmonella Sp</em>. <strong>Kesimpulan:</strong> Dari hasil penelitian pada feses anak di puskesmas rijali ambon ditemukan 5 sampel feses terdapat bakteri <em>Salmonella Sp.</em></p> <p><strong>Kata kunci</strong> : Diare, Feses, <em>Salmonella sp.</em></p> 2023-06-30T00:00:00+08:00 Hak Cipta (c) 2023 https://ojs3.poltekkes-mks.ac.id/index.php/medkes/article/view/449 EFEKTIVITAS PEMBERIAN NUGGET TINGGI PROTEIN TERHADAP PENINGKATAN BERAT BADAN PADA BALITA WASTING USIA 12-59 BULAN DI PUSKESMAS TAMAN BACAAN 2024-01-02T22:12:03+08:00 Winda Veronica afriyana@poltekkespalembang.ac.id Afriyana Siregar afriyana@poltekkespalembang.ac.id Podojoyo Podojoyo afriyana@poltekkespalembang.ac.id Susyani Susyani afriyana@poltekkespalembang.ac.id Yuli Hartati afriyana@poltekkespalembang.ac.id <p>Status gizi merupakan salah satu indikator kesehatan anak dan unsur penting dalam membentuk status kesehatan. Masa lima tahun adalah periode penting dimana anak membutuhkan kecukupan gizi dalam tumbuh kembang anak. Status gizi kurang pada anak yaitu<em> Wasting</em> yang disebabkan oleh inadekuat nutrisi dan penyakit infeksi. Jenis produk pangan yang dapat menjadi makanan lauk hewani tinggi protein sebagai penambah nilai gizi untuk anak <em>wasting </em>adalah <em>Nugget</em> Tinggi Protein yang berbahan utama ikan patin.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian nugget tinggi protein terhadap peningkatan berat badan pada balita <em>wasting</em> usia 12-59 bulan di Puskesmas Taman Bacaan Kota Palembang. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan desain penelitian <em>pretest posttest control group design. </em>Sampel berjumah 52 balita <em>wasting </em>yang dibagi dua kelompok yaitu intervensi dan kontrol dengan menggunakan metode <em>simple random sampling.</em>Analisis data menggunakan <em>paired sample t-test </em>dengan selisih rata-rata kenaikan berat badan kelompok intervensi 0,533 kg (<em>p-value =0,000)</em> dan kelompok kontrol 0,253 kg (<em>p-value =0,000.</em> Sedangkan hasil <em>independent sample t-test </em>adalah<em>&nbsp; p-value =0,000 </em>bahwa ada pengaruh pemberian&nbsp; <em>nugget </em>tinggi protein terhadap peningkatan berat badan pada balita <em>wasting </em>di Puskesmas Taman Bacaan Kota Palembang. Hasil uji multivariat &lt;0,005 pada asupan protein, artinya asupan protein mempengaruhi peningkatan berat badan setelah diberi <em>nugget</em> tinggi protein.</p> <p><strong>Kata Kunci</strong>: <em>Berat Badan Kurus </em>, <em>Nugget </em>Tinggi Protein</p> 2023-06-30T00:00:00+08:00 Hak Cipta (c) 2023 https://ojs3.poltekkes-mks.ac.id/index.php/medkes/article/view/450 PERAN GENDER DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN PELAYANAN MASA PERSALINAN PRIMIGRAVIDA 2024-01-02T22:16:49+08:00 Subriah Subriah subriah@poltekkes-mks.ac.id Hastuti Husain subriah@poltekkes-mks.ac.id Nurfatimah Nurfatimah subriah@poltekkes-mks.ac.id Agustina Ningsi subriah@poltekkes-mks.ac.id Muhasidah Muhasidah subriah@poltekkes-mks.ac.id Syaniah Umar subriah@poltekkes-mks.ac.id <p>Kasus angka kematian ibu di Makassar selalu meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2021 menjadi 12 kasus. Rata- rata pemicu kematian ibu sebab keluarga terlambat mengidentifikasi tanda bahaya serta mengambil keputusan, petugas kesehatan penolong persalinan terlambat merujuk bunda bersalin sehingga menimbulkan keterlambatan dalam penindakan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui peran gender dalam pengambilan keputusan pelayanan masa persalinan primigravida di Puskesmas Kassi-Kassi Makassar. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan menggunakan metode cross-sectional dilaksanakan pada bulan Maret s.d. September 2021, Populasi dalam penelitian ini adalah ibu inpartu primigravida di Puskesmas Kassi-Kassi Makassar periode September 2019-Maret 2020, Sampel dalam penelitian ini berjumlah 36 orang. Analisis statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah Uji Fisher’s Exact. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 22 responden dengan peran gender kategori baik, terdapat 20 orang (74.1%) dapat mengambil keputusan yang tepat dalam menghadapi persalinannya. Hasil uji Fisher’s Exact test menunjukkan peran gender mempengaruhi dalam pengambilan keputusan pelayanan masa persalinan primigravida di Puskesmas Kassi-Kassi Kota Makassar (p-value &lt; 0,05). Disarankan bagi petugas pemberi pelayanan kesehatan agar senantiasa memberikan informasi atau sosialisasi kepada ibu hamil, suami dan keluarga mengenai penerapan peran gender dalam pemilihan pelayanan masa persalinan, agar ibu hamil dapat berkontribusi dalam pengambilan keputusan pelayanan masa persalinan.</p> <p><strong>Kata kunci:</strong> pengambilan keputusan, peran gender</p> 2023-06-30T00:00:00+08:00 Hak Cipta (c) 2023 https://ojs3.poltekkes-mks.ac.id/index.php/medkes/article/view/451 PROPIOCEPTIVE NEUROMUSKULAR LEBIH BAIK DARIPADA CORE STABILITY PADA PENURUNAN NYERI LOW BACK PAIN NON SPESIFIK DI RSAD TK.II PELAMONIA MAKASSAR 2024-01-02T22:25:00+08:00 Wildayati Wildayati Wildayati@gmail.com Arpanjam’an Arpanjam’an Wildayati@gmail.com Andi Halimah AndiHalimah@poltekkes-mks.ac.id <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p><strong>Latar Belakang: </strong>Non spesifik low back pain merupakan keluhan muskulokeletal yang sering menyebabkan nyeri gerak dan hipomobile pada segmen lumbal. Sumber nyeri umunya berasal dari facet joint dan otot, sehingga sering menimbulkan nyeri saat terjadi pembebanan pada facet joint dan otot. Kondisi <em>Low back pain non-spesific</em> sering berkembang menjadi chronic low back pain dan akibatnya akan menimbulkan penurunan aktivitas penurunan aktivitas fungsional lumban.<strong>Metode: </strong>Penelitian ini adalah penelitian <em>quasy eksperimen </em>dengan desain <em>pre test –</em> <em>post test two group design</em>, bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh pemberian <em>PNF</em> dengan <em>Core Stability </em>pada penerapan <em>MWD &nbsp;</em>terhadap penurunan nyeri pada penderita <em>non spesifik</em> <em>low back pain</em>. Penelitian ini dilaksanakan di RSAD TK.II Pelamonia Makassar, dengan sampel adalah penderita <em>non spesifik</em> <em>low</em> <em>back pain </em>yang sesuai dengan kriteria inklusi dan cara pengambilan sampel dengan cara <em>purposive sampeling</em>. Jumlah populasi 71 orang dengan sampel adalah 18 orang yang dibagi secara acak ke dalam 2 kelompok yaitu kelompok perlakuan <em>PNF </em>dan<em> MWD </em>sebanyak 9 orang dan kelompok perlakuan <em>Core Stability </em>dan<em> MWD </em>sebanyak 9 orang <strong>Hasil: </strong>Berdasarkan <em>Uji Wilcoxon </em>menunjukkan bahwa <em>PNF </em>dan<em> MWD </em>menghasilkan penurunan nyeri yang signifikan dengan 3,667 ± 0,931 cm dengan nilai p&lt; 0,05, sedangkan <em>Core Stabilty&nbsp; </em>dan<em> MWD </em>menghasilkan penurunan nyeri yang signifikan dengan 4,300 ± 0,507 cm dengan nilai p&lt; 0,05. Berdasarkan <em>Ujii Mann Whitney, </em>menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antar kelompok perlakuan dengan nilai p = 0,053 &lt; 0,05 <strong>Kesimpulan: </strong>Kesimpulan penelitian ini adalah <em>PNF </em>&nbsp;dan <em>MWD</em> dengan <em>Core Stability </em>dan <em>MWD</em>&nbsp; memiliki perbedaan pengaruh yang signifikan terhadap penurunan nyeri pada penderita <em>non spesifik</em> <em>low back pain</em></p> <p><strong>Kata Kunci : </strong>PNF, MWD, Core Stability, Non Spesifik Low Back Pain</p> 2023-06-30T00:00:00+08:00 Hak Cipta (c) 2023 https://ojs3.poltekkes-mks.ac.id/index.php/medkes/article/view/452 EDUKASI GIZI ONLINE MELALUI MEDIA VIDEO DAN LEAFLET TERHADAP PENGETAHUAN DAN KEPATUHAN DIET PENDERITA DM 2024-01-02T22:30:18+08:00 Nur Awalia Rianti afriyana@poltekkespalembang.ac.id Afriyana Siregar afriyana@poltekkespalembang.ac.id Podojoyo Podojoyo afriyana@poltekkespalembang.ac.id <p>Edukasi gizi merupakan pilar utama penatalaksanaan DM yang bertujuan untuk menambah pengetahuan dan mengubah perilaku kepatuhan diet menjadi lebih baik. Media edukasi yang dipilih adalah video dan <em>leaflet</em> yang penyebarannya secara <em>online</em> menyesuaikan kondisi pandemi dan perkembangan teknologi informasi yang membuat semakin banyak cara dan jenis alat bantu untuk melakukan edukasi. Penelitian eksperimen semu dengan rancangan penelitian <em>Non-Randomized Control Group Pretest Posttest Design</em> bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh edukasi gizi <em>online</em> melalui media video dan <em>leaflet</em> terhadap pengetahuan dan kepatuhan diet penderita DM di Puskesmas Padang Selasa Palembang. Sampel berjumlah 60 orang yang dibagi dua kelompok yaitu intervensi dan kontrol dengan menggunakan metode <em>Purposive Sampling.</em> Pengumpulan data menggunakan kuesioner terstruktur dan <em>food recall</em> 3 x 24 jam. Analisis data yang digunakan analisis univariat dan bivariat. Penelitian ini menunjukkan pada uji <em>t-dependent</em> didapatkan <em>p-value</em> pengetahuan pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol sebesar 0,000 (<em>p-value</em> &lt;0,05) dan kepatuhan diet kelompok intervensi sebesar 0,048 dan kelompok kontrol sebesar 0,039 (<em>p-value</em> &lt;0,05). Pada uji <em>t-independent</em> didapatkan <em>p-value</em> pengetahuan sebesar 0,000 (p-value &lt;0,05), sedangkan <em>p-value</em> kepatuhan diet sebesar 0,902 (<em>p-value</em> &gt;0,05). Edukasi gizi <em>online</em> melalui media video dan <em>leaflet</em> ada pengaruh terhadap pengetahuan namun tidak ada pengaruh terhadap kepatuhan diet penderita DM di Puskesmas Padang Selasa Palembang.</p> <p><strong>Kata kunci :</strong> Edukasi, Kepatuhan Diet,<em> Online</em>, Pengetahuan Diet</p> 2023-06-30T00:00:00+08:00 Hak Cipta (c) 2023